Orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari yang merupakan sumber syariat islam, Rasulullah bercerita bahwa suatu ketika dirinya pernah bermimpi berhijrah dari Makkah ke ke suatu kota yang memiliki banyak pohon kurma.

Pada saat itu, Rasulullah mengira bahwa kota tersebut adalah Yamamah atau Hajar. Namun dugaan Rasulullah meleset, ternyata tempat yang dipilih untuk tempat hijrah adalah Madinah Yatsrib. Lalu apa sebetulnya yang menyebabkan Madinah dipilih sebagai tempat untuk berhijrah Rasulullah dan umat Islam secara keseluruhan dan berhubungan dengan sejarah kota Mekkah dalam islam?

Perintah Allah sudah pasti menjadi alasan utama. Rasulullah tidak akan berhijrah kecuali atas perintah Allah. Bahkan Allah melalui malaikat Jibril juga sudah menentukan waktu Rasulullah berhijrah ke Madinah, yaitu tengah malam. Di saat para elit kaum kafir Quraisy yang mengepung rumah Rasulullah untuk menghabisinya lengah. Dipilihnya Madinah sebagai tempat berhijrah juga tidak lepas dari beberapa penduduk Madinah yang sudah berbaiat kepada Rasulullah atau melakukan hukum berada dengan Rasulullah, dalam Baiat Aqabah pertama dan kedua.

Tentu itu menjadi modal bagus bagi Rasulullah dan umat Islam. Namun selain dua hal itu, mungkin saja ada hal-hal lainnya yang menyebabkan mengapa Madinah yang dipilih sebagai tempat berhijrah.

Mengapa tidak kota-kota lainnya? Mengapa Madinah? Dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadits-hadits Shahih (M Quraish Shihab, 2018) sebagai dasar hukum islam, disebutkan bahwa dipilihnya Madinah sebagai tempat hijrah karena kota tersebut memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan kota lainnya.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

• Penduduknyamemiliki sikap ramah Pertama, penduduknya memiliki sikap ramah dan memahami keutamaan belajar di masjid. Suku Aus dan Khazraj yang mukim di Madinah sebetulnya berasal dari Yaman. Sementara orang-orang Yaman dikenal sebagai orang yang memiliki budi yang halus dan perasaan yang lembut.

“ Penduduk Yaman datang kepadamu. Mereka itu lembut hati dan halus perasaan,” kata Rasulullah ketika rombongan dari Yaman mengunjunginya usai Perang Khaibar. • Memilikipengalaman berperang Kedua, penduduk Madinah memiliki pengalaman berperang.

Suku Ausdan suku Khazraj, ditambah komunitas Yahudi Madinah, ‘tidak pernah akur’. Dalamsejarahnya, mereka kerap kali melancarkan peperangan antara satu suku denganyang lainnya. Peperangannya tidak hanya setahun dua tahun, tapi berlangsungsecara bertahun-tahun. Tercatat ada sekitar 10 kali peperangan yang dilaluisuku-suku di Madinah.

Perang Samir menjadi awal, sementara Perang Bu’atsmenjadi perang terakhir. Perang Bu’ats merupakanperang terbesar dan terjadi lima tahun sebelum Rasulullah berhijrah. KetikaRasulullah dan Islam datang, masyarakat Madinah menjadi bersatu dan tidakperang saudara lagi. Perlu diketahui, pengalaman berperang ini menjadi sesuatuyang penting untuk menjaga ajaran agama Islam. • Rasulullahmemiliki hubungan darah dengan penduduk Madinah Ketiga, Rasulullah memiliki hubungan darah dengan pendudukMadinah.

Pada saat kecil, Rasulullah pernah diajak ibundanya Sayyidah Aminahuntuk berkunjung ke Madinah. Pada kesempatan itu, Sayyidah Aminah mengajakRasulullah untuk berziarah ke makam Sayyidina Abdullah, suaminya dan ayahandaRasulullah.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Di samping itu, Sayyidah Aminah juga mengajak Rasulullah berkunjungke sanak saudaranya di Madinah, Bani Najjar. • Letak Madinahyang strategis Keempat, letak Madinah yang strategis. Madinah memiliki letakgeografis yang strategis. Bagaimana tidak, di sebelah timur dan barat Madinahmerupakan sebuah wilayah yang terjal.

Terdiri dari dataran tinggi, dataranrendah yang penuh dengan bebatuan yang keras sehingga menyulitkan siapapun–terutama musuh- untuk memasuki kota Madinah. Hanya dari sisi utaraMadinah yang menjadi wilayah terbuka. Maka tidak heran ketika terjadi PerangKhandaq, Salman al-Farisi mengusulkan kepada Rasulullah agar umat Islam membuatparit di sepanjang wilayah utara Madinah.

Tujuannya adalah untuk menghalangimusuh masuk ke kota Madinah. Tentang kota Madinah Merujuk buku Madinah: Kota Suci, Piagam Madinah, danTeladan Nabi Muhammad saw. (Zuhairi Misrawi, 2009), Madinah merupakansebuah kota yang dibentuk atau dibangun oleh orang-orang yang melarikan diri(eksodus) dari tempat asalnya, entah disebabkan konflik atau pun ekonomi.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

• Awal mula orang-orang datang ke wilayah Madinahadalah pengikut Nabi Nuh as Madinah atau Yatsribmemiliki sejarah yang panjang. Konon, awal mula orang-orang datang ke wilayahMadinah adalah pengikut Nabi Nuh as. yang selamat dari bencana banjir yang mahadahsyat.

Setelah satu tahun 10 hari berada di atas kapal Nabi Nuh as dan banjirsurut, mereka yang selamat ada yang bepergian ke wilayah Madinah. Diantara darimereka adalah Yatsrib bin Qaniyah bin Mahlail bin Iram bin Abil bin Iwadh binIram bin Sam bin Nuh as. Diperkirakan kejadian itu terjadi pada tahun 2600 SM. • Dikenal sebagai kota Yatsrib Maka akhirnya tempattersebut dikenal sebagai kota Yatsrib, dan kemudian Rasulullah mengganti namakota Yatsrib menjadi Madinah ketika beliau hijrah ke kota tersebut.

Rasulullahtinggal di Madinah selama 10 tahun. Sama seperti Makkah, Madinah juga kota yangistimewa bagi Rasulullah secara personal. Dalam sebuah kesempatan Rasulullahpernah berdoa: Ya Allah anugerahilah pahala yang berlipat ganda di Madinah,sebagaimana Engkau telah memberikan berkah di Makkah. Dalil yang menguatkan tentang hijrah umat muslim ke Madinah Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) .Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamutidak dapat mempersatukan hati mereka, akantetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.

Sesungguhnya Dia MahaGagah lagi Maha Bijaksana.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

{INSERTKEYS} [Al Anfaal (8): 63] Penduduk Madinah yangterdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.whijrah ke Madinah.

Setelah mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang. • وَإِن كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَمِنْهَا ۖ وَإِذًا لَّا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri(Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscayasepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja.

[Al Israa’(17): 76] Maksudnya: kalau sampaiterjadi Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidakakan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka.

Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukankarena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintahAllah. • إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِيأَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚقَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖوَسَاءَتْ مَصِيرًا Sesungguhnya orang-orangyang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri , (kepadamereka) malaikat bertanya : “ Dalamkeadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yangtertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam ituseburuk-buruk tempat kembali.

[An Nisaa’ (4): 97] Yang dimaksud dengan orangyang menganiaya diri sendiri disini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Merekaditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perangBadar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.

• وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِمُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَىاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗوَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا Barangsiapa berhijrah di jalanAllah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak.

Barangsiapa keluardari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudiankematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telahtetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi MahaPenyayang. [An Nisaa’ (4): 100] • الر ۚ كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَالنَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِالْحَمِيدِ (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkanmanusia dari gelap gulita kepada cahayaterang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan TuhanYang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

[Ibrahim (14): 1] Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya(iman).

Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialahsyaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran).Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [Al Baqarah(2): 257] Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkanampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkankamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia MahaPenyayang kepada orang-orang yang beriman.

[Al Ahzab (33): 43] (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allahyang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orangyang beriman dan beramal saleh darikegelapan kepada cahaya. [Ath Thalaq (65): 11] Nah sobat itulah kisahumat islam mengenai hijrahnya umat muslim ke Madinah, sampai jumpa di artikelberikutnya, terima kasih. . • News • Nasional • Internasional • Megapolitan • Finance • Keuangan • Makro • Bisnis • Sport • Soccer • All Sport • Lifestyle • Music • Film • Health • Seleb • Muslim • Travel • Otomotif • Techno • Multimedia • Video • Photo • Infografis • Indeks • Daerah • Aceh • Sumut • Sumsel • Jabar • Jateng • Yogya • Jatim • Bali • Kalbar • Sulsel • Babel • Lampung • Maluku • Papua • Sumbar • NTB • Sulut • Kalteng • Kalsel • Kaltim • Regional • • BACA JUGA: Khutbah Jumat Menyambut Bulan Muharram, Saatnya Hijrah Menuju Kebaikan Setelah itu, Allah SWT menyuruhnya untuk hijrah, maka Nabi Muhammad SAW pun melaksanakan Hijrah ke Madinah.

Awalnya, pada tahun 620 M Nabi Muhammad SAW bertemu enam orang Yastrib (Madinah) dari Kabilah Khazraj yang berziarah ke Mekah. BACA JUGA: Keutamaan Bulan Muharram, Peristiwa dan Amalan istimewanya Pada tahun 621 M, seorang muslim Yatsrib beserta 6 orang teman yang lain sebagai utusan Kabilah Khazraj dan Aus mendatangi Nabi Muhammad SAW.

Keenam orang tersebut masuk Islam dan melakukan perjanjian di tempat yang bernama Aqabah. Isi perjanjiannya: “Kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain. Kami tidak akan mencuri, berzina, dan membunuh anak-anak. Kami tidak akan saling memfitnah dan kami tidak akan mendurhakai Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, pada 622 M, orang-orang Yatsrib datang lagi dengan maksud mengadakan perjanjian Aqabah 2 sekaligus mengundang Nabi Muhammad SAW untuk berhijrah ke Yatsrib.

Perjanjian Aqabah 2, diikuti 75 orang Ya¡rib dan Nabi Muhammad SAW yang didampingi pamannya, Hamzah. {/INSERTKEYS}

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Goa Tsur di Makkah, Arab Saudi menjadi saksi bisu saat Nabi Muhammad SAW dan sahabat Abu bakar Ash Shiddiq bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy. (Foto: Okezone) Isi perjanjian sama dengan yang sebelumnya, tetapi jumlah peserta yang memeluk agama Islam semakin banyak.

Dalam dua kali perjanjian yang terjadi, Nabi Muhammad SAW mendapatkan kesan bahwa Islam telah siap berkembang pesat di Yatsrib. Kenyataan ini membuat Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada para sahabatnya untuk sembunyi-sembunyi hijrah dari Mekah ke Madinah.

Sedangkan Nabi SAW dan beberapa sahabatnya masih tinggal di Mekah bersama Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib. Nabi SAW menunggu turunnya ayat dari Allah untuk pergi hijrah. Editor : Kastolani Marzuki
Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan bagaimana memperlakukan orang lain dengan cinta sehingga beliau dicintai para sahabatnya baik di Makkah maupun ketika hijrah ke Madinah.

Al-Habib Ali Zaenal Abidin bin Alwi Al-Kaff (Pimpinan Pondok Pesantren Ribath, Garut) mengatakan, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah sosok terbaik dalam kepemimpinan maupun persahabatan. (Baca Juga: Umat Islam Harus Terus Jaga Persaudaraan dan Persatuan) "Persaudaraan adalah hal paling penting di dalam Islam.

Syarat dari persaudaraan satu sama lain adalah kecintaan (mahabbah). Abu Dzar Al-Ghifari sampai rela mencari dan mengejar sosok Rasulullah.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Kemudian Rasulullah mendoakan sahabat ini," kata Habib Ali Zaenal Abidin Al-Kaff ketika mengisi tausiyah di salah satu televisi swasta. Betapa beruntung mereka yang bersahabat dengan baginda Rasulullah karena bisa langsung melihat, menyapa, meminta petunjuk, dan menemani Rasulullah dalam mengemban dakwah Islamiyah. Ketika Hijrah dari Makkah dan tiba di Madinah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم melakukan 3 hal: 1.

Mempersaudarakan antara Kaum Muhajirin dan Anshar. 2. Membangun Masjid. 3. Membuat Peraturan. Sebelum Rasulullah صلى الله عليه وسلم membangun masjid, yang pertama dilakukan beluau adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin (penduduk Makkah yang ikut hijrah ke Madinah) dan kaum Anshar (penduduk asli Madinah).

Sebelum Rasulullah membuat peraturan, yang pertama dilakukan adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. "Sebelum adanya tempat, ada mahabbah (kecintaan). Itu yang pertama dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena persahabatan adalah hal yang sangat penting," papar Habib Ali Zaenal Abidin. Habib Ali Zaenal mengatakan, hidup itu tidak terasa.

Ada yang sudah 20 tahun, 30 tahun. Tidak terasa sudah punya anak. Hidup ini hanya sementara, tapi setan membuat kita terlena dan melupakan kematian.

Orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengatur hidupnya dan dia melakukan amaliyah dan berpikir apa yang bisa saya dapat. Sahabat bisa memberikan syafa'at. "Semoga kita semua masuk ke surga-nya Allah. Nanti ketika di surga kita tidak menemukan sahabat kita, kita bertanya di mana dia yang biasa bareng saya ke masjid? Lalu Allah bertanya di mana dia? Na'udzubillaah di neraka. Lalu ia dikeluarkan dan dimasukkan ke surga dengan syafa'at sahabatnya," terang Habib Ali Zaenal Abidin.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ "Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai." (HR Al-Bukhari) Ketika kita mencintai sahabat kita orang yang baik, insya Allah akan dikumpulkan bersama mereka.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

(Baca Juga: Kisah Si Kaya dan Orang yang Memutus Silaturrahim) وَلَا صَدِيۡقٍ حَمِيۡمٍ‏ "Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab." (QS Asy-Syu'ara Ayat 101) Karena itu bersahabatlah dengan sahabat yang baik, karena sahabat yang baik bisa memberikan syafa'at. Artinya orang lain bisa mempengaruhi apa yang kita akan dapatkan nanti. Para penghafal Qur'an bisa memberikan syafa'at. Orang saleh bisa memberikan syafa'at.

Malaikat bisa memberikan syafa'at. Tapi sebaik-baik syafa'at adalah syafa'atnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Semoga tausiyah ini dapat melembutkan hati kita betapa persaudaraan di antara kaum muslim adalah hal yang sangat agung.

Jika kita berbeda pandangan, berbeda pendapat dengan yang lain, cukuplah kita orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah dan tetaplah mendoakannya. Jangan sampai lisan kita mencela apalagi memusuhinya.

Sebab, Allah Ta'ala mencintai orang-orang yang pemaaf dan suka memaafkan. (Baca Juga: Hari Kiamat Pasti Datang, Ini Pesan Habib Ali Zaenal Al-Kaff) Wallahu A'lam • rasulullah saw • nabi muhammad saw • hijrah rasulullah • persaudaraan islam • habib ali zaenal abidin alkaff • 4 Amalan agar Panjang Umur, Nomor Terakhir Paling Dekat dengan Keluarga • Kemuliaan Sejati Bagi Para Pemaaf • Ramadhan dan Restorasi Kehidupan: Harus Melahirkan Akhlak yang Baik • Kisah Curhat Pemuda pada Rasulullah yang Tengah Dilanda jatuh Cinta • Inilah Doa yang Diamalkan 6 Nabi saat Hati Gelisah • Kisah Sayyidah Raihanah, Ketika Harus Memilih Jadi Budak atau Istri Rasulullah SAW • Kisah Penolakan Ali Bin Abu Thalib Tatkala Abu Bakar Dilantik Jadi Khalifah REKOMENDASI • Ketika Malaikat Melempar Dua Jin Utusan Nabi Sulaiman • Pandangan Habib Umar Bin Hafidz Terkait Larangan Salat Jumat • Nasihat Indah Habib Umar tentang Pernikahan • 8 Pesan Habib Umar Bin Hafizh pada Malam Nishfu Syaban • Ibu Kaum Mukmin, Gus Baha: Kita Berutang Banyak kepada Sayyidah Aisyah • Kisah Nabi Musa dan Anak yang Saleh, Pemilik Sapi Betina Dari Abdurrahman bin 'Auf radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta bersungguh-sungguh menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya.

Maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka. (HR. Ahmad 1:191) Ilustrasi orang pertama hijrah ke Madinah. PWMU.CO– Orang pertama hijrah ke Madinah adalah Abu Salamah alias Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal. Awalnya dia ikut hijrah ke Habasyah. Setelah lima tahun di Afrika dia memutuskan pulang kembali ke Mekkah.

Buku Kisah Dramatik Hijrah menceritakan, tiba di Mekkah, dia bersama anak istrinya menemui Nabi Muhammad saw untuk meminta perlindungan dari orang kafir Mekkah.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Namun Rasulullah tidak bisa memberikan perlindungan. Karena waktu itu Nabi juga di bawah perlindungan Abbas bin Abdul Muththalib dan kaumnya. Dia kembali kepada kaum kerabatnya. Tapi diejek, dihina, dan dilecehkan sebagai pengungsi yang gagal. Hidup di Mekkah terasa tak nyaman. Tebersit ingin balik lagi ke Abesinia.

Tapi di tahun itu dia tertarik menyaksikan sekelompok orang Yatsrib menerima Islam waktu musim haji. Dia hubungi mualaf Yatsrib itu. Abu Salamah lantas mengutarakan niat hijrah kepada Nabi. Ternyata Nabi mengizinkan. Segera menyampaikan kepada istrinya, Hindun Ummu Salamah yang langsung mendukungnya. Persiapan dilakukan. Mengumpulkan bekal dan mencari unta yang baik. Ketika bekalnya sudah siap, dia naikkan istri dan anaknya ke punggung unta.

Setelah kondisi aman, diam-diam segera Abu Salamah dan keluarganya keluar rumah menuntun untanya menapaki jalan menuju Yatsrib. Peristiwa ini setahun sebelum terjadinya baiat Aqabah.

Jadi Abu Salamah orang pertama yang merintis jalan hijrah ke Yatsrib sebelum terjadi perintah untuk hijrah besar-besaran. Dihadang Kerabat Tapi belum jauh berjalan, kerabat istrinya dari Bani Mughirah memergokinya. Segera saja mereka menyusul dan menghadang. ”Jiwamu telah mengalahkan kami,” sergah orang dari Bani Mughirah. Mereka tak rela kerabatnya, Ummu Salamah, dibawa pergi. Maka Ummu Salamah dan anaknya diturunkan paksa.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Tentu saja Ummu Salamah meronta-ronta. Namun cengkeraman tangan para kerabatnya sangat kuat sehingga tidak dapat lepas. Kejadian ini didengar oleh kerabat Abu Salamah dari Bani Abdul Asad. Dengan marah, mereka segera mendatangi tempat keributan itu dan menantang Bani Mughirah. Sekarang anak mereka, Salamah, ditarik kerabat Abu Salamah dibawa pergi. Ummu Salamah tersayat hatinya melihat anaknya menangis sambil meronta dalam dekapan kerabat Bani Abdul Asad yang membawanya pergi makin jauh ke permukimannya.

Dia sendiri menangis pilu dibawa pergi ke rumah kerabatnya meninggalkan suaminya yang memandanginya dengan tatapan nanar. Kini Abu Salamah tinggal sendiri. Sepi. Hanya ditemani untanya di padang pasir yang sunyi di tepian kota Mekkah. Hatinya teriris-iris. Air matanya meleleh. Betapa tidak berdayanya dia. Istrinya diambil kerabatnya. Begitu pula nasib anaknya. Tragisnya dia tidak kuasa mencegah.

Dikuatkan hatinya untuk pergi sendiri ke Yatsrib. Dialah orang pertama hijrah ke Yatsrib. Tangisan di Padang Pasir Setelah peristiwa itu Ummu Salamah tidak henti-hentinya menangis di rumah kerabatnya. Setiap pagi dia keluar rumah pergi ke Abthah, di pinggiran Mekkah. Menatap padang pasir orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah jauh.

Berharap-harap suaminya muncul. Ketika yang diharapkan tak ada dia menangis. Sore hari baru dia pulang. Seperti itu terus yang dia lakukan tiap hari hingga hampir setahun. Ratapan kesedihannya akhirnya menyentuh hati pamannya.

Pamannya meminta kerabat Bani Mughirah dan Bani Abdul Asad mengumpulkan ibu dan anak ini. Lantas izinkan menyusul suaminya ke Yatsrib. ”Bila kamu mau, susullah suamimu,” kata pamannya. Ummu Salamah girang hatinya. Kesedihannya langsung terkikis, sirna dari hatinya.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Pikirannya jadi sangat terang menghapus kesayuan matanya. Sewaktu perbekalan sudah siap, Ummu Salamah menaiki untanya. Diletakkan anaknya dalam pangkuannya. Dengan langkah ringan, dia pacu untanya melewati jalan menuju Yatsrib.

Dialah wanita yang berani berangkat sendirian bersama anak kecilnya menembus padang pasir demi Islam dan keluarganya menempuh perjalanan 498 km. Kira-kira butuh waktu sepekan untuk sampai ke tujuan. Ketika tiba di Tan’im, dia bertemu dengan Usman bin Talhah, orang Quraisy yang dikenalnya dan belum muslim. ”Kamu hendak kemana, wahai Putri Abu Umaiyah?” tanyanya. ”Aku menyusul suamiku ke Yatsrib,” jawab Ummu Salamah.

”Tidakkah ada orang yang mendampingimu?,” tanya dia lagi. ”Tidak ada kecuali Allah dan anakku ini,” jawab Ummu Salamah. Usman bin Talhah berkata,”Demi Allah, kamu tidak boleh sendirian.” Dia mengambil tali kekang unta Ummu Salamah kemudian menambatkan ke pelana untanya.

Begitulah dia menuntun Ummu Salamah selama dalam perjalanan dengan langkah lebih cepat. Bertemu Suami di Quba Jika memasuki perkampungan mereka istirahat. Sambil mencari informasi keberadaan Abu Salamah.

Sore hari meneruskan perjalanan. Hingga sampailah di sebuah desa tempat bermukim Bani Amir bin Auf di Quba, beberapa kilometer menjelang masuk kota Yatsrib.

Mereka berhenti. Usman menanyakan kepada penduduk apakah Abu Salamah pernah singgah di sini. Dia dapat berita gembira. ”Suamimu ada di desa ini,” kata Usman Ummu Salamah dan anaknya segera menaiki untanya dan memacu masuk ke desa menuju rumah Mubasysyir bin Abdul Mundzir yang menampung suaminya. Setelah orang yang dicari ditemukan, maka berhamburanlah ibu dan anak itu memeluk orang yang dikasihi. Mereka tumpahkan segala kerinduan setelah hampir setahun keluarga ini terpisahkan.

Kepergian Abu Salamah meninggalkan Mekkah hijrah ke Yatsrib mendorong keluarga Amir bin Rabi’ah menyusul jejaknya. Amir sebelumnya juga pernah hijrah ke Abesinia. Dia berangkat bersama istrinya, Lailah binti Abu Hatsmah. Perjalanan hijrah Amir bin Rabiah kali ini tidak banyak halangan. Setelah ini lalu menyusul keluarga dari Abdullah bin Jahsy serta saudara-saudaranya.

Abdullah juga pernah hijrah ke Abesinia. Tiga keluarga perintis hijrah ini juga ditampung oleh keluarga Mubasysyir bin Abdul Mundzir di desa Bani Amr bin Auf di kota Quba.

(*) Penulis/Editor Sugeng Purwanto
Memperlajari orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah nabawiyah tentang awal mula hijrah, dari Mekah ke Madinah sangatlah menarik.

Karena tonggak berkibarnya bendera tauhid berawal dari Kota Madinah. Di Kota Madinah inilah lembaran kejayaan Islam mulai diukir. dari kota inilah pengaruh dakwah Islam mulai menyepakkan sayapnya ke seluruh penjuru dunia. Dari kota ini tercetak banyak sahabat yang tangguh dan komitmen memegang agama Allah. Kota Rasûlullâh (kota Madinah), kota mulia, tempat turunnya wahyu dan turunnya Jibril al-Amîn kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kota yang menjadi tempat kembalinya iman, tempat pertemuan antara kaum Muhâjirîn dan kaum Anshâr. Kota Madinah adalah ibu kota pertama bagi kaum Muslimin. Disanalah dikibarkan bendera jihad di jalan Allâh. Dari kota ini juga pasukan-pasukan pembawa kebenaran bertolak untuk membebaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya kebenaran.

Orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah kota ini, cahaya hidayah memancar sehingga bumi terterangi dengan cahaya hidayah. Itulah kota yang menjadi tujuan hijrah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam Nah pertanyaannya siapa yang pertama kali hijrah ke Madinah?

Pertama, pendapat dari Imam Bukhari, menurut beliau yang pertama kali berangkat hijrah ke Madinah ialah Mush’ab bin Umair dan ‘Abdullah bin Ummi Maktûm. Hal ini bisa dibaca dalam HR al-Bukhâri/al-Fath, 15/118, no. 3924, 3925. Kedua, pendapat dari Ibnu Ishâq dan Ibnu Sa’ad, menurut kedua ulama tersebut yang pertama kali berhijrah ialah Abu Salamah bin al Asad.

Dan Musa bin ‘Uqbah juga memilih pendapat ini. Dari adanya dua pendapat tersebut, seolah-olah bertentangan, namun bagaimana pendapat ulama Ibnu Hajar.

Menurut ulama Ibnu Hajar bahwa, di antara hadits-hadits yang dibawakan penulis kitab al-Maghazi, Syiyar, dan hadits-hadits yang dibawakan oleh Imam al-Bukhâri masih bisa dipertemukan, dengan membawa pengertian “yang pertama kali” pada sisi tertentu.

Yaitu Abu Salamah meninggalkan Makkah tidak dengan niatan menetap di Madinah, namun hanya menghindari penindasan kaum kafir Quraisy. Berbeda dengan Mush’ab yang memang sejak awal berniat menetap di Madinah untuk memberi pengajaran kepada penduduk Madinah atas perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kalau kita pelajari tentang siapa yang pertama hijrah ini, tentunya kita bisa mendapatkan hikmah pelajaran yang sangat berharga. Yang pertama dengan hijrahnya Mush’ab pertama ke Madinah sebagai pendahwah, tentunya ini cara yang tepat untuk menggalang penduduk Madinah untuk mengikuti dahwah Nabi, tentunya kalau sudah mendukung dakwah Nabi dengan sendirinya akan loyalitas menerima kedatangan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga dengan pemaparan yang singkat ini bisa bermanfaat buat kita semuanya.

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

Aamiin. Wallahul-Musta’an. Disclaimers Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen.

Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Allah berfirman dalam surah An-Nahl: 41-42 “Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka didunia.

Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui (yaitu) orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” Rasulullah SAW Hijrah dari Mekkah ke Madinah pada tanggal 12 Robiul Awal tahun pertama hijriyah. Tujuan hijrahnya Nabi Muhammad adalah untuk menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan, ancaman, dan kekerasan kaum Quraisy dan juga agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah.

Ketika agama Islam dapat diterima dengan baik oleh penduduk Yastrib, Nabi Muhammad kemudian mengizinkan umat Islam yang ada di Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib yang saat ini dikenal dengan Madinah.

Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya itu “ Sesungguhnya Allah Azza Wajalla telah menjadikan orang – orang Yastrib sebagai saudara – saudara bagimu dan negeri itu sebagai tempat yang aman bagimu.” Orang – orang Quraisy yang mengetahui akan perkembangan Islam di Yastrib semakin khawatir apabila Nabi Muhammad berkuasa di Yastrib.

Maka para pemuka – pemuka Quraisy melakukan orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah untuk merencanakan tindakan apa yang akan diambil terhadap Nabi, akhirnya mereka memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad demi keselamatan masa depan mereka.

Di malam yang sudah direncakana oleh kaum Quraisy, mereka mengirim kan seorang pemuda pilihan dari setiap sukku Quraisy untuk membunuh Nabi. Namun diwaktu yang bersamaan, Rasulullah menyuruh Ali Bin Abi Thalib untuk menggunakan jubahnya yang berwarna hijau dan tidur di kasur beliau. Rasulullah meminta Ali supaya tinggal dulu di Mekkah untuk beberapa keperluan dan melaksanakan amanat umat sebelum berangkat Hijrah. Para pemuda yang dikirim oleh bangsa Quraisy, mengintip dari celah jendela kea rah kamar Rasulullah dan melihat sosok yang sedang tertidur di kasur.

Merekapun puas karena orang yang diincar belum lari. Menjelang larut malam, Rasulullah keluar rumah menuju kediaman Abu Bakar Ashshiddiq. Beliau keluar melalui jendela pintu belakang kearah selatan ke kota Yaman, tujuannya adalah Gua Tsur. Para pemuda Quraisy yang berencana menyergap rumah Rasulullah, akhirnya memasuki rumah beliau dan alangkah terkejutnya yang mereka dapatkan bukanlah Muhammad melainkan Ali. Maka pencarian dan pengejaran secara besar – besaranpun dilakukan oleh bangsa Quraisy.

Mereka menawarkan 100 ekor unta bagi yang dapat menemukan Muhammad. Setelah keluar rumah, Nabi Muhammad menempuh perjalanan ke Gua Tsur yang berjarak ±7 km di selatan kota Mekkah, sedangkan Yastrib sendiri berada di sebelah Utara Kota Mekkah dan berjarak 320 km (200 mil) dapat ditempuh dalam 14 hari. Hal ini dilakukan beliau untuk mengelabui kaum Quraisy yang telah mengepung kota Mekkah dengan melewati jalur yang tidak biasa menuju ke Yastrib. Dalam perjalanannya, Rasulullah ditemani oleh Abu Bakar Ahshiddiq.

Dalam perjalanannya, Abu Bakar terkadang berjalan di depan Rasulullah dan terkadang di belakang Rasulullah. Melihat ini, kmeudian Rasulullah bertanya dan Abu Bakar pun menjawab ”Wahai Rasulullah, kalau saya ingat pengintai didepan, maka saya sengaja berjalan di depan, kalau saya ingat pengejar, maka saya berjalan dielakang.” Kata Rasulullah “Apakah kamu ingin jika terjadi sesuatu, engkau yang mengalaminya, bukan aku?” .

orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah

lalu Abu Bakar menjawa lagi “iya.” Demikianlah hingga keduanya sampai di dalam Gua Tsur. Para pengejar tidak dapat melacak keberadaan Rasulullah karena di muka gua terdapat jaring laba – laba yang mengidentifikasikan bahwa tidak ada yang melewati gua untuk rentan waktu yang lama.

Manakala Rasulullah menyusuri pantai dalam perjalanannya menuju Madinah, di daerah Bani Mudlij, seseorang melihat mereka dan melaporkan kepada Suraqah bin Malik bin Ju’syum (pemimpin daerah tersebut). Namun ia menyangkalnya karena ingin menangkap Rasulullah dan sahabatnya sendirian dengan iming – iming harta yang ditawarkan bangsa quraisy.

Setelah itu, dia memacu kudanya mengejar Rasulullah dan Abu Bakar. Abu Bakar yang mengetahuinya berkata, Ya Rasulullah, lihat Suraqah bin Malik mengikuti kita.” Rasulullah pun berdoa. Akhirnya kuda Suraqah beberapa kali tersungkur. Kemudian dia berputus asa, lalu Suraqah memanggil nama Nabi dan meminta perlindungan dari bahaya dan juga mengucapkan beribu maaf.

Suraqah kemudian menyerahkan tambahan bekalan makanan kepada Rasulullah, namun Rasulullah menolak secara halus sambil mengatakan, “Tidak.

Tapi alihkan perhatian para pengejar dari kami.” Maka setelah itu setiap kali bertemu dengan para pencari jejakrombongan Rasulullah, Suraqah selalu mengatakan: “Saya sudah mencari maklumat dan tidak terlihat yang kalian cari.’ Selanjutnya Nabi dan sahabat Abu Bakar singgah di sebuah perkemahan milik seorang perempuan bernama Ummu Ma’bad.

Mereka hendak membeli kurma, daging, dan air susu. Pada saat itu nabi melihat seekor kambing yang kurus menderita payah dan sakit. Beliau hendak memerah susunya dengan ijin Allah memancarlah begitu banyak air susu, padahal kambing itu sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air susu.

Susu kambing itu kemudian ditampung dalam sebuah bejana. Rasulullah menyuruh Ummu Ma’bad minum, setelah itu para sahabatnya, baru kemudian Rasululah sendiri. Setelah semua puas, Raasulullah memenuhi bejana itu kembali dan meninggalkannya di sana, kemudian meneruskan perjalanan.

Tidak lama kemudian, Abu Ma’bad suami Ummu Ma’bad pulang dan terheran - heran melihat bejana yang penuh dengan air susu. Dia bertanya dari mana ini susu itu datangnya? Ummu Ma’bad mengatakan bahawa baru saja singgah seorang lelaki penuh berkat dengan sifat demikian dan orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah.

Mendengar keterangan isterinya, Abu Ma’bad segera meyakini bahawa orang itulah yang dicari-cari kaum Quraisy. Ia pun bercita - cita untuk bertemu dengan Rasulullah dan menjadi pengikutnya. Akhirnya, Rasulullah tiba dengan selamat di kota Madinah pada hari Jum’at, 12 Rabi’ul Awwal, tahun 13 Ke­nabian/12 atau 13 September 622 M.

Saat itu seorang Yahudi yang ketika memanjat rumahnya untuk suatu keperluan, melihat bayangan dari jauh dan tidak dapat menahan dirinya. Dengan lantang dia berteriak bahawa yang ditunggu-tunggu telah datang. Mendengar hal itu, orang-orang Ansar bergegas menyandang senjata dan menuju ke pinggiran bandar menyambut rombongan Rasulullah. Kaum muslimin bertakbir gembira dengan kedatangan rombongan Rasulullah ini. Mereka menyambut dengan penuh kehormatan menurut syariat Islam.

Setelah melalui berbagai rintangan, Rasulullah bersama rombongan akhirnya berjaya memasuki bandar Madinah. • Blog Competition (4) • Blog Competition: Remaja Berzakat (1) • Cerita Islam (8) • Coretan Cerita (29) • David Archuleta (9) • Education (16) • Islam (12) • Islam Di Dunia (1) • Kumpulan Pantun (2) • Lagu (2) • Lirik Lagu (4) • Lirik Lagu Westlife (10) • Lomba Blog: Design and Article Writing Contest (DAWC) (1) • Mario Teguh said (2) • My Craft (11) • My Opini (9) • Narrative text (1) • pengalaman pribadi (25) • Presentasi TIKOM (1) • Puisi (2) • Review Movie (1) • Sastra (2) • Sejarah Singkat (7) • Semua Tentang Cirebon (4) • Seni (6) • Share (3) • Sinopsis (8) • Smartfren Windows Phone 8 (1) • Software (2) • Tips dan Trik (9) • Tutorial (9) • Tutorial Blog (1) • Wacana (2) • Website (6) • ► 2015 (1) • ► Agustus (1) • ► 2014 (8) • ► Agustus (2) • ► Mei (3) • ► April (2) • ► Februari (1) • ▼ 2013 (26) • ► September (2) • ► Agustus (4) • ► Juli (6) • ► Juni (2) • ▼ Mei (1) • Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah (Yatsrib) • ► April (6) • ► Maret (2) • ► Februari (1) • ► Januari (2) • ► 2012 (73) • ► Desember (7) • ► September (1) • ► Juni (20) • ► Mei (2) • orang yang pertama melakukan hijrah ke madinah ialah April (9) • ► Maret (23) • ► Februari (9) • ► Januari (2)

Ini adalah kumpulan pertama yang meminum air dari tasik




2022 charcuterie-iller.com