Manfaat paracetamol untuk sakit kepala

Halodo c, Jakarta - Sakit kepala adalah kondisi umum yang dihadapi banyak orang setiap hari. Rasanya tidak nyaman hingga benar-benar tidak dapat ditahan, sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Ada banyak cara untuk mengatasi sakit kepala, mulai dari pengobatan hingga cara alami. Paracetamol manfaat paracetamol untuk sakit kepala dapat diminum saat kamu mengalami sakit kepala.

Obat ini bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit dan pereda demam non-opioid yang termasuk dalam kelompok obat yang dikenal sebagai analgesik. Paracetamol bisa digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dari sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan sendi, serta nyeri haid. Baca juga: 5 Hal tentang Migrain yang Perlu Diketahui Berbagai Cara Mengobati Sakit Kepala Sakit kepala dapat mempengaruhi bagian kepala mana pun, dan nyeri dapat muncul di satu atau beberapa lokasi.

Sakit kepala juga dapat menyebabkan berbagai jenis nyeri dan mengklasifikasikan nyeri dapat membantu dokter mendiagnosisnya saat kamu membicarakannya melalui aplikasi Halodoc. Istirahat dan obat pereda nyeri adalah pengobatan utama untuk sakit kepala. Pilihannya meliputi: • Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (termasuk paracetamol).

• Resep obat pereda nyeri. • Obat pencegahan untuk kondisi tertentu, seperti migrain. • Perawatan lain untuk penyebab yang mendasarinya. Perawatan alternatif dan integratif dapat dilakukan untuk mengatasi sakit kepala. Namun, sebaiknya tetap diskusikan terlebih dulu pada dokter sebelum mengambil keputusan.

Beberapa pengobatan alternatif meliputi: • Akupunktur.

• Terapi perilaku kognitif. • Produk kesehatan herbal dan nutrisi. • Hipnose. • Meditasi. Cara-cara di atas sebenarnya belum tentu berhasil pada setiap kondisi seseorang. Beberapa bukti menunjukkan bahwa episode migrain mungkin dapat terjadi ketika seseorang kekurangan manfaat paracetamol untuk sakit kepala magnesium dan vitamin D yang rendah. Jika begitu, maka pengobatannya dengan mengonsumsi 400-500 miligram magnesium oksida per hari membantu mencegah episode sakit kepala tersebut.

Baca juga: 7 Tips Menghadapi Sakit Kepala Ketika Terkena Hujan Kamu juga bisa mencoba pengobatan rumahan untuk menghilangkan sakit kepala. Strategi perawatan tertentu membantu mencegah sakit kepala atau mengurangi rasa sakit, di antaranya: • Gunakan kompres panas atau kompres es di kepala atau leher. Namun, hindari suhu yang ekstrem dan jangan mengoleskan es langsung ke kulit.

• Hindari stres jika memungkinkan, lakukan teknik mengelola stres untuk stres yang tidak terhindarkan. • Makan teratur dan sehat, hati-hati untuk menjaga kadar gula darah yang stabil. • Cukup tidur, dengan menjalani rutinitas teratur dan menjaga kamar tetap sejuk, gelap, dan tenang. • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan menurunkan stres.

• Batasi asupan alkohol dan minum banyak air. • Beristirahat sejenak saat bekerja untuk meregangkan dan mencegah ketegangan mata. Perhatikan baik-baik tanda dan gejala sakit kepala yang dialami. Jika perlu, buat catatan sakit kepala yang manfaat paracetamol untuk sakit kepala dapat membantu menentukan jenis sakit kepala.

Perhatikan kapan sakit kepala terjadi, gejala, dan pemicu potensial, seperti makanan, stres, atau perubahan waktu tidur. Baca juga: Sakit Kepala Cluster dengan Migrain, Sama atau Tidak? Banyak orang yang mengalami dampak negatif dari sakit kepala yang sering terjadi, sehingga penting untuk menemukan pilihan pengobatan yang tepat dan efektif.

Olahraga yoga, suplemen, minyak esensial, dan modifikasi pola makan adalah beberapa cara yang bisa dilakukan karena aman dan efektif untuk mengurangi gejala sakit kepala. Meskipun metode pengobatan medis sering kali diperlukan, ada banyak cara alami dan efektif untuk mencegah dan mengobati sakit kepala jika kamu mencari pengobatan alternatif.

Referensi: Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Headaches: Treatment depends on your diagnosis and symptoms Health Direct. Diakses pada 2020. Paracetamol Medical News Today. Diakses pada 2020. What is causing this headache? Advertisement Ragam manfaat paracetamol untuk berbagai kondisi medis Beberapa manfaat paracetamol yang menjadi obat sejuta umat, termasuk: 1.

Mengatasi nyeri di berbagai bagian tubuh Salah satu manfaat paracetamol atau asetaminofen adalah sifatnya sebagai analgesik atau pereda nyeri.

Sebagai analgesik, paracetamol bermanfaat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang di berbagai area tubuh, termasuk: • Sakit kepala • Nyeri di punggung • Sakit gigi • Kram saat menstruasi bagi wanita • Sakit di berbagai bagian tubuh akibat flu dan pilek • Nyeri di area injeksi saat vaksinasi Dalam meredakan sakit kepala, paracetamol dilaporkan lebih efektif dibandingkan obat ibuprofen.

Obat ini juga bermanfaat untuk meredakan migrain ringan hingga sedang. Resep kombinasi parasetamol, aspirin, dan kafein disebutkan paling efektif untuk mengobati migrain. 2. Menurunkan demam Paracetamol juga dapat digunakan untuk menurunkan demam Selain masuk sebagai analgesik atau pereda nyeri, manfaat paracetamol lainnya adalah antipiretik.

Obat antipiretik merupakan obat yang dapat menurunkan demam. Selain parasetamol, kelompok obat lain yang termasuk antipiretik yaitu salisilat (seperti aspirin) serta obat antiinflamasi nonsteroid (seperti ibuprofen, ketoprofen, dan naproxen).

3. Manfaat lainnya Selain bertindak sebagai analgesik dan antipiretik, paracetamol juga berpotensi bermanfaat untuk mengendalikan gula darah dan fungsi otot. Selain itu, karena memiliki efek antioksidan, paracetamol juga disebutkan bermanfaat untuk melindungi jantung dan otak. Efek samping paracetamol, adakah?

Ya, walau manfaat paracetamol di atas cukup beragam dan menjadi pereda nyeri sejuta umat, paracetamol tetap berisiko memicu efek samping tertentu. 1. Efek samping paracetamol yang umum dialami Paracetamol dapat memicu sakit kepala dan mual. Dua efek samping ini biasanya tidak membutuhkan penanganan medis. 2. Efek samping paracetamol yang sifatnya parah Paracetamol juga berisiko memicu efek samping yang sifatnya parah.

Efek samping tersebut, termasuk: • Reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, serta bengkak di wajah, bibir, atau lidah • Sakit tenggorokan dengan demam, sakit kepala, mual, ruam kulit, atau muntah • Bengkak di area tubuh tertentu • Suara serak • Sulit bernapas • Sulit menelan • Sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik — reaksi kulit yang berpotensi mengancam jiwa dan biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit • Pustulosis eksantema generalisata akut, yaitu reaksi kulit yang tidak terlalu serius yang biasanya sembuh dalam dua minggu setelah penghentian penggunaan paracetamol Apabila merasakan efek samping di atas setelah mengonsumsi paracetamol, Anda bisa segera menemui dokter.

Baca Juga • Manfaat paracetamol untuk sakit kepala Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas dan Cara Mengatasinya • Demam Saat Hamil Tak Boleh Diabaikan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya • Efek Samping Ibuprofen Jika Dikonsumsi Berlebihan, Salah Satunya Serangan Jantung Peringatan dalam mengonsumsi paracetamol Walau manfaat paracetamol di atas cukup beragam dan obat ini cenderung aman dikonsumsi, paracetamol tetap mengantongi peringatan tertentu. Salah satu bahaya mayor yang dikaitkan dengan konsumsi paracetamol adalah kerusakan pada organ hati akibat penggunaan berlebihan.

Risiko ini bisa terjadi karena hati merupakan organ yang menyingkirkan paracetamol dari aliran darah. Terlalu banyak mengonsumsi paracetamol dapat membebani fungsi organ hati dan memicu kerusakan yang lebih parah, termasuk gagal hati. Hindari alkohol jika tengah menjalani terapi dengan paracetamol – karena dapat menambah beban pada organ hati.

Catatan dari SehatQ Manfaat paracetamol sudah dikenal banyak orang sehingga menjadi pilihan pereda nyeri sejuta umat. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait paracetamol dan penggunaannya, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa tersedia di Appstore dan Playstore untuk memberikan informasi kesehatan terpercaya.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=14492 Diakses pada 28 Oktober 2020 Verywell Health.

https://www.verywellhealth.com/tylenol-use-in-headaches-1719828 Diakses pada 28 Oktober 2020 Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/tylenol-acetaminophen-things-you-should-know-189125 Diakses pada 28 Oktober 2020
Advertisement Menurut catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat lebih dari 100 merek maupun varian paracetamol yang beredar di Indonesia.

Obat ini juga dikenal dengan nama asetaminofen dan banyak digunakan untuk mengatasi indikasi nyeri ringan sampai sedang, nyeri sesudah cabut gigi, maupun pireksia (demam). Meskipun demikian, paracetamol bukanlah obat sembarangan yang bisa diminum tanpa membaca aturan pakainya. Obat ini memiliki efek samping yang harus Anda waspadai, sehingga penting untuk mengetahui cara pakai dan dosis aman sesuai usia dan kondisi kesehatan pribadi.

Paracetamol untuk sakit kepala dan fakta pentingnya Hindari konsumsi paracetamol secara berlebihan Paracetamol pada dasarnya merupakan obat pereda nyeri sekaligus penurun demam. Obat ini aman diminum oleh bayi hingga orang dewasa tanpa resep dokter, kecuali bayi di bawah 3 bulan dan ibu hamil serta menyusui, yang hanya boleh minum paracetamol berdasarkan rekomendasi dokter.

Penggunaan paracetamol untuk sakit kepala pun relatif aman. Hanya, saja ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, seperti: 1. Jangan berlebihan Dosis maksimal paracetamol untuk orang dewasa adalah 1.000 mg per dosis (sekali minum) atau 4.000 gram per hari.

Mengonsumsi paracetamol berlebihan berisiko merusak organ hati. 2. Jangan minum alkohol Jika Anda minum lebih dari 3 jenis minuman beralkohol per hari, berkonsultasi dulu dengan dokter manfaat paracetamol untuk sakit kepala minum paracetamol.

Dokter biasanya tidak akan merekomendasikan peminum alkohol mengonsumsi lebih dari 2.000 gram paracetamol per hari. 3. Hindari jika mengalami sirosis Apabila Anda memiliki kondisi sirosis, sebaiknya hindari konsumsi paracetamol. Sebab, Paracetamol bersiko memperberat kerusakan hati yang telah mengalami sirosis. 4. Hati-hati saat ingin mengombinasikan obat Beberapa jenis obat lain (seperti obat batuk atau sakit gigi) juga mengandung paracetamol dalam dosis tertentu.

Anda tidak dianjurkan mengonsumsi jenis obat-obatan ini secara bersamaan tanpa konsultasi dokter, supaya tidak overdosis paracetamol.

Sebelum mengonsumsi paracetamol untuk sakit kepala, pastikan Anda tidak memiliki alergi obat jenis ini. Untuk lebih aman, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter. Baca Juga • 4 Cara Menyembuhkan Migrain Kronis Melalui Tindakan Medis • Analgetik adalah Golongan Obat Pereda Nyeri, Apa Saja Jenisnya?

• Daftar Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Pengobatan Tusuk Jarum Adakah efek samping minum paracetamol untuk sakit kepala? Seperti disinggung di atas, konsumsi paracetamol untuk sakit kepala pada dasarnya aman asalkan tidak berlebihan. BPOM menyebut efek samping paracetamol jarang terjadi. Namun dalam beberapa kasus langka, pernah dilaporkan munculnya efek negatif, seperti: • Hipersensitivitas • Ruam kulit • Kelainan darah (termasuk trombositopenia, leukopenia, dan neutropenia) • Hipotensi Selain tidak boleh dikonsumsi berlebihan, paracetamol juga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Jika melanggar aturan ini, Anda bisa mengalami keracunan hingga kerusakan organ hati. Cara aman minum paracetamol untuk sakit kepala Jangan menambah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter Paracetamol biasanya diminum setelah makan, tapi bisa juga dikonsumsi saat perut kosong. Pastikan Anda mengetahui dosis paracetamol pada setiap tablet, karena orang dewasa hanya boleh minum maksimal 4.000 mg paracetamol dalam kurun 24 jam. Sebanyak 4.000 mg itu bisa dibagi ke dalam maksimal 4 dosis (masing-masing 1.000 mg per satu kali minum).

Pastikan Anda memberi jeda minimal 4 jam di setiap dosis. Jangan menambah dosis paracetamol tanpa berkonsultasi dengan dokter, sekalipun ketika sakit kepala hebat tidak kunjung membaik atau malah makin parah.

Anda tidak diperkenankan minum lebih dari 1.000 mg per dosis, lebih dari 4.000 mg per hari, atau memberi jeda kurang dari 4 jam per dosis. Minum paracetemol untuk sakit kepala paling efektif dilakukan saat kondisi Anda belum terlalu parah. Jika menunggu hingga gejala memburuk, ‘obat warung’ seperti paracetamol ini mungkin tidak akan lagi dapat membantu sehingga Anda wajib memeriksakan diri ke dokter.

Catatan dari SehatQ Jika minum paracetamol sesuai anjuran juga tidak meredakan sakit kepala dalam 3 hari, hentikan konsumsinya dan berkonsultasilah ke dokter. Jangan tunda pergi ke dokter jika sakit kepala kian parah atau ketika tubuh memunculkan reaksi lain setelah minum paracetamol, seperti ruam maupun sesak napas. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang konsumsi paracetamol untuk sakit kepala, Anda juga dapat berkonsultasi manfaat paracetamol untuk sakit kepala pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store dan Google Play. BPOM RI. http://pionas.pom.go.id/monografi/parasetamol-asetaminofen Diakses pada 29 Desember 2020 Drugs. https://www.drugs.com/paracetamol.html Diakses pada 29 Desember 2020 NHS.

https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/ Diakses pada 29 Desember 2020 WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details Diakses pada 29 Desember 2020 “Obat paracetamol adalah salah satu obat manfaat paracetamol untuk sakit kepala paling sering dikonsumsi. Fungsi utamanya adalah untuk mengatasi demam dan meringankan nyeri. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami sebelum dan selama mengonsumsi obat ini agar kamu terhindar dari efek samping atau misinformasi yang berujung pada kefatalan.” HalodocJakarta - Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan obat bernama paracetamol.

Obat paracetamol sudah menjadi obat umum yang digunakan banyak orang untuk mengatasi banyak kondisi kesehatan. Dalam dunia medis, obat paracetamol atau acetaminophen sebenarnya memiliki manfaat utama, yaitu untuk meredakan rasa nyeri dan menurunkan demam. Namun, selain itu, obat yang dijual bebas ini juga bisa digunakan untuk mengatasi berbagai macam keluhan kesehatan lainnya.

Ketahui apa saja manfaat paracetamol di sini.

Manfaat Obat Paracetamol Berikut ini beberapa manfaat paracetamol: Meredakan Nyeri Ringan Hingga Sedang Paracetamol dikenal akan manfaatnya sebagai pereda rasa nyeri atau analgesik. Namun, bagaimana cara kerja paracetamol dalam meredakan rasa nyeri belum diketahui sepenuhnya. Para peneliti menduga obat ini memiliki efek pada hormon yang disebut prostaglandin yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Sebagai obat analgesik, paracetamol bisa meredakan rasa nyeri ringan hingga sedang di berbagai area tubuh, seperti: • Sakit kepala; • Sakit gigi; • Nyeri otot; • Radang sendi; • Sakit punggung.

Selain itu, paracetamol dapat meredakan rasa nyeri yang muncul akibat menstruasi pada wanita, rasa sakit di beberapa bagian tubuh akibat flu dan pilek, serta nyeri di area suntikan manfaat paracetamol untuk sakit kepala vaksinasi. Ingat, paracetamol bukan obat antiinflamasi. Jadi, obat ini hanya bisa meredakan rasa nyeri, tetapi tidak bisa mengurangi pembengkakan atau peradangan.

Menurunkan Demam Selain sebagai obat pereda nyeri atau analgesik, manfaat paracetamol lainnya adalah manfaat paracetamol untuk sakit kepala sifat antipiretik. Obat antipiretik adalah obat yang mampu menurunkan demam. Paracetamol diduga bisa meningkatkan suhu tubuh dengan cara memengaruhi hipotalamus di otak. Manfaat Lainnya Selain kedua manfaat tersebut, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa paracetamol atau acetaminophen mungkin bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah dan menjaga fungsi otot.

Paracetamol juga diduga bisa melindungi kesehatan jantung dan otak karena memiliki sifat antioksidan. Perhatikan Hal Ini sebelum Mengonsumsi Paracetamol Ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan bila kamu ingin mengonsumsi paracetamol: • Pastikan kamu mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat atau seperti yang dianjurkan dokter saat mengonsumsi paracetamol.

• Hindari mengonsumsi obat ini lebih banyak dari dosis yang dianjurkan. Jumlah maksimal konsumsi paracetamol untuk orang dewasa adalah 1 gram (1000 miligram) per dosis dan 4 gram per hari. Mengonsumsi paracetamol dalam dosis tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada hati. • Bila ingin memberikan paracetamol untuk anak, pilihlah paracetamol khusus anak dan ikut petunjuk dosis yang tertera pada label kemasan dengan hati-hati. • Hati-hati, jangan mengonsumsi obat lain yang juga mengandung paracetamol ketika kamu mengonsumsi paracetamol.

• Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi paracetamol bila kamu pernah mengalami reaksi alergi terhadap paracetamol atau obat lainnya di masa lalu, memiliki masalah hati atau ginjal, mengonsumsi alkohol lebih dari jumlah maksimum yang disarankan secara teratur, atau sedang mengonsumsi obat lain.

Selain itu, kamu sangat dianjurkan untuk berhenti mengonsumsi paracetamol dan segera menghubungi dokter bila: • Demam tidak kunjung reda setelah 3 hari penggunaan. • Kamu masih merasakan nyeri setelah 7 hari mengonsumsi paracetamol. • Kamu mengalami ruam kulit, sakit kepala terus-menerus, atau kemerahan atau bengkak. • Gejala kamu memburuk atau timbul gejala baru.

Obat paracetamol juga tergolong obat yang aman untuk dikonsumsi oleh kebanyakan orang, termasuk oleh wanita hamil, wanita menyusui, dan anak-anak di atas usia 2 bulan. Obat ini juga jarang menimbulkan efek samping bila dikonsumsi dalam dosis yang benar.

Namun, bila kamu mengalami efek samping yang mengkhawatirkan setelah mengonsumsi paracetamolsegera bicarakan dengan dokter. Itulah manfaat mengonsumsi paracetamol. Namun, jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai konsumsi obat paracetamolkamu bisa tanyakan pada dokter di Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang terpercaya.

Tunggu apa lagi? Ambil smartphone -mu dan download aplikasi Halodoc sekarang! Referensi: Drugs. Diakses pada 2021. Paracetamol. National Health Service UK. Diakses pada 2021. Paracetamol for adults. Verywell Health. Diakses pada 2021. What to Know About Acetaminophen.
Parasetamol atau manfaat paracetamol untuk sakit kepala merupakan salah satu zat kimia yang paling sering digunakan pada obat sakit kepala dan juga obat penghilang rasa nyeri.

Parasetamol itu sendiri berasal dari kepanjangan dari bahan kimia yang membentuknya, yaitu parasetamol, amino dan fenol sehingga terbentuklah istilah paracetamol. Sifat Utama Paracetamol Paracetamol memiliki beberapa sifat utama, yaitu : • Meredakan nyeri Sifat utama dari parasetamol adalah sebagai zat kimia yang dapat membantu meredakan rasa nyeri.

Karena keunggulan inilah, parasetamol dimanfaatkan sebagai banyak jenis obat analgesik.

Untuk manfaat penting dari parasetamol akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian terakhir. • Memiliki kadar anti peradangan yang rendah Meskipun masuk ke dalam kelompok analgesik dengan kemampuan untuk meredakan nyeri yang baik. Namun demikian, parasetamol tidak memiliki kandungan anti inflamasi dan peradangan, sehingga parasetamol tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan peradangan. Parasetamol sebagai bahan kimia yang masuk ke dalam kelompok analgesik, memiliki banyak sekali manfaat.

Parasetamol sendiri biasa dikonsumsi dalam bentuk obat – obatan, bisa berupa pl, tablet dan juga sirup. Apa saja manfaat dari parasetamol? berikut ini adalah beberapa manfaat parasetamol : 1.

Sebagai obat penurun demam Manfaat parasetamol bagi tubuh adalah sebagai salah satu bahan kimia yang dicampur pada obat yang memiliki kemampuan menurunkan panas dan juga demam.

Hal ini sangat penting, karena parasetamol dapat membantu menormalkan dan juga menurunkan suhu tubuh siapa saja yang sedang mengalami gejala demam. Anda dapat mengkonsumsi obat yang memiliki kandungan parasetamol tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Hal ini akan membantu mengobati dan menurunkan panas tubuh anda. 2. Untuk meredakan sakit kepala Anda merasakan pusing dan juga sakit kepala?

Pusing dan juga sakit kepala merupakan salah satu jenis penyakit yang ringan, namun memiliki dampak yang sangat banyak. Rasa pusing dan juga sakit kepala bisa jadi merupakan salah satu indikasi bahwa anda memiliki gangguan kesehatan lainnya.

Nah, untuk meringankan dan juga menyembuhkan gejala pusing dan juga sakit kepala tersebut, dapat mencoba mengkonsumsi obat yang memiliki kandungan parasetamol. Hal ini dapat membantu anda dalam meredakana gejala pusing dan sakit kepala. Sama seperti sakit kepala dan juga pusing, anda dapat meredakan gejala migrain atau sakit kepala sebelah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki kandungan parasetamol. Biasanya migraine dapat terjadi pada kondisi tertentu saja, namun tetap dapat diredakan dengan cara mengkonsumsi obat-obatan yang memiliki kandungan parasetamol.

4. Dapat meredakan pegal – pegal Kandungan parasetamol ternyata juga dapat membantu mengurangi rasa pegal-pegal yang dirasakan pada bagian – bagian tubuh anda. Manfaat paracetamol untuk sakit kepala demikian, ini hanyalah merupakan efek tambahan. Apabila anda merasakn pegal-pegal, jangan langsung meminum obat yang mengandung parasetamol, namun lebih baik istirahatkan tubuh anda. 5. Dapat meredakan nyeri dapat otot dan bagian tubuh Manfaat parasetamol juga membantu meredakan nyeri otot dan manfaat paracetamol untuk sakit kepala nyeri pada bagian tubuh lainnya.

Hal ini disebabkan karena parasetamol memiliki kandungan yang baik untuk menekan dan menahan rasa nyeri dan rasa sakit pada tubuh. Dosis Parasetamol yang Tepat Manfaat parasetamol bagi tubuh sangatlah banyak, terutama untuk mengurangi rasa sakit dan juga nyeri. Namun demikian, bagaimanapun parasetamol merupakan salah satu bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Maka dari itu, dokter bersama dengan organisasi kesehatan merumuskan batasan-batasan dari dosis parasetamol yang wajib diperhatikan agar tidak terjadi overdosis. Berikut ini adalah beberapa batasan atau dosis – dosis dari parasetamol, berdasarkan usia : • Pada usia 2 – 3 bulan – Untuk usia 2 – 3 bulan, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 60 mg selama 4 – 6 jam per harinya.

• Pada usia 3 – 6 bulan – Untuk usia 3 – 6 bulan, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 60 mg selama 4 – 6 jam per harinya • Pada usia 6 – 24 bulan – Untuk usia 6 – 24 bulan, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 120 mg selama 4 – 6 jam per harinya.

• Pada usia 2 – 4 tahun – Untuk usia 2 – 4 tahun, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 180 mg selama 4 – 6 jam per harinya. • Pada usia 4 – 6 tahun – Untuk usia 4 – 6 tahun, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 240 mg selama 4 – 6 jam per harinya. • Pada usia 6 – 8 tahun – Untuk usia 6 – 8 tahun, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 240 – 250 mg selama 4 – 6 jam per harinya.

• Pada usia 8 – 10 tahun – Untuk usia 8 – 10 tahun, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 360-375mg selama 4 – 6 jam per harinya.

• Pada usia 10 – 12 tahun – Untuk usia 10 – 12 tahun, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 480– 500 mg selama 4 – 6 jam per harinya. • Pada usia 12 – 16 tahun – Untuk usia 12 – 16 tahun, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 480 – 750 mg selama 4 – 6 jam per harinya. • pada usia di atas 16 tahun – Untuk usia diatas 16 tahun, takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 500 -1000 mg selama 4 – 6 jam per harinya.

Direkomendasikan, terutama bagi mereka yang sudah berusia diatas 16 tahun, ketika mengalami rasa nyeri atau demam untuk mengkonsumsi obat yang mengandung parasetamol antara 500 mg hingga 1000 mg per 4 – 6 jam dalam satu hari selama rasa sakit dan juga demam belum sembuh. Jadi kira – kira apabila belum sembuh, maksimal 4 – 6 kali konsumsi obat dengan kandungan parasetamol.

Lebih dari itu, maka anda akan menglaami overdosis dan berdampak buruk pada kesehatan anda. Dampak Overdosis Parasetamol Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kelebihan dosis atau overdosis parasetamol akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Apa saja dampak manfaat paracetamol untuk sakit kepala dari overdosis parasetamol bagi kesehatan tubuh? Berikut ini adalah beberapa dampak buruk overdosis parasetamol : • Ruam pada kulit • Pembengkakan • Kesulitan dan sesak nafas • Tekanan darah endah • Gangguan pada ginjal dan juga hati • Menurunnya sel darah putih dan sel darah merah Itulah beberapa manfaat penting dan juga informasi penting dari parasetamol.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang lebih luas bagi anda sekalian.
Paracetamol adalah obat untuk meredakan demam dan nyeri, termasuk nyeri haid atau sakit gigi. Paracetamol atau acetaminophen tersedia dalam bentuk tablet, sirop, tetes, suppositoria, dan infus.

Walaupun mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti, paracetamol diketahui bekerja pada pusat pengaturan suhu yang ada di otak untuk menurunkan suhu tubuh saat seseorang sedang mengalami demam. Selain itu, obat ini juga bisa menghambat pembentukan prostaglandin, sehingga bisa meredakan nyeri.

Mer e k dagang paracetamol: Hufagesic, Mixagrip Flu, Naprex, Panadol, Paramex SK, Paramol, Poro, Sanmol, Tempra, Termorex, Oskadon. Bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona dan memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat: • Rapid Test Antibodi • Swab Antigen (Rapid Test Antigen) • PCR Apa Itu Paracetamol Golongan Obat bebas Kategori Obat penurun panas dan pereda nyeri ( analgesik manfaat paracetamol untuk sakit kepala antipiretik) Manfaat Meredakan demam dan nyeri Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak Paracetamol untuk ibu hamil dan menyusui Obat minum dan suppositoria Kategori B : Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Infus dan suntik Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Paracetamol dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Bentuk obat Tablet, kaplet, sirop, tetes, infus, dan suppositoria. Peringatan Sebelum Meng gunakan Paracetamol (Acetaminophen) Sebelum menggunakan paracetamol, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut: • Jangan menggunakan paracetamol jika Anda alergi terhadap obat ini.

Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. • Konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita penyakit liver, penyakit ginjal, atau kecanduan alkohol. • Beberapa produk paracetamol sirup mungkin akan mengandung aspartame, konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita diabetes atau fenilketonuria.

• Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda memberikan paracetamol kepada anak usia di bawah 2 tahun. • Paracetamol suntik hanya boleh diberikan oleh dokter di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen, produk herbal, atau obat tertentu, seperti obat antikejang, obat batuk pilek, atau obat pengencer darah.

• Konsultasikan dengan dokter perihal konsumsi obat penurun demam dan antinyeri, seperti paracetamol jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan paracetamol. Dosis dan Aturan Pakai Paracetamol (Acetaminophen) Dosis paracetamol akan disesuaikan dengan bentuk sediaan obat, tujuan penggunaan, dan usia pasien.

Secara umum, berikut dosis paracetamol tablet atau suppositoria untuk meredakan nyeri dan demam, sesuai usia pasien: • Dewasa: 500-1.000 mg atau 10–15 mg/kgBB, tiap 4–6 jam.

Dosis maksimal 4.000 mg per hari. • Bayi dan anak-anak: 10–15 mg/kgBB, tidak 4–6 jam. Dosis tidak boleh lebih dari 15 mg/kgBB per dosis. Dosis untuk anak-anak berusia dibawah 2 tahun akan ditentukan oleh dokter. Khusus untuk paracetamol infus, dosis dan pemberiannya akan dilakukan langsung manfaat paracetamol untuk sakit kepala dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter sesuai kondisi pasien.

Cara Meng gunakan Paracetamol (Acetaminophen) dengan Benar Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada pada kemasan obat sebelum menggunakan paracetamol. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Paracetamol infus akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Obat akan diberikan sesuai anjuran dokter. Paracetamol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Untuk paracetamol sirop, kocok botol terlebih dahulu sebelum obat digunakan.

Gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan obat agar dosis lebih tepat. Paracetamol suppositoria digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus. Pastikan Anda membuka plastik pembungkusnya terlebih dahulu, kemudian masukkan obat bagian ujung yang lancip ke dalam dubur. Setelah obat masuk, duduk atau berbaring terlebih dahulu selama 10–15 menit hingga obat terasa meleleh. Jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah memasukkan paracetamol suppositoria.

Paracetamol suppositoria perlu disimpan di dalam kulkas. Hentikan penggunaan paracetamol jika keluhan tidak kunjung reda setelah 3 hari menggunakan obat ini. Simpan paracetamol di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. Penggunaan p aracetamol untuk infeksi virus Corona Paracetamol merupakan obat penurun demam yang dianjurkan untuk meredakan demam akibat infeksi virus Corona (COVID-19). Dosis yang digunakan sama dengan dosis yang sudah dijelaskan di atas.

Anda dapat menggunakan paracetamol sebagai pengobatan awal jika mengalami demam ringan. Namun, jika demam yang dialami tidak kunjung reda atau justru memburuk dan disertai sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.

Interaksi Paracetamol (Acetaminophen) dengan Obat L ain Paracetamol dapat menimbulkan interaksi jika digunakan dengan obat lainnya. Berikut ini beberapa manfaat paracetamol untuk sakit kepala yang dapat terjadi: • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakandengan warfarin • Penurunan kadar paracetamol dalam darah jika digunakan dengan carbamazepine, colestiramine, phenobarbital, phenytoin, atau primidone • Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat busulfan • Peningkatan penyerapan paracetamol jika digunakan dengan metoclopramide, domperidone, chloramphenicol, atau probenecid • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid Selain itu, jika paracetamol digunakan bersama alkohol maka bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

Efek Samping da n Bahaya Paracetamol (Acetaminophen) Jika dikonsumsi sesuai anjuran dokter dan petunjuk penggunaan, paracetamol umumnya jarang menimbulkan efek samping. Namun, jika digunakan secara berlebihan dapat muncul beberapa efek samping berikut: • Sakit kepala • Mual atau muntah • Sulit tidur • Perut bagian atas terasa sakit • Urin berwarna gelap • Lelah yang tidak biasa • Penyakit kuning Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau semakin memburuk.

Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan obat ini.

Efek Samping Paracetamol




2022 charcuterie-iller.com