Padi merupakan jenis tanaman yang berakar

tirto.id - Indonesia dikenal sebagai negara agraris, yaitu negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian di berbagai bidang pertanian, seperti budi daya tanaman pangan.

Kelompok tanaman yang termasuk komoditas pangan adalah tanaman pangan, tanaman hortikultura non tanaman hias dan kelompok tanaman lain penghasil bahan baku produk pangan. Pengertian Tanaman Pangan Indonesia memiliki berbagai jenis tanaman pangan. Tanaman pangan adalah sumber kehidupan bagi manusia. Jadi, keberadaannya akan selalu dibutuhkan selagi manusia masih hidup. Tanaman pangan dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan.

Tanaman semusim adalah tanaman yang dipanen dalam satu musim tanam, yaitu antara 3-4 bulan, misal jagung dan kedelai atau antara 6-8 bulan, seperti singkong. Tanaman tahunan adalah tanaman yang terus tumbuh setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun, misalnya sukun dan sagu.

Tanaman pangan juga dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu serealia, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Kelompok serealia dan kacang-kacangan menghasilkan biji sebagai produk hasil budi daya, sedangkan umbi-umbian menghasilkan umbi batang atau umbi akar sebagai produk hasil budidaya. • Serealia: Padi, jagung, sorgum. • Kacang-kacangan: Kedelai, kacang tanah, kacang hijau. • Umbi-umbian: Singkong, ubi jalar, talas. Jenis dan Contoh Tanaman Pangan Berikut ini adalah penjelasan tentang jenis dan contoh tanaman pangan, seperti dikutip modul Prakarya dan Kewirausahaan (2017): 1.

Padi (Oryza sativa L.) Padi memiliki batang yang berbuku dan berongga. Daun dan anakan padi merupakan jenis tanaman yang berakar dari buku yang ada pada batang. Bunga atau malai muncul dari buku yang terakhir. Akar padi berupa akar serabut. Bulir padi terdapat pada malai yang dimiliki oleh anakan. Budidaya padi dikelompokkan menjadi padi sawah, padi gogo, dan padi rawa. Tanaman padi diperbanyak dengan menggunakan biji.

2. Jagung (Zea mays L.) Jagung memiliki batang tunggal yang terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung terdapat pada setiap buku pada batang. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah, tetapi masih pada pohon yang sama. Bunga jantan terletak di ujung batang, sedangkan bunga betina (tongkol) berada di bagian tengah batang jagung. Jagung dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi.

Tanaman jagung diperbanyak dengan biji. 3. Sorgum (Sorghum bicolor L.) Tanaman sorgum sekilas mirip dengan jagung. Sorgum memiliki batang yang berbuku-buku. Kadang-kadang sorgum juga dapat memiliki anakan. Sorgum memiliki bunga yang tersusun dalam malai yang terdapat di ujung batang. Sorgum diperbanyak dengan biji. Sorgum dapat ditanam pada berbagai kondisi lahan, baik lahan subur maupun lahan kurang subur atau lahan marginal karena sorgum memiliki daya adaptasi yang luas.

4. Kedelai (Glycine max L.) Kedelai merupakan tanaman semusim dengan padi merupakan jenis tanaman yang berakar tanaman antara 40-90 cm, memiliki daun tunggal dan daun bertiga (trifoliate). Daun dan polong kedelai memiliki bulu. Tanaman kedelai memiliki umur antara 72–90 hari. Polong kedelai yang telah masak ditandai dengan kulit polong yang berwarna coklat. Kedelai diperbanyak dengan biji.

Berdasarkan warna bijinya, kedelai dibedakan menjadi kedelai kuning, hijau kekuningan, coklat, dan hitam. Endosperm kedelai umumnya berwarna kuning. Kedelai dapat ditanam di lahan kering atau di sawah sesudah panen padi. 5. Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) Kacang tanah dapat ditanam di lahan kering dan lahan sawah sesudah panen padi. Kacang tanah diperbanyak dengan biji. Kacang tanah memiliki batang yang bercabang dengan tinggi tanaman antara 38-68 cm.

Tanaman ini memiliki tipe tumbuh dengan memanjang di atas permukaan tanah. Kacang tanah memiliki polong yang tumbuh dari ginofor di dalam tanah. Kacang tanah dapat dipanen pada umur 90-95 hari setelah tanam. 6. Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Tanaman kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim yang mempunyai umur panen antara 55-65 hari setelah tanam.

Kacang hijau memiliki tinggi tanaman antara 53-80 cm, batang bercabang serta daun dan polong yang berbulu. Kacang hijau diperbanyak dengan biji. Kacang hijau dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi. 7. Singkong (Manihot utilissima) Tanaman singkong atau ubi kayu merupakan tanaman berkayu yang dipanen umbinya.

Daun tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ubi kayu dapat menghasilkan biji, tetapi tidak digunakan untuk perbanyakan. Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan menggunakan stek batang.

Umur tanaman ubi kayu sekitar 8-10 bulan. Tanaman ubi kayu mempunyai daya adaptasi yang luas, tetapi umumnya, ubi kayu ditanam di lahan kering. 8. Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Tanaman ubi jalar adalah tanaman pangan yang memiliki batang panjang menjalar.

Tipe pertumbuhannya dapat berupa semak, semak menjalar atau menjalar. Ubi jalar dapat diperbanyak dengan bagian ubi, pucuk batang dan setek batang. Umur tanaman ubi jalar berkisar antara 4-4,5 bulan. Ubi jalar umumnya ditanam pada guludan tanah di lahan tegalan padi merupakan jenis tanaman yang berakar lahan sawah. Warna kulit umbi maupun warna daging umbi bervariasi, mulai dari umbi yang berwarna putih, krem, orange atau ungu.

Tumbuhan yang bisa menghasilkan beras, termasuk jenis jenis tanaman oryza (oryza sativa L). Arti tumbuhan ini menjadi salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban manusia. Meskipun terutama bisa mengacu pada jenis tanaman pada pengertian budidaya. Disisi lainnya, padi juga bisa digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga ( genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar.

Daftar Isi • Padi • Pengertian Padi • Pengertian Tanaman Padi Menurut Para Ahli • Klasifikasi Padi • Ciri Padi • Penyebaran dan Adaptasi • Reproduksi • Jenis Budidaya Padi • Padi gogo • Padi rawa • Manfaat Padi • Mengandung energi yang tinggi • Mengobati dan mencegah gangguan pencernaan • Mengobati bisul, bengkak, dan jerawat • Ekstrak padi untuk obat serta kosmetik • Kegunaan Padi pada Kulit • Sebarkan ini: • Posting terkait: Padi Padi dalam sejarahnya berasal dari India atau Indocina serta masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.

Padi ialah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga bisa digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga ( genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Produksi padi dunia telah menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum.

Namun demikian, padi ialah sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Pengertian Padi Padi adalah tanaman budidaya terpenting dalam peradaban manusia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, dengan alasan demikian maka pada realitanya padi menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah tanaman jagung dan tanaman gandum.

Pengertian Tanaman Padi Menurut Para Ahli Berikut ini ialah definisi padi menurut beberapa ahli, antara lain; • Purnamawati dan Purwono, 2002 Menurutnya sejarah padi tergolong tanaman pertanian kuno yang berasal yaitu dari dua benua, ialah Asia dan Afrika Barat. Bukti sejarah bisa menunjukkan bahwa penanaman padi di Zheziang (China) telah dimulai pada 3000 tahun SM. Fosil butir padi serta gabahditemukan di Hastinapur Uttar Pradesa (India) sekitar 100 hingga dengan 800 SM.

• AKK (1980) Menurutnya, padi ialah salah satu jenis bahan makanan yang mana makanan tersebut mengandung gizi serta juga mampu menjadi penguat yang cukup bagi tubuh manusia, sebab di dalam padi sendiri yang terkandung bahan-bahan yang mudah diubah menjadi energi. Oleh karena itu padi biasa disebut juga makanan energi.

Nilai gizi yang diperlukan oleh setiap orang dewasa ialah 1.821 kalori. Apabila kebutuhan tersebut bisa disetarakan dengan dengan beras, maka setiap hari diperlukan beras sebanyak yaitu 0,88 kg. Dari penjelasan diatas, data dikatakan bahwa tanaman padi mempunyai ciri khusus pada bagian tubuhnya. Batang padi berbuku serta berongga, dari buku batang ini bisa tumbuh anakan dan daun, bunga atau malai muncul dari buku terakhir yaitu pada tiap anakan. Klasifikasi Padi Klasifikasi ilmiah tumbuhan padi secara umum adalah sebagai berikut; Kingdom Plantae (Tumbuhan) Sub kingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Devisi kingdom Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Sub kelas Commelinidae Kelas Liliopsida ( Tumbuhan yang berkeping satu atau monokotil) Ordo Arecaceae Familia Poales Genus Oryza Spesies Oryza sativa L Ciri Padi Ciri morfologi yang ada dalam tanaman pada tanaman padi, antara lain; • Berakar serabut • Batang sangat pendek • Struktur menyerupai batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang • Daun sempurna dengan pelepah regak • Daun berbentuk lanset • Warna hijau muda hingga hijau tua • Berurat daun sejajar • Tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang • Bunga tersusun majemuk padi merupakan jenis tanaman yang berakar Penyebaran dan Adaptasi Asal-usul padi budidaya bisa diperkirakan berasal dari daerah lembah Sungai Gangga dan Sungai Brahmaputra serta dari lembah Sungai Yangtse.

Di Afrika, yaitu padi Oryza glaberrima ditanam di daerah Afrika barat tropika. Padi pada saat ini tersebar luas di seluruh dunia serta tumbuh di hampir semua bagian dunia yang mempunyai cukup air dan suhu udara cukup hangat.

Padi menyukai tanah yang lembab serta becek. Sejumlah ahli menduga, padi adalah hasil evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa. Pendapat ini berdasar pada adanya tipe padi yang bisa hidup di rawa-rawa (dapat ditemukan di sejumlah tempat di Pulau Kalimantan), kebutuhan padi yang tinggi akan air pada sebagian tahap kehidupannya, serta adanya pembuluh khusus di bagian akar padi yang bisa berfungsi mengalirkan udara (oksigen) ke bagian akar.

• Reproduksi Setiap bunga padi mempunyai enam kepala sari (anther) dan kepala putik (stigma) bercabang dua berbentuk sikat botol. Kedua organ seksual ini umumnya siap reproduksi pada waktu yang bersamaan.

Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea serta lemma jika telah masak. Dari segi reproduksi padi adalah tanaman berpenyerbukan sendiri, karena 95% atau lebih serbuk sari membuahi sel telur tanaman yang sama. Setelah pembuahan terjadi, zigot serta inti polar yang padi merupakan jenis tanaman yang berakar dibuahi segera membelah diri. Zigot padi merupakan jenis tanaman yang berakar berkembang membentuk embrio dan inti polar menjadi endospermia.

Pada akhir perkembangan, sebagian besar bulir padi mengadung pati di bagian endospermia. Bagi tanaman muda, pati bisa berfungsi sebagai cadangan makanan. Bagi manusia, pati dapat dimanfaatkan sebagai sumber gizi.

Jenis Budidaya Padi Adapun dalam macam-macam kasus pembudidayaan pada tanaman padi, antara lain; • Padi gogo Di beberapa daerah tadah hujan seorang bisa mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan yaitu seperti di sawah. Di Lombok dapat dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.

• Padi rawa Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau bisa dibudidayakan di daerah rawa-rawa. Selain di Kalimantan, padi tipe ini dapat ditemukan di lembah Sungai Gangga.

Adapun hama dan penyakit padi di rawa ini tinggi, amun yang pasti kesemuanya mampu membentuk batang yang panjang sehingga bisa mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman. Manfaat Padi Kegunaan tanaman padi secara umum, antara lain; • Mengandung energi yang tinggi Padi bisa menjadi salah satu sumber karbohidrat setelah dirubah menjadi nasi putih.

Karbohidrat ialah sumber energi yang tercepat, karena semua kegiatan membutuhkan energi, maka hal ini akan bisa mempengaruhi otot yang bekerja. Asupan ini bisa mengandung asam amino yang penting serta saat nasi disajikan dengan hidangan daging, diet ini dapat meningkatkan pertumbuhan otot.

Nasi putih ialah pilihan yang baik untuk vegetarian yang ingin tetap mengembangkan tubuh mereka. • Mengobati dan mencegah gangguan pencernaan Padi dapat mengobati dan mencegah gangguan pencernaan, hal ini karena kandungan serat yang rendah, jika dimasak menjadi nasi putih maka akan bisa bermanfaat bagi mereka yang menderita diare, radang usus serta morning sickness.

Manfaat lainnya mempunyai sifat diuretik ringan serta berfungsi membantu pencernaan dan antiinflamasi yang alami. Cara nya ialah dengan membuat agar-agar beras. • Mengobati bisul, bengkak, dan jerawat Padi dapat diambil berasnya lalu dapat direbus, dikeringkan, dibiarkan dingin kemudian ditumbuk untuk dapat membentuk pasta untuk dioleskan pada bisul, luka, bengkak serta jerawat.

Hal ini banyak digunakan oleh masyarakat India. yang bisa digunakan untuk sakit perut, jantung bakar serta gangguan pencernaan.

• Ekstrak padi untuk obat serta kosmetik Ekstrak padi yang dioleh menjadi beras dapat menjadi bahan dalam obat-obatan dan kosmetik. Salah satunya ialah karena diyakini dapat menambah volume serta ketebalan rambut, sehingga mereka digunakan dalam shampoo serta produk perawatan rambut lainnya, serta menjadi krim untuk pelembab karena fungsinya ialah memiliki sifat antipenuaan atau anti aging. Campuran tepung beras serta madu sendiri digunakan oleh beberapa wanita untuk bisa menambah kecerahan kulit di wajah mereka.

Kegunaan Padi pada Kulit Adapun kegunaan tanaman padi selain sebagai salah satu pengertian makanan dalam kulit berfungsi untuk; • Kaya antioksidan bisa membantu untuk melindungi kulit. Kaya akan asam lemak esensial yang penting untuk kesehatan karena tubuh kita dengan membutuhkan mereka tapi tidak bisa secara alami menghasilkan mereka.

Asam lemak esensial sudah dikaitkan dengan penurunan tingkat depresi. • Efektif untuk kulit yang terkena iritasi, bisa digunakan sebagai salep kulit, dan bisa membantu mengurangi peradangan dan gatal-gatal. • Sumber yang sangat baik bisa mengandung vitamin E, yang bisa membantu melindungi kering. • Melindungi diri dari banyak karsinogen beracun yang bisa menembus produk perawatan kulit. Negara Kanada telah menyepakati o ryza sativa sebagai bahan yang aman untuk bisa produk perawatan kulit.

Selain itu, di Jepang, di mana produk tersebut bisa digunakan selama berabad-abad, sudah disetujui untuk pengobatan berbagai masalah, serta umumnya ditemukan dalam produk perawatan kulit.

Nah, demikianlah serangkaian tulisan serta penjelasan tentang materi pertanian, khususnya paparan pengertian padi menurut para ahli, klasifikasi, ciri, dan manfaatnya. Semoga saja melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan mendalam bagi pembaca.

Posting terkait: • Tanaman Semangka, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya • Pengertian Struktur Tumbuhan dan Fungsinya • 3 Kandungan Pupuk Anorganik yang Harus Diketahui Posting pada Padi, Pengertian Ahli, Tumbuhan Ditag arti padi, bentuk padi, ciri padi, definisi padi, jenis padi, kegunaan padi, klasifikasi padi, macam padi, manfaat padi, morfologi padi, padi, padi adalah, pengertian padi, pengertian padi menurut para ahli, tanaman padi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Burung Decu: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Ciblek/Prenjak: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Puyuh: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Berternaknya • Burung Pleci: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Hewan Angsa: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya Kategori • Bayam • Budidaya • Burung • Ciri • Contoh • Gandum • Habitat • Hewan • Ikan • Jehe • Jenis • Kacang • Kajian Pertanian • Kandang • Karet • Kelapa • Kencur • Klasifikasi • Lidah Buaya • Manfaat • Melinjo • Padi • Penelitian • Pengertian Ahli • Perkebunan • Pertanian • Pupuk • Rambutan • Sawit • Struktur • Ternak • Tomat • Tujuan • Tumbuhan • Umbi
Akar primer ini akan mengecil dan selanjutnya akan digantikan oleh akar-akar yang berukuran hampir sama yang secara bersamaan keluar dari pangkal batang dan berbentuk serabut.

Berikut adalah penjelasan mengenai akar serabut berikut contohnya. (Baca juga: Contoh tumbuhan dikotil dan monokotil) Akar serabut adalah akar yang tumbuh pada pangkal tumbuhan. Ukuran dan panjang akar relatif sama. Sistem perakaran terbentuk pada saat akar primer membentuk cabang-cabang dalam jumlah yang cukup banyak.

Cabang akar tidak bisa tumbuh besar, namun tumbuh akar lagi. Kemudian, akar primer mengecil sehingga bentuknya menyerupai akar serabut. Akar serabut umumnya dimiliki oleh tumbuhan monokotil atau tumbuhan berdau lembaga satu. Akar serabut juga terdapat pada tumbuhan dikotil yang dicangkok. (Baca juga: Perbedaan monokotil dan dikotil – Bagian-bagian akar monokotil dan dikotil) Struktur dan fungsi jaringan akar serabut pada tumbuhan monokotil adalah untuk memperkokoh berdirinya batang tumbuhan.

Selain itu, fungsi akar pada tumbuhan berfungsi sebagai penyerap air dan mineral dalam tanah. Akar serabut dapat menahan kikisan tanah oleh air, padi merupakan jenis tanaman yang berakar bermanfaat dalam mencegah erosi. Contoh Tanaman Berakar Serabut 1.

Pohon kelapa ( Cocos nucifera) Pohon kelapa berbatang tunggal namun kadang dapat bercabang, dengan ketinggian dapat mencapai 30 meter. Pohon kelapa berakar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, berkayu, dan beruas-ruas. Daunnya merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, bertoreh sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Buahnya besar, bulat, berdiameter 10-20 sentimeter, bahkan lebih, berwarna kuning, hijau atau cokelat.

(Baca juga: Struktur batang dikotil dan monokotil) 2. Pohon pisang ( Musa paradisiaca) Tanaman pisang tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah, dengan kondisi tanah sedikit lembab dan terbuka, terkena sinar matahari langsung dan tidak digenangi air. Daun pisang berwarna hijau muda hingga tua, berukuran besar, lebar dan panjang. Tulang daun berserat dengan tepi daun yang kompak. Akarnya serabut dengan pertumbuhan akar bergerak dan berkumpul ke arah samping pohon sepanjang 4-5 meter dan tidak lebih dari 2 meter di bawah permukaan tanah.

Baca juga: • Peran cahaya dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman • Akibat kekurangan cahaya pada tumbuhan • Fungsi cahaya matahari bagi tumbuhan 3. Padi ( Oryza sativa) Padi merupakan tanaman semusim, berakar serabut, batangnya sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang.

Daun berbentuk padi merupakan jenis tanaman yang berakar dengan warna hijau muda hingga tua, berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang. Bagian bunga tersusun majemuk, dengan tipe malai bercabang. Satuan bunganya disebut floret yang terletak pada satu spikelet, terletak pada panikula. Tipe buahnya bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan antara buah dengan bijinya.

Bentuk buah hampir lonjong, berukuran 3-15 milimeter dan tertutup palea dan lemma (sekam). Struktur padi yang biasa kita konsumsi adalah bagian endospermium. (Baca juga: Tumbuhan berbiji terbuka dan tertutup) 4.

Rumput ( Poa annua) Rumput adalah tanaman monokotil berakar serabut yang memiliki daun berbentuk sempit meruncing yang tumbuh dari pangkal batang. Rumput yang tumbuh di lahan pertanian bersifat mengganggu pertumbuhan tanaman utama sehingga disebut sebagai tanaman pengganggu (gulma). Beberapa jenis tanaman rumput yang biasa ditemui di Indonesia antara lain adalah rumput jepang, rumput gajah, rumput peking, rumput manila, rumput teki, rumput kucai dan rumput ilalang.

5. Tebu ( Saccharum officinale) Tebu merupakan tanaman daerah tropis yang digunakan sebagai bahan baku gula dan penyedap rasa. Batang tebu beruas-ruas yang dibatasi oleh buku-buku merupakan tempat duduk daun. Pada ketiak daun terdapat kuncup atau mata tunas. Tebu memiliki akar serabut dengan panjang dapat mencapai satu meter.

Sewaktu tanaman tebu masih muda atau berbentuk bibit, ada dua macam akar, yaitu akar stek dan akar tunas. Daun tebu merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari pelepah dan helaian daun, tanpai tangkai daun. Bentuk tulang daun tanaman tebu sejajar. Bunga tebu adalah bunga majemuk yang tersusun atas malai dengan pertumbuhan terbatas. Panjang bunga majemuk yaitu sekitar 70-90 cm. Setiap bunga memiliki tiga daun kelopak, satu daun mahkota, tiga fungsi benang sari dan dua kepala putik.

(Baca juga: Reproduksi vegetatif alami dan buatan pada tumbuhan) 6. Pepaya ( Carica papaya) Tanaman papaya memiliki batang bulat silindris, kadang bercabang, dengan bagian dalam berongga. Batangnya tidak berkayu, warnanya putih-hijau kekuningan. Daunnya lebar, dengan helai daun berbentuk jari. Daun berjejal pada ujung batang dan ujung cabang, tangkai daunnya panjang menyerupai pipa. Bunganya hampir selalu berkelamin satu dan berumah dua. Bunga jantan pada tandan dan bertangkai panjang dengan kelopak sangat padi merupakan jenis tanaman yang berakar, sedangkan bunga betina berdiri sendiri, daun mahkota lepas, berwarna putih kekuningan.

Buahnya berbentuk bulat telur memanjang dan berbiji banyak. 7. Salak ( Salacca edulis) Tanaman salak yang sefamili dengan kelapa (palmae) merupakan tanaman asli Indonesia.

Pohonnya rendah, hampir tidak berbatang, tegak, berduri-duri. Tanaman salak berakar serabut, penyebaran akar tidak luas dan dangkal. Akar mudah rusak bila kekurangan air. Akar baru dapat tumbuh di permukaan tanah bila akar yang lama sudah berkurang fungsinya.

Akar baru tersebut bila ditimbun dengan tanah akan memperbaiki kehidupan tanaman sehingga awet muda dan tetap berproduksi dengan baik. 8. Jagung ( Zea mays) Jagung merupakan tanaman monokotil, berbiji tunggal, berakar serabut.

Batang jagung tumbuh tegak lurus dan beruas-ruas. Daun jagung tumbuh berseling dengan tulang daun sejajar dan berbentuk pita. Daun memanjang, sejajar dengan ibu tulang daun, permukaan licin dan berbulu halus. Bunga betina tanaman jagung terpisah dalam satu tanaman, memiliki struktur khas yang biasa disebut floret.

Tongkol jagung tumbuh dari dalam buku, terletak di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya satu tanaman jagung akan menghasilkan 1-2 tongkol produktif.

(Baca juga: Bagian-bagian tumbuhan) 9. Pinang ( Areca catechu) Batang tanaman pinang berdiameter sekitar 15 cm dan dapat tumbuh hingga 20 meter tingginya. Tajuk pinang terdiri dari 10-20 daun. Bunga jantan dan betina terbungkus dalam kelopak bunga. Masa hidupnya 25-30 tahun dan akan berbunga pada awal dan akhir musim penghujan.

Buahnya berukuran sekitar 5 cm, dengan kulit beserabut dan berbiji tunggal. Buah yang matang berwarna oranye. Biji buah pinang berwarna kecokelatan atau cokelat kemerahan dan bentuknya berlekuk-lekuk.

Biji buah pinang mengandung zat antioksidan yang dapat menghambat pertumbuhan sel antikanker. 10. Anggrek ( Orcidaceae) Bunga anggrek memiliki jamur akar yang sering disebut dengan mikoroza dan terdapat di permukaan akar. Akar pada bunga anggrek mempunyai organ organ yang memiliki daging atau sering disebut dengan sekulen. Bunga anggrek mempunyai batang yang beruas- ruas. Anggrek tanah mempunyai batang yang pendek. Daun anggrek berbentuk oval dengan tulang daun memanjang mengikuti bentuk daunnya.

Bunga anggrek bersifat majemuk dan tumbuh di sepanjang tangkai bunga. 11. Bawang Bawang merah memperbanyak diri dengan menggunakan umbi lapis. Bawang merah adalah tanaman semusim yang berbentuk rumput. Batangnya pendek sekali hampir tidak kelihatan dan berdaun panjang. Akarnya berserabut dan membengkak membentuk umbi lapis.

12. Cabai Tanaman ini hidup dengan baik pada tanah-tanah yang banyak mengandung humus atau pun kompos. Tanaman cabai membutuhkan penyiaran matahari secara langsung, tidak hanya untuk melakukan proses fotosintesis pada tumbuhan, melainkan juga untuk menekan pertumbuhan jamur dan hama serta bakteri yang dapat menghambat pertumbuhannya.

Batang tanaman cabai berdiri tegak, sedikit berkayu dan memiliki banyak cabang akar dengan ranting menyamping. Tanaman cabai berakar serabut dan hanya dapat menembus tanah dangkal. Inti akar tanaman ini hanya mampu menembus tanah sedalam 25-40 cm.

13. Pandan Tumbuhan pandan wangi tumbuh subur di daerah lembab seperti di tepi-tepi sungai atau di pinggiran kolam. Tumbuhan pandan wangi tumbuh merumpun. Pada batang tumbuhan muncul akar-akar yang kuat. Bentuk daun memanjang dengan tulang daun di tengah. Terdapat duri-duri kecil di tepi kanan kiri daun. 14. Kentang Kentang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan.

Tanaman ini umumnya berdaun rimbun. Daunnya terletak berselang-seling pada batang tanaman, berbentuk oval agak bulat dan meruncing, dengan tulang daun menyirip seperti duri ikan. Ukuran daun sedang dengan tangkai pendek. Tanaman kentang memiliki sistem perakaran tunggang dan serabut. Akar tunggang bisa menembus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabut tumbuh menyebar kearah samping dan menembus datar.

Akar tanaman berwarna keputih-putihan dan berukuran sangat kecil. Umbi kentang terbentuk dari cabang samping diantara akar-akar. Umbi berfungsi untuk menyimpan bahan makanan sepeti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. (Baca juga: Manfaat cadangan makanan bagi tumbuhan) 15.

Tomat Padi merupakan jenis tanaman yang berakar merupakan tumbuhan dikotil atau memiliki biji berkeping dua. Batang tanaman tomat berkayu dan memiliki kambium.

Sistem perakarannya tunggang karena mempunyai kaliptra dan memiliki jaringan xilem dan floem. Daun tomat berbentuk menyirip atau menjari. (Baca juga: Sistem transportasi pada tumbuhan) 16.

Semangka Semangka merupakan tanaman merambat namun tidak dapat membentuk akar adventif maupun memanjat. Jangkauan rambatan dapat mencapai belasan meter. Daunnya berlekuk-lekuk di tepinya. Bunganya sempurna, berwarna kuning, kecil, berdiameter 3 cm.

Semangka memiliki dua jenis bunga pada satu tumbuhan, yaitu bunga jantan, yang hanya memiliki benang sari (stamen), dan bunga banci/ hermafrodit, yang memiliki fungsi benang sari dan fungsi putik pada bunga (pistillum). Bunga banci dapat dikenali dari adanya bakal buah (ovarium) di bagian pangkal bunga berupa pembesaran berbentuk oval. 17. Pohon palem Batang palem tumbuh tegak ke atas dan jarang bercabang. Batangnya beruas-ruas dan tidak memiliki kambium sejati.

Pohon palem berdaun majemuk dengan tangkai daun memiliki pelepah yang membungkus batang. Bunga tersusun dalam karangan bunga (mayang). Buahnya ditutupi lapisan luar yang relatif tebal (biasa disebut sabut). Biji buah relatif cair pada saat masih muda dan semakin mengeras ketika tua. Akarnya tumbuh dari pangkal batang dan berbentuk akar serabut.

(Baca juga: Jaringan penyokong pada tumbuhan) 18. Pohon mangrove Pohon mangrove atau bakau ( Rhizophora spp.) biasanya tumbuh di zona terluar perairan dan mengembangkan akar tunjang ( stilt root) untuk bertahan dari ganasnya gelombang. Jenis bakau api-api ( Avicennia spp.) dan pidada ( Sonneratia spp.) menumbuhkan akar napas ( pneumatophore) yang muncul dari pekatnya lumpur.

Salah satu fungsi akar bakau adalah alat pernapasan pada tumbuhan. Pohon kendeka ( Bruguiera spp.) mempunyai akar lutut ( knee root), sementara pohon-pohon nirih ( Xylocarpusspp.) berakar papan yang memanjang berkelok-kelok.

Fungsi akar selain sebagai penunjang tegaknya pohon di atas lumpur juga sebagai bagian dari sistem respirasi tumbuhan bakau. 19. Bambu Akar tanaman bambu yang berada di dalam tanah membentuk sistem percabangan.

Bagian pangkal rimpang lebih sempit dari bagian ujungnya dan setiap ruas mempunyai kuncup dan akar. Bagian kuncup pada akar tersebut akan membentuk rebung yang akan memanjang dan akhirnya akan membentuk bulu. Batang tanaman bambu berbentuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas, tinggi tanaman bambu berkisar 0,3-30 meter, batang berdiameter 0,25-25 cm dan memiliki ketebalan dinding sampai 25 mm.

20. Stroberi Struktur tanaman stroberi sendiri memiliki stuktur seperti tanaman herba. Tanaman stroberi memiliki akar tunggang besar yang terdiri dari bagian pangkal (Collum), batang akar (Corpus), ujung akar (Apex), bulu akar (Pilus Radicalis) serta tudung akar (Calyptra). Panjang akar dapat tumbuh mencapai 100 cm dan menembus tanah bagian atas sedalam 15 – 45 cm menebar ke semua arah. Batang tanaman berbuku-buku dan beruas.

Tumbuhan yang berakar serabut umumnya memiliki batang yang tegak lurus dan tak bercabang. Pada jenis tanaman yang lain, tumbuhan berakar serabut merupakan tumbuhan pendek dan tergolong tumbuhan herba atau perdu. Pada pohon kelapa, meski hanya memiliki akar serabut, akar pohon kelapa dapat menyangga pohon sehingga tetap bisa berdiri dengan kokoh. Sedangkan pada tanaman dikotil, akar serabut muncul pada tumbuhan yang menggunakan cara perkembangbiakan tumbuhan dengan metode cangkok.

Tumbuhan berakar serabut memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia, yaitu sebagai penahan kikisan air penyebab erosi. Padi merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Gramineae (rumput-rumputan). Padi juga dapt dikatakan sebagai benih dari spesies rumput Oryza sativa (beras Asia) atau Oryza glaberrima (beras Afrika).

Yang lebih umum kita kenal yaitu spesies oryza sativa, yang merupakan rumput dengan genom yang terdiri dari 430Mb di 12 kromosom. Ini terkenal padi merupakan jenis tanaman yang berakar mudah dimodifikasi secara genetis, dan merupakan model organisme untuk biologi sereal.

Daftar Isi • Tanaman Padi • Jenis Tanaman Padi • Genetik • Budidaya • Klasifikasi Padi • Syarat Iklim Tumbuh Tanaman Padi • Curah Hujan • Temperatur • Tinggi Tempat • Sinar Matahari • Angin • Musim • Sebarkan ini: • Posting terkait: Tanaman Padi Padi adalah komoditas utama yang berperan sebagai pemenuh kebutuhan pokok karbohidrat bagi penduduk. Komoditas padi mempunyai peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan utama yang setiap tahunnya meningkat sebagai akibat pertambahan jumlah penduduk yang besar, serta berkembangnya home industri pangan dan pakan (Yusuf, 2010).

Jenis Tanaman Padi Adapun untuk beragam jenis tanaman padi dalam lahan pertanian, antara lain adalah sebagai berikut; Genetik Berdasarkan keanekaragamn genetiknya, hingga kini ada dua spesies padi yang dapat dibudidayakan manusia secara massal yaitu; • Oryza sativa yang berasal dari Asia dan O • Glaberrima yang berasal dari Afrika Barat.

Budidaya Berdasarkan kenaekaragaman dalam arti budidayanya tanaman padi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut; • Padi gogo, jenis ini dikembangkan di beberapa daerah tadah hujan, ini adalah tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah • Padi rawa, jenis tumbuh liar di daerah pasang surut atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa, misalnya di Kalimantan.

Klasifikasi Padi Klasifikasi ilmiah pada tanaman padi, yaitu sebagai berikut: • Kingdom : Plantae (Tumbuhan) • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) • Kelas : Liliopsida ( Tumbuhan yang berkeping satu atau monokotil) • Sub Kelas : Commelinidae • Ordo : Poales • Famili : Poaceae (rumputan) • Genus : Oryza • Spesies : Oryza sativa L Syarat Iklim Tumbuh Padi merupakan jenis tanaman yang berakar Padi Keadaaan suatu iklim sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, tak terkecuali padi.

Tanaman padi sangat cocok tumbuh pada wilayah berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Keadaan iklim meliputi curah hujan, temperatur, ketinggian tempat, sinar matahari, angin, dan musim ( Hasanah, Ina., 2007). Curah Hujan Tanaman padi memerlukan curah hujan yang baik dengan rata-rata 200 mm/bukan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan.

Curah hujan yang baik akan berdampak yang baik pada pengairan, sehingga genangan air yang dibutuhkan tanaman padi di sawah dapat tercukupi (Ina, 2007). Temperatur Suhu yang sesuai untuk tanaman padi adalah suhu yang panas, misalanya daerah tropis yang dilalui garis khatulistiwa, seperti di negara kita. Tanaman bisa tumbuh dengan baik pada suhu 23 0 C ke atas, sedangkan di Indonesia suhu tidak terasa sebab suhunya hamper konstan sepanjang tahun.

Salah satu pengaruh suhu terhadap tanaman padi yaitu kehampaan pada biji (Ina, 2007). Tinggi Tempat Jughun mengemukakan hubungan antara tinggi tempat dengan tanaman padi yaitu sebagai berikut. • Daerah dengan ketinggian antara 0-650 meter dengan suhu 20,5 0C -22,5 0C, termasuk 96% dari luas tanah di jawa cocok untuk tanaman padi.

• Daerah dengan ketinggian antara antara 650-1.500 meter dengan suhu 22,5 0C masih cocok untuk tanaman padi (Ina, 2007). Sinar Matahari Padi memerlukan sinar matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis, terutama proses penggembungan dan kemasakan buah padi akan tergantung terhadap intensitas sinar matahari (Ina,2007) Angin Angin padi merupakan jenis tanaman yang berakar untuk membantu tanaman padi melakukan proses penyerbukan dan pembuahan. Akan tetapi, angin juga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan padi, misalnya berbagai penyakit, ditularkan oleh angin.

Selain itu, angina juga dapat mengakibatkan buah menjadi hampa dan tanaman menjadi roboh (Ina,2007). Musim Penanaman padi pada musim kemarau dan musim hujan mempunyai dampak yang cukup besar terhadap kuantitas dan kualitas padi.

Penanaman padi pada musim kemarau akan lebih baik dibandingkan padi musim hujan, asalkan pengairannya baik. Proses penyerbukan dan pembuahan padi pada musim kemarau tidak akan terganggu oleh hujan sehingga padi yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Akan tetapi, apabila padi ditanam pada musim hujan, proses penyerbukan dan pembuahannya menjadi terganngu oleh hujan. Akibatnya, banyak biji padi yang hampa (Ina, 2007).

B aca juga; Pengertian Jerami Padi, Kandungan, dan Manfaatnya Nah, demikianlah serangkaian artikel yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan macam-macam tanaman padi, klasifikasi, dan syarat tumbuhnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian.

Trimakasih, Posting terkait: • Burung Decu: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Ciblek/Prenjak: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Pleci: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya Posting pada Jenis, Klasifikasi, Padi Ditag jenis padi, klasifikasi ilmiah padi, klasifikasi padi, macam padi, padi, padi adalah, syarat tumbuhnya padi, tanaman padi, tumbuhan padi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Burung Decu: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Ciblek/Prenjak: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Puyuh: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Berternaknya • Burung Pleci: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Hewan Angsa: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya Kategori • Bayam • Budidaya • Burung • Ciri • Contoh • Gandum • Habitat • Hewan • Ikan • Jehe • Jenis • Kacang • Kajian Pertanian • Kandang • Karet • Kelapa • Kencur • Klasifikasi • Lidah Buaya • Manfaat • Melinjo • Padi • Penelitian • Pengertian Ahli • Perkebunan • Pertanian • Pupuk • Rambutan • Sawit • Struktur • Ternak • Tomat • Tujuan • Tumbuhan • Umbi
Padi tengah diambil dari persemaian untuk ditanam di sawah.

Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae ( Sinonim : Graminae atau Glumiflorae ). Terna semusim, berakar serabut; batang sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang; daun sempurna dengan pelepah regak, daun berbentuk lanset, warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang; bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret, yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula; buah tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk hamper bulat hingga lonjong, ukuran 3 mm hingga 15 mm, tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam, struktur dominan adalah endospremium yang dimakan orang.

Tanaman padi dapat dibedakan berdasarkan varietasnya. Varietas tanaman padi ini banyak sekali. Dan hampir setiap tahun muncul dengan sifat genetik yang lebih baik.

Klasifikasi Tumbuhan Padi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Poales Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan) Genus: Oryza Spesies: Oryza sativa L Ciri-ciri Padi Secara Umum Jika Anda pernah jalan-jalan ke sawah atau tanpa sengaja melintas di area persawahan, Anda niscaya tak akan asing dengan bentuk dari tanaman ini.

Berikut ini ialah ciri-ciri tanaman ini secara umum. 1. Tanaman ini memiliki akar jenis serabut. 2. Batang tanaman ini seperti rumput, memanjang padi merupakan jenis tanaman yang berakar kecil. 3. Daun-daunnya padi merupakan jenis tanaman yang berakar pada batang dalam keadaan saling menopang. Bentuk daun dari tanaman ini memanjang, cenderung ramping.

Berwarna hijau, berurat sejajar, dan ditutupi oleh bulu-bulu halus 4. Biji nan dihasilkan berbentuk lonjong, dengan ukuran antara 3 mm hingga 15 mm. Padi ialah tanaman nan dapat membuahi dirinya sendiri.

Pembuahan terjadi ketika serbuk sari membuahi sel telur. Setelah dibuahi, hasil nan diperoleh ialah zigot. Zigot dan inti polar kemudian membelah diri.

Zigot dan intipolar nan sudah membelah diri itu kemudian membentuk embrio dan endospermia. Endospermia inilah nan membentuk kandungan pati dalam bulir-bulir padi. Secara umum, tanaman padi dibedakan dalam 3 jenis “varietas”, antara lain: 1. Varietas Padi Hibrida Arti mudahnya bisa dikatakan varietas padi sekali tanam, hasilnya akan maksimal bila sekali ditanam. Tetapi bila keturunannya (benih) ditanam kembali maka hasilnya akan berkurang jauh.

Memang varietas ini dibuat atau direkayasa oleh pemiliknya untuk sekali tanam saja. Tujuannya agar petani membeli kembali. Harga benih hibrida sangat mahal, bisa mencapai 40 ribu-60 ribu per kilo. Contohnya: Intani 1 dan 2, PP1, H1, Bernas Prima, Rokan, SL 8 dan 11 SHS, Segera Anak, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9, Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7, Hipa 8, Hipa 9, Hipa 10, Hipa 11, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64, Hibrindo Padi merupakan jenis tanaman yang berakar, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, MIKI-1,2,3, SL 8 SHS, SL 11 HSS, Maro dll.

2. Varietas Padi Unggul : Arti mudahnya varietas ini bisa berkali-kali ditanam dengan perlakuan yang baik. Hasil dari panen varietas ini bisa dijadikan benih kembali. Ada petani yang saya temui bisa menanam sampai 10 kali lebih dengan hasil yang hampir sama.Varietas padi unggul adalah varietas yang telah di lepas oleh pemerintah denganSKMenteri Pertanian.

Varietas ini telah melewati berbagai uji coba.Contoh dari varietas ini yang banyak di tanam petani adalahCIHERANG (bisa mencapai 47 % dari total varietas yang ditanam), IR-64, Mekongga, Cimelati, Cibogo, Cisadane, Situ Patenggang, Cigeulis, Ciliwung, Cimelati, Membramo, Sintanur, Jati luhur, Fatmawati, Situbagendit, dll.

3. Varietas Padi Lokal Varietas padi lokal adalah varietas padi yang sudah lama beradaptasi di daerah tertentu. Sehingga varietas ini mempunyai karakteristik spesifik lokasi di daerah tsb. Setiap varietas mempunyai keunggulan dan kelemahan. Demikian juga untuk varietas lokal tsb. Contoh varietas lokal: varietas kebo, dharma ayu, pemuda idaman, (Indramayu), Gropak, Ketan tawon, Gundelan, dll ( Malang), Merong ( pasuruan ), SimenepSrimulih, Andel Jaran, Ketan Lusi, Ekor Kuda, hingga Gropak ( Kulon Progo-Jogja), dll.

Tambahan: Angkong, Bengawan, Engseng, Melati, Markoti, Longong, Rejung Kuning, Umbul-umbul, Tunjung, Rijal, Sri Kuning, Untup, Tumpang Karyo, Rangka Madu, Sawah Kelai, Tembaga, Tjina, dll
• Аԥсшәа • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • Basa Bali • Български • भोजपुरी • Bamanankan • বাংলা • Cebuano • Čeština • English • Español • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Français • Nordfriisk • Galego • Bahasa Hulontalo • हिन्दी • Hornjoserbsce • Ilokano • Italiano • 日本語 • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Latina • Lombard • Lietuvių • मैथिली • Minangkabau • മലയാളം • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • नेपाली • Nederlands • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Piemontèis • Runa Simi • Română • Русский • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sicilianu • සිංහල • Slovenčina • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • ತುಳು • తెలుగు • Türkçe • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • Vahcuengh • 中文 • 粵語 Mesin penanam padi di Jepang Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting padi merupakan jenis tanaman yang berakar peradaban.

Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM. [1] Hasil dari pengolahan padi merupakan jenis tanaman yang berakar dinamakan beras.

Daftar isi • 1 Ciri-ciri • 2 Reproduksi • 3 Genetika dan pemuliaan • 3.1 Keanekaragaman genetik • 3.2 Keanekaragaman budidaya • 3.2.1 Padi gogo • 3.2.2 Padi rawa • 3.3 Keanekaragaman tipe beras/nasi • 3.3.1 Padi pera • 3.3.2 Ketan • 3.3.3 Padi wangi • 4 Aspek budidaya • 4.1 Hama dan penyakit • 5 Pengolahan gabah menjadi nasi • 6 Produksi padi dan perdagangan dunia • 7 Aspek budaya dan bahasa • 8 Lihat pula • 9 Referensi • 10 Pranala luar Ciri-ciri [ sunting - sunting sumber ] Padi termasuk dalam suku padi-padian atau poaceae.

Terna semusim, berakar serabut, batang sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang daun sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk lanset,warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang, bagian bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula, tipe buah bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuknya hampir bulat hingga lonjong, ukuran 3 mm hingga 15 mm, tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam, struktur dominan padi yang biasa dikonsumsi yaitu jenis enduspermium.

Reproduksi [ sunting - sunting sumber ] Setiap bunga padi memiliki enam kepala sari (anther) dan kepala putik (stigma) bercabang dua berbentuk sikat botol. Kedua organ seksual ini umumnya siap bereproduksi dalam waktu yang bersamaan. Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma jika telah masak. Dari segi reproduksi, padi merupakan tanaman berpenyerbukan sendiri, karena 95% atau lebih serbuk sari membuahi sel telur tanaman yang sama.

Setelah pembuahan terjadi, zigot dan inti polar yang telah dibuahi segera membelah diri. Zigot berkembang membentuk embrio dan inti polar menjadi endosperm.

Pada akhir perkembangan, sebagian besar bulir padi mengadung pati dibagian endosperm. Bagi tanaman muda,pati dimanfaatkan sebagai sumber gizi. Genetika dan pemuliaan [ sunting - sunting sumber ] Satu set genom padi terdiri atas 12 kromosom. Karena padi adalah tanaman diploid, maka setiap sel padi memiliki 12 pasang kromosom (kecuali sel seksual). Padi merupakan organisme model dalam kajian genetika tumbuhan karena dua alasan: kepentingannya bagi umat manusia dan ukuran kromosom yang relatif kecil, yaitu 1.6~2.3 × 10 8 pasangan basa ( base pairs, bp).

[2] Sebagai tanaman model, genom padi telah di sekuensing, seperti juga genom manusia. Perbaikan genetik padi telah berlangsung sejak manusia membudidayakan padi. Dari hasil tindakan ini orang mengenal berbagai macam ras lokal, seperti 'Rajalele' dari Klaten atau 'Pandanwangi' dari Cianjur di Indonesia atau ' Basmati' dari India utara.

Orang juga berhasil mengembangkan padi lahan kering ( padi gogo) yang tidak memerlukan penggenangan atau padi rawa yang mampu beradaptasi terhadap kedalaman air rawa yang berubah-ubah. Di negara lain dikembangkan pula berbagai tipe padi. Pemuliaan padi secara sistematis baru dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filipina sebagai bagian dari gerakan modernisasi pertanian dunia yang dijuluki sebagai Revolusi Hijau. Sejak saat itu muncullah berbagai kultivar padi dengan daya hasil tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

Dua kultivar padi modern pertama adalah 'IR5' dan 'IR8' (di Indonesia diadaptasi menjadi 'PB5' dan 'PB8'). Walaupun hasilnya tinggi tetapi banyak petani menolak karena rasanya tidak enak (pera). Selain itu, terjadi wabah hama wereng coklat pada tahun 1970-an. Ribuan persilangan kemudian dirancang untuk menghasilkan kultivar dengan potensi hasil tinggi dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit padi. Pada tahun 1984 pemerintah Indonesia pernah meraih penghargaan dari PBB ( FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi hingga dalam waktu 20 tahun dapat berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras.

Prestasi ini tidak dapat dilanjutkan dan baru kembali pulih sejak tahun 2007. Hadirnya bioteknologi dan rekayasa genetika pada tahun 1980-an padi merupakan jenis tanaman yang berakar perbaikan kualitas nasi.

Sejumlah tim peneliti di Swiss mengembangkan padi transgenik yang mampu memproduksi toksin bagi hama pemakan bulir padi dengan harapan menurunkan penggunaan pestisida.

IRRI, bekerja sama dengan beberapa lembaga lain, merakit " Padi emas" ( Golden Rice) yang dapat menghasilkan provitamin A pada berasnya, yang diarahkan bagi pengentasan defisiensi vitamin A di berbagai negara berkembang. Suatu tim peneliti dari Jepang juga mengembangkan padi yang menghasilkan toksin bagi bakteri kolera. [3] Diharapkan beras yang dihasilkan padi ini dapat menjadi alternatif imunisasi kolera, terutama di negara-negara berkembang.

Sejak tahun 1970-an telah diusahakan pengembangan padi hibrida, yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Karena biaya pembuatannya tinggi, kultivar jenis ini dijual dengan harga lebih mahal daripada kultivar padi yang dirakit dengan metode lain. Selain perbaikan potensi hasil, sasaran pemuliaan padi mencakup pula tanaman yang lebih tahan terhadap berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) dan tekanan (stres) abiotik (seperti kekeringan, salinitas, dan tanah masam).

Pemuliaan yang diarahkan pada peningkatan kualitas nasi juga dilakukan, misalnya dengan perancangan kultivar mengandung karoten (provitamin A). Keanekaragaman genetik [ sunting - sunting sumber ] Hingga sekarang ada dua spesies padi yang dibudidayakan manusia secara massal: Padi merupakan jenis tanaman yang berakar sativa yang berasal dari Asia dan O.

glaberrima yang berasal dari Afrika Barat. Pada awal mulanya Oryza sativa dianggap terdiri dari dua subspesies, indica dan japonica (sinonim sinica). Padi japonica umumnya berumur panjang, postur tinggi namun mudah rebah, lemmanya memiliki "ekor" atau "bulu" ( Ing. awn), bijinya cenderung membulat, dan nasinya lengket. Padi indica, sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, lemmanya tidak ber-"bulu" atau hanya pendek saja, dan bulir cenderung oval sampai lonjong. Walaupun kedua anggota subspesies ini dapat saling membuahi, persentase keberhasilannya tidak tinggi.

Contoh terkenal dari hasil persilangan ini adalah kultivar 'IR8', yang merupakan hasil seleksi dari persilangan japonica (kultivar 'Deegeowoogen' dari Formosa) dengan indica (kultivar 'Peta' dari Indonesia). Selain kedua varietas ini, dikenal varietas minor javanica yang memiliki sifat antara dari kedua tipe utama di atas. Varietas javanica hanya ditemukan di Pulau Jawa. Kajian dengan bantuan teknik biologi molekular sekarang menunjukkan bahwa selain dua subspesies O. sativa yang utama, indica dan japonica, terdapat pula subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus (padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasang-surut/rawa dari Bangladesh), ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari Asia Selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal).

Pengelompokan ini dilakukan menggunakan penanda RFLP dibantu dengan isozim. [4] Kajian menggunakan penanda genetik SSR terhadap genom inti sel dan dua lokus pada genom kloroplas menunjukkan bahwa pembedaan indica dan japonica adalah mantap, tetapi japonica ternyata terbagi menjadi tiga kelompok khas: temperate japonica (" japonica daerah sejuk" dari Cina, Korea, dan Jepang), tropical japonica (" japonica daerah tropika" dari Nusantara), dan aromatic.

Subspesies aus merupakan kelompok yang terpisah. [5] Berdasarkan bukti-bukti evolusi molekular diperkirakan kelompok besar indica dan japonica terpisah sejak ~440.000 tahun yang lalu dari suatu populasi spesies moyang O. rufipogon. [5] Domestikasi padi terjadi di titik tempat yang berbeda terhadap dua kelompok yang sudah terpisah ini.

Berdasarkan bukti arkeologi padi mulai dibudidayakan (didomestikasi) 10.000 hingga 5.000 tahun sebelum masehi. [6] Keanekaragaman budidaya [ sunting - sunting sumber ] Tabel beberapa varietas padi. Padi gogo [ sunting - sunting sumber ] Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.Biasanya di daerah yang hanya bisa bercocok tanam padi gogo menggunakan model Tumpang Sari.

Sistem Tumpang sari yaitu dalam sekali tanam tidak hanya menanam padi, akan tetapi juga tanaman lain dalam satu lahan. Padi gogo biasanya di tumpang sari dengan jagung atau Ketela Pohon. Padi rawa [ sunting - sunting sumber ] Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa.

Selain di Kalimantan, padi tipe ini ditemukan di lembah Sungai Gangga. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman. Keanekaragaman tipe beras/nasi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Beras Padi pera [ sunting - sunting sumber ] Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat.

Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen.

Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya. Ketan [ sunting - sunting sumber ] Ketan ( sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya.

Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat. Padi wangi [ sunting - sunting sumber ] Padi wangi atau harum ( aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras 'Cianjur Pandanwangi' (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan 'rajalele'. Kedua kultivar ini adalah varietas javanica yang berumur panjang.

Di luar negeri orang mengenal padi biji panjang ( long grain), padi biji pendek ( short grain), risotto, padi susu umumnya menggunakan metode silsilah. Salah satu tahap terpenting dalam pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar 'IR5' dan 'IR8', yang merupakan padi pertama yang berumur pendek namun berpotensi hasil tinggi. Ini adalah awal revolusi hijau dalam budidaya padi. Berbagai kultivar padi berikutnya umumnya memiliki 'darah' kedua kultivar perintis tadi.

tes Aspek budidaya [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Budi daya padi dan Sejarah budi daya padi Teknik budidaya padi telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi. • Budidaya padi sawah (Ing. paddy atau paddy field), diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok.

• Budidaya padi lahan kering, dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah. • Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan. • Budidaya gogo rancah atau disingkat gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering.

Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya memiliki musim hujan singkat. Setiap sistem padi merupakan jenis tanaman yang berakar memerlukan kultivar yang adaptif untuk masing-masing sistem. Kelompok kultivar padi yang cocok untuk lahan kering dikenal dengan nama padi gogo. Secara ringkas, bercocok tanam padi mencakup persemaian, pemindahan atau penanaman, pemeliharaan (termasuk pengairan, penyiangan, perlindungan tanaman, serta pemupukan), dan panen.

Aspek lain yang penting namun bukan termasuk dalam rangkaian bercocok tanam padi adalah pemilihan kultivar, pemrosesan biji dan penyimpanan biji. Hama dan penyakit [ sunting - sunting sumber ] Hama-hama penting • Penggerek batang padi merupakan jenis tanaman yang berakar putih ("sundep", Scirpophaga innotata) • Penggerek batang padi kuning ( S. incertulas) • Wereng batang punggung putih ( Sogatella furcifera) • Wereng coklat ( Nilaparvata lugens) • Wereng hijau ( Nephotettix impicticeps) • Lembing hijau ( Nezara viridula) • Walang sangit ( Leptocorisa oratorius) • Ganjur ( Pachydiplosis oryzae) • Lalat bibit ( Arterigona exigua) • Ulat tentara/Ulat grayak ( Spodoptera litura dan S.

exigua) • Tikus sawah ( Rattus argentiventer) Penyakit-penyakit penting • blas ( Pyricularia oryzae, P. grisea) • hawar daun bakteri (" kresek", Xanthomonas oryzae pv.

oryzae) Pengolahan gabah menjadi nasi [ sunting - sunting sumber ] Mesin huler gabah beras. Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah dipisahkan dari jerami padi. Pemisahan dilakukan dengan memukulkan seikat padi sehingga gabah terlepas atau dengan bantuan mesin pemisah gabah. Gabah yang terlepas lalu dikumpulkan dan dijemur. Pada zaman dulu, gabah tidak dipisahkan lebih dulu dari jerami, dan dijemur bersama dengan merangnya.

Penjemuran biasanya memakan waktu tiga sampai tujuh hari, tergantung kecerahan penyinaran matahari. Penggunaan mesin pengering jarang dilakukan. Istilah " Gabah Kering Giling" (GKG) mengacu pada gabah yang telah dikeringkan dan siap untuk digiling. (Lihat pranala luar). Gabah merupakan bentuk penjualan produk padi untuk keperluan ekspor atau perdagangan partai besar. Gabah yang telah kering disimpan atau langsung ditumbuk/digiling, sehingga beras terpisah dari sekam (kulit gabah).

Beras merupakan bentuk olahan yang dijual pada tingkat konsumen.

Hasil sampingan yang diperoleh dari pemisahan ini adalah: • sekam, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, • merang, tangkai padi merupakan jenis tanaman yang berakar kering; digunakan sebagai Jerami atau bahan kerajinan, • bekatul, yakni serbuk kulit ari beras; digunakan sebagai bahan makanan tambahan yang kaya akan vitamin B, dan • dedak, campuran bekatul kasar dengan serpihan sekam yang kecil-kecil; untuk makanan ternak.

Beras dapat di kukus atau di tim agar menjadi nasi yang siap dimakan. Beras atau ketan yang ditim dengan air berlebih akan menjadi bubur. Pengukusan beras dapat juga dilakukan dengan pembungkus, misalnya dengan anyaman daun kelapa muda menjadi ketupat, dengan daun pisang menjadi lontong, atau dengan bumbung bambu yang disebut lemang (biasanya dengan santan).

Beras juga dapat diolah menjadi minuman penyegar ( beras kencur) atau obat balur untuk mengurangi rasa pegal ( param). Produksi padi dan perdagangan dunia [ sunting - sunting sumber ] Bagian ini memerlukan aktualisasi Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat Tiongkok (28% dari total produksi dunia), India (21%), dan Indonesia (9%).

Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brasil (3%).Produksi padi Indonesia pada 2006 adalah 54 juta ton, kemudian tahun 2007 adalah 57 juta ton (angka ramalan III), meleset dari target semula yang 60 juta ton akibat terjadinya kekeringan yang disebabkan gejala ENSO.

Produsen padi terbesar — 2011 (juta metrik ton) Republik Rakyat Tiongkok 201 India 158 Indonesia 66 Bangladesh 51 Vietnam 42 Thailand 35 Myanmar 29 Filipina 17 Brasil 13 Pakistan 9 Total Dunia 723 Sumber: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)[ http://faostat.fao.org/site/339/default.aspx Aspek budaya dan bahasa [ sunting - sunting sumber ] Padi merupakan bagian penting dalam budaya masyarakat Asia Tenggara dan Asia Timur.

Masyarakat setempat mengenal filosofi ilmu padi.

Sejumlah peribahasa juga melibatkan padi, misalnya • Padi ditanam tumbuh lalang • Padi masak, jagung mengupih • Bagai ayam mati di lumbung padi Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Gabah • Beras • Nasi • Bercocok tanam padi • Wikidata: Q161426 • Wikispecies: Oryza sativa • APDB: 52132 • APNI: 57458 • BioLib: 42781 • Calflora: 5998 • Ecocrop: 1574 • EoL: 1115098 • EPPO: ORYSA • EUNIS: 192867 • FloraBase: 499 • FoAO2: Oryza sativa • FoC: 200025789 • GBIF: 2703459 • GrassBase: imp06801 • GRIN: 26077 • iNaturalist: 61381 • IPNI: 316812-2 • IRMNG: 10706953 • ITIS: 41976 • NAS: 1123 • NCBI: 4530 • NZOR: 2dd51451-1dea-4b9e-b6e9-ce0ed6ebe63f • PalDat: Oryza_sativa • Plant List: kew-426698 • PLANTS: ORSA • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:316812-2 • Tropicos: 25509797 • uBio: 5402889 • WCSP: 426698 • WFO: wfo-0000882438 Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Shadily, Hassan.

Ensiklopedi Indonesia. Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. Jakarta, 1984. Hal. 2503 • ^ situs Gramene.org • ^ Focus 25, 2007 • ^ Glaszmann, J.C. 1987. Isozymes and classification of asian rice varieties. Theor. Appl. Genet.

74:21—30. • padi merupakan jenis tanaman yang berakar a b Garris, A.J. (2004). "Genetic structure and diversity in Oryza sativa L". Genetics. 169: 1631–1638. doi: 10.1534/genetics.104.035642. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Parameter -access-date= membutuhkan -url= ( bantuan) • ^ Zohary D., Hopf, M.

2000. Domestication of plants in the old world. Oxford University Press, Oxford. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI) • Dokumen pendukung artikel ini • Contoh pengaturan harga gabah di Indonesia Diarsipkan 2006-03-09 di Wayback Machine. • International Rice Genome Sequencing Project, The map-based sequence of the rice genome. Nature 436, 793-800 (11 August 2005) ( Onlinetext) • (Inggris) The Rice Annotation Project Database (RAP-DB): hub for Oryza sativa ssp.

japonica genome information. • (Inggris) The map-based sequence of the rice genome. Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman yang menggunakan rujukan dengan accessdate dan tanpa URL • Artikel dengan format mikro 'spesies' • Semua regnum plantae • Halaman dengan berkas rusak • Taxonbar dengan 25–29 ID takson • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 22 Desember 2021, pukul 08.18.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

tips dan cara merangsang pertumbuhan padi agar tumbuh subur




2022 charcuterie-iller.com