Demo sopir truk 22 februari 2022

SEMARANG (Awal.id) – Demo ratusan sopir truk untuk memprotes larangan mengangkut barang melebihi tonase (kapasitas) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jateng memacetkan lalu lintas di wilayah Pudak Payung, Semarang, Selasa (22/2).

Iring-iringan 150 unit truk yang menuju ke Kantor Dishub Jateng, Jalan Siliwangi, Krapyak, Semarang, tertahan di sepanjang wilayah Pudak Payung, sehingga membuat lalu lintas Jalan Perintis Kemerdekaan lumpuh total selama dua jam lebih. Untuk mengurai kemacetan tersebut, sejumlah polisi lalu lintas pun didatangkan. Sedikit demi sedikit kemacetan sepanjang 5 kilometer dapat diurai, sehingga arus lalu lintas dari Semarang menuju Ungaran dan sebalik berangsur-angsur puluh kembali.

Berdasarkan pantauan reporter Awal.id, penyebab kemacetan panjang ini dipicu adanya truk kontainer tanpa muatan sepanjang kurang lebih lima meter berhenti di bahu jalan, sehingga menutupi akses jalan menuju ke Kota Semarang.

Koordinator Lapangan Aksi Demo, Ari Kurniawan mengatakan tujuan utama rombongan pengemudi angkutan barang Indonesia tersebut yaitu melakukan unjuk rasa di depan Kantor Dishub Jateng. Mereka menuntut Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Over Dimension dan Obver Load (ODOL) agar revisi, karena merugikan para sopir truk.

Tertahan 150 truk peserta Demo ODOL ini disinyalir adanya instruksi dari kepolisian yang kurang jelas, bahwa rombongan pendemo yang berjumlah ratusan diminta diberhentikan di wilayah Pudak Payung.

“Kita tidak diberi tahu intinya, apa alasan tidak boleh jalan oleh petugas. Apalagi d isini tidak ada kantong parkir jelas bikin macet,” papar Ari di sela-sela aksi demo. Jalur Gunungpati Dia meminta pihak kepolisian agar menjelaskan kebijakan yang meminta rombongan pendemo untuk melewati jalur Gunungpati menuju kantor Dishub.

Arahan tersebut langsung ditolak rombongan pendemo, karena akses jalan yang dianjurkan polisi tidak dimungkinkan untuk dilalui oleh ratusan truk, mengingat jalannya yang sempit. “Arahan petugas kita diarahkan ke jalur Gunungpati, tapi melihat volume kendaraan yang sangat banyak dan panjang, jangankan lewat Gunungpati, lewat sini aja sudah macet. Kalau yang kita pikirkan jika sejak awal sudah dikawal, kemungkinan bisa teratur jalan satu-satu beriringan,” tandasnya.

Setelah dilakukan negosiasi, sambungnya, akhirnya diperbolehkan masuk ke Semarang menuju Jalan Siliwangi depan Kantor Dishub dan diarahkan melintas melalui jalan tol. “Sekarang kita nurut mau diatur bagaimana kita nurut polisi. Tapi sebagai Korlap kita juga mendengarkan suara temen-temen sopir dan akhirnya kita diperbolehkan berjalan dengan tertib dan melintas di jalan tol menuju Dishub,” tutup Ari.

(is) • Konsumsi BBM Naik Tajam, Pertamina Amankan Pasokan Energi Selama Arus Mudik & Balik Lebaran di Jateng DIY 11 Mei 2022 • Pertamina Raih Dua Penghargaan Apresiasi Mitra BUMN Champion 2022 11 Mei 2022 • Demo sopir truk 22 februari 2022 Pati Bersama Bank Jateng Gelar Pasar Murah, Sediakan 5.000 Paket Sembako Murah untuk Warga 9 Mei 2022 MURIANEWS, Kudus – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus mengimbau kepada para sopir truk yang hendak menjalankan aksi menuntut pemerintah merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang penindakan over dimention over load (ODOL) agar bisa berjalan dengan tertib.

Selain itu, mereka juga tetap diharapkan menaati peraturan lalu lintas yang berlaku. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dengan aksi protes para sopir truk. “Kami harapkan nanti bisa tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kudus Mahmudun, Selasa (22/2/2022). Dari Organda sendiri, kata Mahmudun, sebenarnya telah menyosialisasikan maksud dan tujuan pemerintah terkait peraturan tersebut kepada para sopir maupun asosiasi pengusaha truk Indonesia Kudus.

Namun memang sepertinya ada rasa kurang puas dari para sopir perihal aturan ini.

Hingga akhirnya, aksi pertama di Kamis pekan kemarin dilakukan di Dinas Perhubungan. “Dari Organda sebagai mitra pemerintah telah berusaha menjadi penengah, nanti apa yang dikeluhkan para sopir truk juga akan kami tampung dan nanti tetap akan dibahas di musyawarah kerja nasional soal usulan mereka,” ungkapnya.

Baca: Minta Aturan ODOL Direvisi, Sopir Truk di Kudus Juga Tuntut Ini Diketahui, para sopir truk di Kabupaten Kudus bakal turun ke jalan lagi Selasa (22/2/2022) pagi. Mereka, akan menggelar konvoi dari lampu merah Ngembal Jekulo menuju Terminal Kargo Jati dan mengarah ke DPRD Kudus dengan menggunakan ratusan truk. Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha
Kudus - Ratusan pengemudi truk menggelar aksi menolak kebijakan pemerintah terkait dengan pembatasan dan pelarangan truk overdimension overloading (odol) di depan Terminal Jati, Kudus, hari ini.

Ratusan truk pun terpantau memblokir arus lalu lintas Pantura Kudus-Demak. Akibatnya, jalur utama Kudus-Demak itu pun lumpuh. Pantauan di lokasi, Selasa (22/2) pukul 10.00 WIB truk yang datang dari arah timur enggan memasukan truk ke dalam terminal Jati A.

Tampak truk pun dihentikan begitu saja di jalan Pantura Kudus-Demak. Baca juga: Wakil Wali Kota Tegal Masuk Daftar Warga Miskin, Hartanya Bermiliar-miliar! Terlihat sopir truk yang masih melintas langsung dihentikan oleh peserta aksi. Mereka pun langsung diminta untuk ikut bergabung dengan aksi demo menolak kebijakan pelarangan truk ODOL itu.

Salah satu sopir truk, Munir (42) mengaku berdampak dengan adanya kebijakan pelarangan truk ODOL tersebut. Apalagi kata dia sopir merupakan seorang buruh. Kebijakan tersebut dianggap tidak memihak kepada masyarakat kecil. "Dampaknya terhadap rakyat kecil, rakyat kecil seperti saya ini merasakan," kata Munir di lokasi siang ini. Meski demikian, Munir mengajak rekan-rekan aksi agar tidak ricuh saat demo.

Dia mengajak kepada sopir lainnya untuk menunjukan bahwa sopir itu pintar. "Kami mengajak kepada rekan-rekan ini agar tidak ricuh, tunjukan kalau kita sopir ini pintar," jelas dia. SURABAYA, KOMPAS.com - Ribuan sopir truk beserta kendaraannya memadati Jalan Frontage A Yani, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/2/2022). Setidaknya, terdapat 3.000 sopir truk dari berbagai daerah di Jawa Timur yang turun ke jalan untuk melakukan demo sopir truk 22 februari 2022 di depan Dinas Perhubungan Jatim, Gayungan, Jalan Frontage A Yani, Surabaya.

Baca juga: Terima Banyak Laporan Buruknya Pelayanan Puskesmas, Wali Kota Surabaya Ancam Pecat Kepala Puskesmas Aksi demontrasi ini mengakibatkan ruas Jalan Frontage A Yani, mulai dari depan City of Tomorrow (Cito) atau kawasan Bundaran Waru hingga depan Kantor Dishub Surabaya, macet.

Pasalnya, di sepanjang jalan itu tampak berjejer truk peserta aksi yang diparkir di Jalan Frontage A Yani tersebut. Aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan sopir truk itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah terkait pembatasan truk yang terkategori over dimension over loading (ODOL) atau kelebihan muatan.

Para peserta aksi yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Truk ini juga menolak segala bentuk sanksi dari pemerintah. Salah satunya, sanksi terhadap sopir truk yang melintas di jalanan berupa tilang dan pemotongan komponen bodi truk yang dianggap melebihi kapasitas. Korlap aksi Supriyanto mengatakan, aturan ODOL itu akan berpengaruh terhadap dirinya. Sebab, para sopir khawatir tidak bisa bersaing jika harus menggunakan truk dengan kapasitas kecil. "Kami minta aturan itu dibatalkan, karena ini sangat merugikan bagi kami para sopir," katanya di Surabaya, Selasa (22/2/2022).

"Kami menuntut pemerintah melalui Dinas Perhubungan dan Gubernur Jatim untuk melakukan peninjauan kembali terkait aturan ODOL ini, karena ini jelas merugikan," tutur dia. Berita Terkait Terima Banyak Laporan Buruknya Pelayanan Puskesmas, Wali Kota Surabaya Ancam Pecat Kepala Puskesmas Hujan Deras Sebabkan Banjir di Surabaya, Ini yang Dilakukan Eri Cahyadi Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 22 Februari 2022: Pagi dan Sore Cerah Berawan Terungkap Motif Pembunuhan Pengusaha Air Minum Isi Ulang di Surabaya, Polisi: Pelaku Dendam Hujan Es Terjadi di Surabaya, Warga: Sebesar Ibu Jari Berita Terkait Terima Banyak Laporan Buruknya Pelayanan Puskesmas, Wali Kota Surabaya Ancam Pecat Kepala Puskesmas Hujan Deras Sebabkan Banjir di Surabaya, Ini yang Demo sopir truk 22 februari 2022 Eri Demo sopir truk 22 februari 2022 Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 22 Februari 2022: Pagi dan Sore Cerah Berawan Terungkap Motif Pembunuhan Pengusaha Air Minum Isi Ulang di Surabaya, Polisi: Pelaku Dendam Hujan Es Terjadi di Surabaya, Warga: Sebesar Ibu Jari Taman Nasional Batang Gadis, Sejarah dan Paket Wisata di Dalamnya https://medan.kompas.com/read/2022/02/22/140805278/taman-nasional-batang-gadis-sejarah-dan-paket-wisata-di-dalamnya https://asset.kompas.com/crops/QeZtW7yZN3enXhfatgIvMGii3JE=/58x0:967x606/195x98/data/photo/2022/02/22/62148a6015ba2.jpeg
KUDUS – Ribuan Sopir truk dari Kudus, Jepara, dan Grobogan kembali menggelar demo dengan turun ke jalan pada Selasa (22/2).

Mereka memprotes aturan over dimension over load (ODOL) yang diterapkan pemerintah. Pekan sebelumnya, sopir truk di Kudus juga melakukan aksi yang sama di Kantor Dinas Perhubungan Kudus. Sedangkan aksi kali ini dimulai dari Terminal Jati Kudus. Peserta yang berjumlah lebih dari seribu sopir itu berkumpul di Terminal Jati Kudus pukul 09.00. Selanjutnya, perwakilan sopir truk bergerak menuju kantor DPRD Kudus. Setelah itu, mereka melanjutkan aksi di depan Kantor Bupati Kudus.

Baca Juga : Jaga Kapasitas Tampung, Lumpur di Bendung Wilalung Kudus Dikeruk ”Ini karena jumlahnya banyak, kami arahkan ke terminal jati dulu. Nanti perwakilan yang audiensi,” jelasnya Baca Juga : Protes ODOL, Ribuan Sopir Truk di Kudus Blokade Jalan, Pantura Merayap Terkait penerapan UU ODOL di Kudus, menurutnya baru sebatas sosialisasi. Salah satu Sopir truk Slamet dari Nalumsari menyebut pihaknya pernah terkena penegakan aturan UU ODOL di wilayah Jawa Barat dan Demak.

 ”Ini merugikan para sopir. Misalnya bisa muatan 60 kubik tinggal 50 kubik,” jelasnya. KUDUS – Ribuan Sopir truk dari Kudus, Jepara, dan Grobogan kembali menggelar demo dengan turun ke jalan pada Selasa (22/2).

Mereka memprotes aturan over dimension over load (ODOL) yang diterapkan pemerintah. Pekan sebelumnya, sopir truk di Kudus juga melakukan aksi yang sama di Kantor Dinas Perhubungan Kudus. Sedangkan aksi kali ini dimulai dari Terminal Jati Kudus. Peserta yang berjumlah lebih dari seribu sopir itu berkumpul di Terminal Jati Kudus pukul 09.00.

Selanjutnya, perwakilan sopir truk bergerak menuju kantor DPRD Kudus. Setelah itu, mereka melanjutkan aksi di depan Kantor Bupati Kudus.

Baca Juga : DPD Bapera Grobogan Ikuti Jamnas Bela Negara di Jakarta ”Ini karena jumlahnya banyak, kami arahkan ke terminal jati dulu. Nanti perwakilan yang audiensi,” jelasnya Baca Juga : Protes ODOL, Ribuan Sopir Truk di Kudus Blokade Jalan, Pantura Merayap Terkait penerapan UU ODOL di Kudus, menurutnya baru sebatas sosialisasi.

Salah satu Sopir truk Slamet dari Nalumsari menyebut pihaknya pernah terkena penegakan aturan UU ODOL di wilayah Jawa Barat dan Demak.  ”Ini merugikan para sopir. Misalnya bisa muatan 60 kubik tinggal 50 kubik,” jelasnya.
Jakarta - Sopir truk berunjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), tepatnya di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Jalan Frontage Ahmad Yani menggelar unjuk rasa.

Mereka protes terkait aturan truk over dimension and over loading ( ODOL). Dilansir dari detikjatim, Selasa (22/2/2022), kebijakan tersebut baru diresmikan Dishub. Mereka menginginkan Dishub mengkaji ulang kebijakan tersebut.

"Kami terancam kehilangan pekerjaan saat aturan ini diterapkan. Ini menyulitkan kami," kata salah satu demonstran, Imam, kepada detikjatim di lokasi, Selasa (22/2). Saat aksi, para sopir truk juga membawa kendaraannya. Ada ratusan truk yang diparkir memenuhi jalan. Karena ada aksi ini, polisi mengalihkan kendaraan umum ke Jalan Ahmad Yani di bagian tengah.

Sementara jalur frontage ditutup total karena dipenuhi ratusan truk. Pantauan detikJatim, hingga saat ini masih banyak truk yang berdatangan dari arah Exit Tol Waru sembari membunyikan klakson truk. Rencananya, massa meneruskan aksi demonstrasinya menuju Gedung Kantor Gubernur dan Grahadi. Baca juga: Jalur Pantura Kudus-Demak Lumpuh Imbas Demo Sopir Truk Tolak Aturan ODOL Sebelumnya diberitakan, arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), tepatnya di jalur utama Kudus-Demak, Jawa Tengah (Jateng), lumpuh.

Hal itu disebabkan oleh aksi blokade jalan oleh ratusan pengemudi truk. Dilansir dari detikjateng, pagi tadi, ratusan pengemudi truk menggelar aksi menolak kebijakan pemerintah terkait demo sopir truk 22 februari 2022 pembatasan dan pelarangan truk ODOL.

Aksi protes dilakukan di depan Terminal Jati, Kudus. Kemacetan dari arah Pati pun tidak terhindar.

Terlihat sopir yang menolak aturan ODOL sempat bersitegang dengan polisi. Meski demikian, truk tetap diparkirkan di jalan.

Sopir pun menggelar aksi di jalanan. Terlihat sopir truk yang masih melintas langsung dihentikan oleh peserta aksi dan diminta untuk ikut bergabung dengan aksi demo menolak kebijakan pelarangan truk ODOL itu.

Salah satu sopir truk, Munir (42), mengaku terkena dampak oleh adanya kebijakan pelarangan truk ODOL tersebut. Apalagi, menurut dia, sopir merupakan seorang buruh. Kebijakan tersebut dianggap tidak memihak kepada masyarakat kecil. "Dampaknya terhadap rakyat kecil, rakyat kecil seperti saya ini merasakan," kata Munir di lokasi siang ini.

Tak Terima Kebijakan ODOL, Ratusan Sopir Truk Blokade Jalur Tol Purbaleunyi




2022 charcuterie-iller.com