Gerakan lempar lembing seharusnya ke arah

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Lempar lembing adalah salah satu cabang olahraga atletik.

Melempar merupakan suatu proses pemindahan suatu benda gerakan lempar lembing seharusnya ke arah dan dilakukan olehseseorang, ini dapat ditinjau dari kata lempar yang berarti membuang jauh-jauh, inimerupakan unsur gerak dan tujuan dari dari sebuah proses dari kegiatan melempar.Unsur gerak dan tujuan merupakan kesatuan yang utuh dan berupa suatu gerakanteknik melempar.

Lempar lembing terdiri dari dua kata yaitu lempar dan lembing.Lempar yang berarti usaha untuk membuang jauh-jauh, dan lembing adalah tongkat yang berujung runcing yang dibuang jauh-jauh (Munasifah, 2008:4).

Lempar lembing adalah salah satu nomor yang terdapat dalam cabang olahraga atletik yang menggunakan alat bulat panjang yang berbentuk tombak dengan cara melempar sejauh-jauhnya (PASI, 1988:43). Selanjutnya Jerver (1996:142) Menjelaskan bahwa “Lempar lembing adalah suatu gerakan antara sentuhan tangan dengan menggunakan benda yang berbentuk panjang berusaha untuk melempar sejauh mungkin”. Untuk memperoleh jauhnya lemparan diperlukan kekuatan dan kecepatan gerak serta sudut pada saat lembing meninggalkan tangan.

Pengertian lempar lembing tidaklah lengkap kalau tidak diketahui sejarah atau riwayat perkembangan lempar lembing sebagai salah satu cabang atletik.Munasifah (2008:4-5) Menjelaskan Bahwa “lempar lembing berawal dari kegiatan manusia zaman dahulu dalam berburu binatang yang sering menggunakan lembing dalam berburu mangsanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memakan binatang hasil buruannya”.

Lempar lembing pada zaman modern sudah menjadi olahraga yang diperlombakan, namun memahami sejarah tidak hanya sekedar untuk pengertian atau pengetahuan tentang kejadian pada masa lampau, melainkan untuk menentukan langkah-langkah pada masa yang akan datang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lompat Tinggi Sejarah Lempar Lembing Sejarah lempar lembing berawal jauh di zaman kuno dan sangat erat hubungannya dengan beraneka ragam teknik melempar.

Zaman dahulu lemparan dilakukan dengan berbagai cara, seperti berdiri, dengan ancang – ancang, dengan satu atau dua tangan untuk mengenai suatu sasaran. Dari lembing ringan gerakan lempar lembing seharusnya ke arah berburu pada zaman primitif, tombak berat untuk berperang di seluruh dunia dan lembing dari abad pertengahan selama berabad – abad hingga terbentuklah lembing untuk perlombaan seperti sekarang ini.

Lembing lama terbuat dari kayu dengan ujung dari besi dan sosok.Kemudian diganti dengan kayu ringan dari Swedia.Setelah itu, berubah lagi menjadi lembing modern yang terbuat dari logam dan serat kaca (fiberglass).Salah satu nomor atletik adalah lempar lembing.Sama halnya dengan nomor atletik lainnya, seperti lari, nomor lempar lembing juga memiliki teknik – teknik sendiri dalam melakukan suatu lemparan sehingga menghasilkan lemparan yang baik.

Lempar lembing diikutsertakan dalam pesta olimpiade sejak tahun 1908 sebagai nomor perorangan untuk putra dan putri.Sekarang nomor ini dimasukkan dalam dasar lomba dan sapta lomba.Dua perkembangan telah mempengaruhi pelaksanaan lempar lembing.Pertama adalah usaha untuk menggunakan putaran jenis cakram untuk melempar.Walaupun metode ini menghasilkan jarak yang baik, tetapi sering kali tidak diperbolehkan.Kedua adalah adanya peraturan yang melarang atlet membelakangi arah lemparan.Dengan demikian peraturan ini telah memantapkan jenis lempar lembing tradisional.

Teknik Lempar Lembing Teknik-teknik yang terdapat dalam lempar lembing adalah sebagai berikut: Cara Memegang Lembing Cara memegang lembing yang baik dan efektif merupakan salah satu kunci penentu hasil lemparan. Kalau dilihat pada struktur lembing, maka akan terlihat lilitan tali pada lembing sebagai tempat pegangan yang dianjurkan, karena pada sekitar itu terdapat titik berat lembing yang diprediksikan paling efektif untuk memegang lembing.

Cara memegang lembing ada tiga macam yaitu: pegangan cara Amerika ( American Style), cara Firlandia ( Firlandia Style), cara Jepit Tang ( Tank Style). Tiga Macam Pegangan Lembing antara lain sebagai berikut : a.

Cara Pegangan Amerika Pegangan cara American adalah ibu jari dan jari telunjuk saling bertemu di belakang balutan atau lilitan lembing. Cara ini lebih mudah dilakukan sehingga cocok bagi atlet gerakan lempar lembing seharusnya ke arah, secara umum bukan hanya atlet pemula saja yang menggunakan pegangan American akan tetapi di kalangan masyarakat maupun kalangan pendidikan pada umumnya menggunakan pegangan cara American, karna daya dorongnya yang dilakukan ibu jari dan jari telunjuk lebih tinggi (Hasan, 2003:259) Pegangan cara American ini lebih mudah dilakukan oleh pemula di bandingkan cara pegangan Firlandia yang sebagian kecil dilakukan oleh atlet elit saja, namun secara umum dua cara pegangan tersebut masih digunakan sampai dengan sekarang karena memiliki daya dorong yang sangat kuat cuma yang membedakan hanya pada teknik pegangan saja.

b.

Cara Pegangan Firlandia Pegangan cara Firlandia adalah ibu jari dan jari tengah bertemu di belakang balutan atau lilitan lembing sedangkan jari telunjuk agak lurus dengan batang lembing. Pegangan lembing cara Finlandia juga disebut pegangan jari tengah ibu jari. Disebut demikian karena ibu jari dan ruas jari tengah terletak dibelakang lilitan. Sedangkan jari telunjuk lurus dan melekat searah dengan lembing, jari manis dan kelingking melingkar tepat pada lilitan. b.

Cara Pegangan Waddel Pegangan cara jepit tang ( Tank Style) adalah pegangan dimana jari telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat di belakang tempat pegangan. Pegangan ini terdapat kelebihan dan kekurangan seperti yang dikemukakan Jonath dkk (1988:81) bahwa “Pegangan tank mencegah terjadinya luka pada siku, karena pelencengan (pegangan kesehatan) tetapi lilitan tipis seperti yang diharuskan sering menyebabkan masalah pada waktu melempar”.

Dari tiga cara pegangan di atas sebenarnya tergantung pada pelempar itu sendiri untuk memilih mana yang lebih cocok. Hal ini sesuai pendapat Guthrie (1993:177) bahwa “Ketiga cara memegang lembing tidak ada satupun dari cara tersebut yang lebih baik dari pada yang lain, seseorang atlet harus memilih salah satu jenis pegangan yang cocok dan paling pas untuknya setelah melalui latihan untuk tiap-tiap jenis pegangan”.

Selanjutnya Muhajir (2007:145) mengatakan bahwa “Pelempar dapat memilih cara mana yang cocok baginya, cara manapun yang dipilih oleh pelempar harus dapat memberikan pegangan yang enak, dapat mengendalikan jalan serta arah lemparan dengan tepat, dan dapat menyalurkan tenaga dengan tepat pula”.

Cara Membawa Lembing Cara mengambil awalan pada lempar lembing sangat erat kaitannya dengan cara membawa lembing, gerakan lempar lembing seharusnya ke arah yang dikemukakan Hasan (2003:260) bahwa “Cara apapun bisa dilakukan untuk membawa lembing, asalkan tidak mengganggu kecepatan berlari”. Jadi dalam membawa lembing yang sering biasa dilakukan para pelempar adalah lembing berada di atas pundak maupun bahu dengan posisi mata lembing serong ke atas, maupun serong ke bawah dan posisi mendatar dalam posisi tersebut otot-otot sekitar bahu dan tangan terasa rileks.Ada juga yang membawa lembing dengan posisi lembing di samping badan, tangan lurus ke belakang sehingga tidak mendapat kesulitan untuk mengambil sikap-sikap selanjutnya.Namun sedikit hambatan untuk mendapat kecepatan awalan yang optimal (Suherman, 2001:214).

Cara Awalan Lari Lempar lembing Awalan lari, pelempar berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, siku menghadap ke depan dan telapak menghadap ke atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir awalan terdiri dari langkah silang atau sering di sebut dengan “ cross steps”.

Pada bagian awalan-akhir ini kita mengenal beberapa cara, di antaranya: a). Dengan jingkat ( hop-steps), b). Dengan langkah silang di depan ( cross-steps), c). Langkah silang di belakang ( rear cross-steps). Sedangakan mengenai panjang awalan seperti dikemukakan Ballesteros (1993:117) bahwa “Panjang lintasan awalan harus tidak lebih dari 36.50 m dan tidak kurang dari 30 m, harus diberi tanda dengan dua garis paralel 4 m terpisah dan lebar garis 5 cm”.

Peralihan ( cross steps), saat kaki kiri diturunkan, kedua bahu diputar berlahan-lahan ke arah kanan, lengan kanan mulai bergerak atau diluruskan ke arah belakang, dan disini secara berlahan-lahan titik pusat gravitasi turun yang sebelumnya meningkat selama melakuakan awalan lari. Perputaran bahu dan pelurusan lengan yang membawa lembing ke arah belakang diteruskan tanpa terputus dan bergerak terus hingga melewati atas kaki kiri, dan ini menghasilkan kecondongan tubuh bagian atas ke belakang.Perputaran kedua bahu ke kanan membuat pilinan di antara tubuh bagian atas dan bagian bawah serta meninggalkan lembing dengan gerakan lempar lembing seharusnya ke arah di belakang badan.Pandangan kedua mata selalu lurus kedepan.

Ketika tungkai kanan mendarat dalam posisi setengah ditekuk diakhir langkah silang ( cross steps), angkatlah tumit kanan saat lutut bergerak maju, dan bukalah kedua tungkai dengan cara melangkahkan kaki kiri selebar mungkin ke depan dan diinjakkan sedikit ke arah kiri. Kedua bahu tetap menghadap ke samping dan pastikan lembing masih dipegang dengan baik di belakang dengan tangan yang membawa lembing tetap berada setinggi bahu.Pergelangan tangan dijaga agar tetap ditekuk dan telapak tangan menghadap atas agar ekor lembing tidak kenak tanah.

Selama pergerakan ini lengan kiri dilipat menyilang dada (Suherman, 2001:215) Fase akhir, Ketika kaki kiri di turunkan di posisi akhir lemparan, pemutaran kedua pinggul ke depan dimulai, ditandai oleh sebuah putaran ke dalam kaki kanan dan lutut dilanjutkan dengan pelurusan tungkai.

Segera bahu kiri dibuka, siku kanan diputar ke arah luar atas dan lembing diluruskan di atas lengan dan bahu. Kaki kiri ditekan ke tanah disusul kemudian dengan memutar kaki kanan ke dalam dan meluruskannya sambil lutut kanan turut diluruskan sehingga menghasilkan sebuah posisi membusur dari badan dan meregang kuat bagian otot depan (Suherman, 2001:216) Cara Melempar Lembing Pada saat lembing akan dilemparkan dari atas kepala, lembing dibawa kebelakang dengan tangan lurus diputar kedalam, badan direbahkan kebelakang dengan lutut kaki kanan, kemudian bersamaan dengan membengkokkan siku.

Lembing dibawa secepat-cepatnya keatas kepala, pinggul didorong ke depan dan lembing dilemparkan sekuat-kuatnya dari atas kepala kedepan sehingga tangan lurus dan dibantu dengan menolakkan kaki kanan sekuatnya dan melonjakkan badan kedepan, kemudian lembing dilepaskan pada saat lurus dan jari-jari tangan mendorong pangkal lilitan tali lembing (Hasan, 1993:85-86). Cara Melepaskan Lembing Gerakan pelepasan lembing adalah gerakan penting untuk suatu lemparan yang baik, bahwa bahu, lengan atas, dan tangan bergerak berurutan.Mula-mula bahu melempar secara aktif di bawa kedepan dan lengan pelampar diputar, sedangkan siku mendorong ke atas.

Pelepasan lembing itu terjadi di atas kaki kiri, lembing lepas dari tangan pada sudut lemparan kira-kira 45 derajat dengan suatu gerakan seperti ketapel dari lengan bawah tangan kanan. Kaki kanan meluncur di tanah, pada waktu lembing lepas terjadi pada suatu garis lurus dari pinggang ke tangan pelempar yang hanya sedikit keluar garis vertikal, sedangkan kepala dan tubuh condong ke kiri pada saat tahap pelepasan lembing.Lengan kiri ditekuk dan memblok selama pelepasan lembing.

(Muller, 2000:147-148-149) Saat melempar lembing diperlukan keseimbangan badan untuk mempertahankan posisi tubuh ketika melempar agar tidak terbawa ke depan yang dapat mengakibatkan diskwalifikasi.

Tubuh mengupayakan untuk menjaga keseimbangan dengan memusatkannya pada satu kaki tumpuan, keseimbangan dipengaruhi oleh letak segmen-segmen anggota tubuh. Ketika hendak melempar lembing maka moment gaya juga harus kita perbesar sebab semakin besar moment gaya maka gaya yang dihasilkan juga akan semakin besar, sehingga dapat menghasilkan lemparan yang jauh.

Semakin besar power kita dalam melempar maka akan semakin besar pula kecepatan benda tersebut. Sikap Badan Setelah Melempar Lembing Setelah kaki kanan di tolakkan keatas dan kedepan mendarat kaki diangkat kebelakang lemas lalu badan agak miring dan condong kedepan kaki kiri ke belakang lemas kemudian tangan kanan dengan siku agak dibengkokkan berada di bawah dekat keperut dan tangan kiri lemas kebelakang sehingga pandangan kearah jalannya lembing sampai jatuh (Hasan, 1993:85).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tolak Peluru Peraturan Umum Lempar Lembing • Peralatan Lembing Lembing terdiri tiga bagian yaitu mata lembing, badan lembing dan tali pegangan. Badan lembing terbuat dari metal dan mata lembing yang lancip terpasang ujung depan yang panjang.

Peraturan tentang spesifikasi lembing putra dan putri adalah sangat komplek, dalam rangka menjamin melayang dan menancapnya lembing yang sah.

Manager Teknik harus berhati-hati dalam menjamin bahwa semua lembing yang akan digunakan dalam suatu perlombaan harus memenuhi semua peraturan dan ketentuan yang ditetapkan. Berat lembing untuk putra adalah 800 gram, sedangkan lembing putri 600 gram.Panjang lembing untuk putra adalah 2.60 – 2.70 m, sedangkan panjang lembing putri 2.20 – 2.30 m. Pada perlombaan atletik seperti Olimpiade, Kejuaran Dunia atau regional.Hanya lembing yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara yang boleh digunakan.Namun pada perlombaan yang lebih kecil, peserta boleh menggunakan lembingnya sendiri, asalkan lembing tersebut telah diperiksa dan diberi tanda sebagai tanda sah oleh Panitia Penyelenggara sebelum perlombaan dimulai dan boleh digunakan oleh peserta yang lain (Ballesteros, 1993:117).

• Lintasan Awalan Lempar Lembing Panjang lintasan awalan lempar lembing harus tidak lebih dari 36.50 m dan tidak kurang dari 30 m, harus diberi tanda dengan dua garis paralel 4 m terpisah dan lebar garis 5 cm (Ballesteros, 1993:117) • Lengkung Batas Lempar Lembing Lengkung lempar dibuat dari kayu atau meta dicat putih dipasang datar dengan tanah, dan merupakan suatu busur atau lengkung suatu sirkel yang bergaris tengah radius 8 m.

Garis lengkungnya sendiri selebar 7 cm. Garis sepanjang 0.75 m dibuat sebagai perpanjangan dari lengkung lempar dan siku-siku terhadap garis paralel lintasan lari awalan (Ballesteros, 1993:117). • Sektor Lemparan Garis ini terkait dengan sisi dalam garis paralel gerakan lempar lembing seharusnya ke arah awalan yang ditarik dari titik pusat lengkung batas lempar dengan sudut 29o (Ballesteros, 1993:117).

• Penilaian Lempar Lembing Penilaian dalam lempar lembing dilakukan dengan menggunakan bendera putih, untuk menandakan bahwa lemparan yang dilakukan benar dan bendera merah untuk menandakan bahwa lemparan yang dilakukan salah.Suatu lemparan diukur dari tanda yang terdekat dengan kepala lembing, sampai ke bagian dalam ujung lingkaran lalu mengukur antara tanda tersebut.

Kemudian beberapa unsur penilaian dalam lempar lembing adalah cara memegang lembing dan pendaratan atau jatuhnya lembing (Munasifah,2008:7). Selanjutnya tentang penilaian Muhajir (2007:149) gerakan lempar lembing seharusnya ke arah “Lemparan sah bila mata lembing menancap atau menggores tanah di sektor lemparan, lemparan tidak sah bila sewaktu melempar menyentuh lengkung lemparan, atau garis 1,5 meter samping atau menyentuh tanah di depan lengkung lemparan”.

Lebih lanjut Ballesters (1993:117) menjelaskan bahwa “Suatu lemparan dianggap sah bila mata lembing harus menyentuh tanah sebelum bagian lembing yang lain, dan jatuh sepenuhnya di dalam atau di sisi dalam dari sektor pendaratan lembing Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lompat Jauh Persyaratan Suatu Lemparan yang Sah • Lembing harus di pegang pada bagian pegangannya, dan harus di lempar lewat atas bahu atau bagian teratas dari lengan si pelempar dan harus tidak dilempar secara membandul.Gaya non orthodox tidaklah di izinkan untuk dipakai.

• Lemparan itu tidak sah apabila mata lembing tidak menggores tanah sebelum bagian lembing lainnya. • Pelempar pada waktu membuat awalan lempar tidak boleh memotong salah satu garis atau jalur paralel. • Lemparan tidak sah bila si pelempar menyentuh dengan bagian tubuhnya atau anggota badan garis lempar, atau garis perpanjangan (garis lempar) yang siku-siku terhadap garis paralel, atau menyentuh tanah didepan garis lempar dan garis-garis itu semua.

• Sesudah membuat gerakan awalan lempar sampai lembingnya dilepaskan dan mengudara, tidak sekali-kali pelempar memutar tubuhnya penuh sehingga punggungnya membelakangi sektor lemparan.

• Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur lari awalan sebelum lembing yang dilemparkan jatuh ke tanah. Dari sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan dari belakang lengkung garis lempar dan garis perpanjangan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Senam Irama Lapangan Lempar Lembing Ukuran lapangan lempar lembing: • Lebar awalan: 4 meter • Panjang awalan: 40 meter • Lebar garis lurus sebelah kanan dan kiri garis lempar: 1,5 meter • Lebar gerakan lempar lembing seharusnya ke arah lempar: 7 meter.

Alat yang digunakan dalam lempar lembing: • lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam • untuk putri: panjangnya 2 meter dan beratnya 600 gram • untuk putra: panjannya 2,60 meter dan beratnya 800 meter.

Cara memegang lembing ada 3 macam, yaitu: • Dipegang di atas bahu, ujung lembing ke atas • Dipegang di depan dada, ujung lembing ke bawah • Dipegang ke belakang, menempel pada tangan kanan yang diluruskan. Peraturan-peraturan dalam melakukan lempar lembing: • setiap pelempar mempunyai hak melempar 3 kali • melempar harus dengan satu tangan. Diskualifikasi atau lemparan dianggap tidak sah apabila: • lembing tidak dipegang pada pembalutnya • dipanggil sudah dua menit, belum melempar • menyentuh besi batas lemparan sebelah atas • menyentuh tanah di luar besi lingkaran • setelah melempar keluar lewat garis lempar • lembing jatuh di luar sektor lemparan • ujung lembing tidak membekas pada tanah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lempar Cakram Faktor Mempengaruhi Lempar Lembing Pelempar lembing adalah seseorang yang mempunyai daya ledak otot lengan bahu yang besar dan mempunyai kekuatan serta ketepatan langkah dalam melakukan awalan sebelum lembing dilepaskan (Adisasmita, 1986:7). Oleh karena itu pelempar yang tidak mempunyai ketepatan dalam melangkah sama halnya tidak mempunyai harapan untuk mencapai prestasi yang maksimal.

Unsur dasar dari suatu prestasi lempar lembing adalah ketepatan dalam melangkah pada saat awalan, hal ini merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kemampuan seseorang untuk melempar sejauh mungkin. Disamping itu faktor utama yang harus diperhatikan adalah cara pegangan dan unsur fisik seperti kekuatan, kelentukan, kecepatan dan daya ledak otot. Komponen-komponen ini tidak boleh diabaikan oleh pelempar, pelatih termasuk juga guru penjas dalam mengajar Kemudian faktor lain yang mempengaruhi hasil lempar lembing adalah kesalahan dalam melakukan lemparan, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan lempar lembing, yaitu sebagai berikut: • Kecepatan lari tidak diatur meningkat.

Dari awal larinya cepat terus atau sebaliknya terlalu lambat, • Sewaktu lari, lembing didiamkan saja, • Setelah langkah silang, pelempar berhenti dahulu, • Kaki kanan tidak dikencangkan, • Lemparan tidak diikuti siku kanan, • Kaki kiri tidak dilangkahkan pada saat akan melempar, • Lepasnya lembing tidak melewati atas pundak kanan, • Sudut lempar kurang atau terlalu besar, • Tidak dapat memelihara keseimbangan (Munasifah, 2008:20).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bola Voli Hal Diperhatikan Dalam Lempar Lembing 1. Beberapa Hal yang Disarankan • Memegang lembing sepanjang jalur lengan • Melebarkan langkah terakhir dan membengkokkan secara perlahan-lahan tungkai kanan • Berlari lurus selama melakukan awalan • Bawalah berat badan melewati tungkai belakang • Dapatkan sebuah pilihan antara tubuh bagian atas dan bagian bawah (bahu kiri dalam posisi tertutup) • Luruskan lengan lempar dan telapak tangan lempar dalam posisi menghadap keatas • Langkahkan tungkai kiri jauh ke depan dan cakarkan • Busungkan badan dalam posisi lempar dan bawalah sikut keatas sewaktu melakukan lemparan.

2. Beberapa Hal yang Harus Dihindari • Memegang lembing dengan kepalan tangan gerakan lempar lembing seharusnya ke arah (menggenggam) • Meloncat ke atas pada langkah terakhir • Melakukan dua kali atau lebih langkah silang • Membawa gerakan lempar lembing seharusnya ke arah dua bahu menghadap kedepan • Pinggul di tekuk sehingga badan membungkuk ke depan • Membengkokkan lengan lempar pada saat mulai melakukan lemparan • Penempatan kaki depan di tanah terlalu jauh ke kiri • Melempar berputar melalui samping kanan badan Semoga Bermanfaat Sahabat Guru Pendidikan 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada SMA, SMP, Umum Ditag alat lempar lembing, apa itu lembing, apa yang kamu ketahui tentang lempar lembing, bagaimana cara membawa lembing, bagian bagian lembing, bentuk lapangan lempar lembing, cara bermain lempar lembing, cara membawa lembing ada, cara membuat lempar lembing dari bambu, gambar lembing, hakikat lempar lembing, jarak lempar cakram, jarak tolak peluru, jelaskan 3 macam gaya lempar lembing, jelaskan cara melakukan awalan lempar lembing, jelaskan cara memegang lembing, lapangan lempar lembing, lembing untuk putra mempunyai panjang, lempar cakram, lempar lembing menirukan gerakan, lempar peluru, lontar martil, makalah lempar lembing pdf, manfaat lempar lembing, materi lempar lembing pdf, pada dasarnya lempar lembing berarti, pegangan lempar lembing, pengertian lempar, pengertian lempar dan tolak, pengertian lempar lembing, pengertian lempar lembing brainly, peraturan lempar lembing, peraturan permainan lempar lembing, rangkuman lempar lembing, sarana dan prasarana lempar lembing, sebutkan gaya dalam lempar lembing, sejarah atletik jalan, sejarah atletik lempar, sejarah cakram, sejarah lari, Sejarah Lempar Cakram, sejarah lempar lembing, sejarah lempar lembing brainly, sejarah lempar lembing dan lempar cakram, sejarah lompat, sejarah lontar martil, sejarah tolak peluru, sudut lemparan pada lempar lembing sebesar, tahapan dalam melempar lembing kecuali, teknik dasar lempar lembing brainly, teknik lempar lembing, tujuan lempar lembing, tuliskan ukuran lembing untuk putra dan putri, ukuran lempar lembing Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Indeks Pembangunan Manusia • Hemoglobin adalah • KineMaster Pro • Penjelasan Air Sebagai Pelarut Bagi Kehidupan • Pengertian Perwatakan • Bakteri adalah • Kontravensi adalah • Struktur Morfologi Pada Akar Tumbuhan Dalam Biologi • Kata Seru adalah • Pengertian Nukleus (Inti Sel) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com 45.

Bacalah cerita berikut ini dengan cermat! Hari sudah mulai sore. Jam dinding di rumah Nindya menunjukkan tepat pukul 15.00 WIB. Reni dan Nindya ak … an mengikuti les melukis di sekolah. Langit tampak mendung, saat Reni datang ke rumahnya. “Nin! kamu sudah siap belum.” tanya Reni. “Bentar ? aku mau ambil jas hujan dulu!” jawab Nindya. Tak berapa lama Nindya keluar rumah menghampiri Reni.

Reni dan Nindya bergegas menuju sekolah dengan gembira. Perbaikilah 4 kesalahan penggunaan tanda baca pada kalimat percakapan tersebut!​
KOMPAS.com - Lempar lembing termasuk dalam cabang olahraga atletik kategori lempar.

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika melakukan lempar lembing adalah gerakan tangan. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian lempar lembing adalah bentuk olahraga melemparkan tombak kayu dengan ujung berlapis logam runcing sejauh mungkin. Jadi, olahraga yang mendorong atau melepaskan lembing dari tangan ke arah tertentu adalah lempar lembing. Adapun, lempar lembing termasuk dalam cabang olahraga atletik kategori lempar bersama tolak peluru, lempar cakram, dan lontar martil.

Tujuan dari lempar lembing adalah mencapai jarak lemparan sejauh-jauhnya. Lemparan dalam lempar lembing dikatakan sah, apabila lembing menancap di dalam sektor lemparan. Baca juga: Lempar Lembing: Sejarah dan Tekniknya Untuk mencapai hasil lemparan maksimal, atlet harus menguasai teknik dasar lempar lembing serta memiliki kecepatan dan kekuatan.

Di dalam olahraga lempar lembing terdapat teknik memegang dan melempar lembing. Teknik Memegang Lembing Jumlah cara memegang lembing dalam lempar lembing adalah 3 (tiga) cara yaitu American style, Finnish style, dan Tang style. Teknik memegang lembing American style atau gaya Amerika adalah posisi jempol dan jari telunjuk ditempatkan di batas pegangan. Sementara itu, posisi jari lainnya adalah memegang lembing secara rapat. Cara memegang lembing teknik Finnish style adalah dengan mengacungkan jari telunjuk dan ditempelkan di bagian lembing, sementara ibu jari dan jari lainnya memegang lembing tepat di bagian pegangan (menggenggam).

Jadwal Indonesia Open 2021, Marcus/Kevin dkk Berlaga Hari Ini https://www.kompas.com/badminton/read/2021/11/23/06000018/jadwal-indonesia-open-2021-marcus-kevin-dkk-berlaga-hari-ini https://asset.kompas.com/crops/O-zxw__a9l_wUZmHXQ5MAyIbwnw=/38x31:1200x805/195x98/data/photo/2021/11/19/6197aeda11277.jpg BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Cabang olahraga atletik adalah ibu dari sebagian besar cabang olahraga (mother of sport), di mana gerakan-gerakan yang ada dalam atletik seperti: jalan, lari, lompat dan lempar dimiliki oleh sebagian besar cabang olahraga, sehingga tak heran jika pemerintah mengkategorikan cabang olahraga atletik sebagai salah satu mata pelajaran pendidikan jasmani yang wajib diberikan kepada para siswa mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah lanjutan menengah atas, sesuai dengan SK Mendikbud No.

0413/U/87. Lempar lembing merupakan bagian dari nomor lempar yang terdapat dalam cabang olahraga atletik. Dalam lempar lembing terdapat lari awalan dan kebutuhan akan koordinasi gerak lempar yang lancar, yang dilakukan sambil berlari dalam kecepatan optimal. Lempar lembing mempunyai kekhususan bila dibandingkan dengan lempar cakram dan tolak peluru, dimana lempar lembing tidak ditentukan oleh tinggi, berat badan dan kekuatan maksimum si atlet, tetapi membutuhkan power dan kekuatan khusus lempar di atlet sebagai hasil dari panjangnya lari awalan.

Oleh karena itu secara teknis, lembing hanya dapat dilempar dengan baik bila dilakukan dengan irama, timing, serta koordinasi gerakan halus yang dimulai dari kaki, tungkai, torso, dan lengan. Selanjutnya gerakan dalam lempar lembing dapat dianalisis dan dihubungkan dengan prinsip-prinsip dalam biomekanika. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat ditulis rumusan masalah, yaitu ”Bagaimanakah analisis untuk gerakan lempar lembing jika dihubungkan gerakan lempar lembing seharusnya ke arah prinsip-prinsip biomekanika?” BAB II PEMBAHASAN Dalam lempar lebing terdapat 3 cara untuk memegang lembing (Grip), yaitu: 1.

Pegangan ibu jari dan jari telunjuk. Dalam posisi ini ibu jari dan jari telunjuk berada di belakang tali balutan lembing, sedangkan jari-jari yang lain berada di dalam ikatan. 2. Pegangan ibu jari dan jari tengah. Posisi ibu jari dan jari tengah berada di belakang tali balutan, sedangkan jari telunjuk memanjang badan lembing. 3. Pegangan ”V” Dalam pegangan ini lembing dipegang diantara jari telunjuk dan jari tengah.

Pegangan ini dapat mencegah terjadina cedera pada saat siku diluruskan berlebihan (Over extended). Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m. Gambar lapangan lempar lembing: Untuk melakukan gerakan melempar dalam lempar lembing dapat dilakukan dengan teknik gerakan lempar yang dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu: 1.

Lari Awalan (Approach) Posisi awal, pelempar berdiri tegak menghadap ke arah lemparan dengan kedua kaki sejajar. Lembing dipegang pada ujung belakang balutan tali memungkinkan suatu transfer kekuatan di belakang titik pusat grafitasi, sedangkan jari-jari mengimbangi tahanan dengan baik.

Lengan kanan atau yang digunakan untuk membawa lembing ditekuk gerakan lempar lembing seharusnya ke arah lembing dibawa setinggi kepala dengan mata lembing menunjuk sedikit ke atas. 2. Lari Awalan 5 Langkah Yang dimaksud lari awalan di sini adalah sepanjang 5-8 langkah sesuai dengan kemampuan dalam lari sprint, seperti suatu lari percepatan dah harus dalam satu garis lurus. Lembing masih dibawa dalam posisi setinggi kepala dengan mata lembing tetap menunjuk sedikit ke atas.

Punggung tangan menghadap ke arah luar (latera). Selama lari lengan yang membawa lembing bergerak hanya sedikit, sedangkan lengan yang lain bergerak sesuai dengan irama lari. Lima langkah mengikuti lari awalan yang siklis tanpa suatu gangguan/interupsi. Urutan langkah itu adalah kanan – kiri – kanan – kiri – lempar. Articulation merupakan sumbu putaran ketika melakukan lompatan Dan gerak persendian ketika atlet tersebut berlari merupakan gerak berputar dimana pusat putaran tersebut ada pada 1.

Articulacio humeri merupakansumbu putaran ketika mengayunkan tangan. 2. Articulation coxae merupakan sumbu putaran saat mengayunkan tungkai. 3. Articulation merupakan sumbu putaran ketika melakukan lompatan Gerakan penarikan lembing dimulai pada saat kaki kiri mendarat, bahu kiri menghadap ke arah lemparan, lengan gerakan lempar lembing seharusnya ke arah ditahan di depan untuk menjaga keseimbangan.

Sedangkan lengan yang melempar diluruskan ke belakang pada waktu langkan 1 dan 2, dan lengan pelempar ada pada posisi setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan, serta ujung mata lembing dikontrol selalu dekat dengan kepala atau di samping telinga.

Dalam hitungan 3, lembing harus benar-benar lurus dan hitungan 4 lakukan silang/dorongan aktif dengan kaki kanan ke depan bukan ke atas menuju arah lemparan, badan condong ke belakang, bahu kiri dan kepala menghadap ke arah lemparan, poros lengan pelempar dan bahu paralel, dan langkah impuls adalah lebih panjang daripada langkah pelepasan/delivery.

Hitungan kelima atau langkah kelima mengikuti dengan menempatkan kaki kiri yang diluruskan dan dikuatkan pada tumit masuk ke posisi power (power position). Dalam posisi power, lengan pelempar dengan lembingnya benar-benar berada di belakang, membentuk garis lurus dengan bahu. Poros lembing dan poros bahu adalah paralel, sedangkan mata memandang ke depan. Pusat massa badan bergerak ke arah lemparan lewat atas kaki kanan dan dikontrol oleh kaki yang diluruskan.

Sedangkan kaki kiri memblok separo bagian kiri badan.

Dada mendorong ke depan dan menghasilkan ”tegangan seperti tali busur” yang memungkinkan penggunaan sepenuhnya dari kakitorso, dan lengan pelempar. Tegangan busur meningkat dengan menahan lengan ke belakang. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar di bawah ini: 3. Pelepasan Lembing Gerakan pelepasan lembing adalah gerakan penting untuk suatu lemparan yang baik, bahwa bahu, lengan atas, dan tangan bergerak berurutan. Mula-mula bahu melempar secara aktif di bawa ke depan dan lengan pelempar diputar, sedangkan siku mendorong ke atas.

Pelepasan lembing itu terjadi di atas kaki kiri. Lembing lepas dari tangan pada sudut lemparan kira-kira 45° dengan suatu gerakan seperti ketapel dari lengan bawah tangan kanan. Kaki kanan meluncur di tanah.

Pada waktu lembing lepas terjadi pada suatu garis lurus dapat digambarkan dari pinggang ke tangan pelempar yang hanya sedikit ke luar garis vertikal, sedangkan kepala dan tubuh/torso condong ke kiri pada saat tahap pelepasan lembing. Lengan kiri ditekuk dan memblok selama pelepasan lembing. Setiap benda yang ada dibumi akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi meski seringan apapun benda tersebut. Inilah yang menjadi penyebab mengapa setiap benda yang bergerak dia akan berhenti karena adanya gaya gravitasi tersebut.

Seperti halnya yang terjadi pada lembing, setelah melambung tinggi maka lembing tersebut akan jatuh dan menancap di tanah. Saat melempar lembing diperlukan keseimbangan untuk mempertahankan posisi tubuh ketika melempar. Tubuh mengupayakan untuk menjaga keseimbangan dengan memusatkannya pada satu kaki tumpuan teori yang tepat yaitu keseimbangan dipengaruhi oleh letak segmen-segmen anggota tubuh.

Ketika hendak melempar lembing melemparkan benda maka moment gaya juga harus kita perbesar sebab semakin besar moment gaya maka gaya yang dihasilkan juga akan semakin besar jadi juga dapat menghasilkan lemparan yang jauh.

Semakin besar power kita dalam melempar benda maka gerakan lempar lembing seharusnya ke arah semakin besar pula kecepatan benda tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar di bawah ini: 4. Pemulihan Pemulihan terjadi sebelum garis batas dengan suatu pembalikan arah lemparan ke kaki kanan.

Lutut ditekuk secara signifikan dan pusat massa badan diturunkan dengan membengkokkan badan bagian atas ke depan. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari uraian pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh hasil lemparan yang optimal diperlukan rangkaian gerakan yang benar dan penerapan asas-asas atau prinsip-prinsip dalam biomekanika yang tepat. Sehingga dalam olahraga ini tidak hanya otot yang diandalkan. Keharmonisan gerakan antara tungkai, lengan, dan torso disertai dengan irama dan timing yang tepat merupakan kunci dari keberhasilan melakukan gerakan lempar lembing.

B. Saran Yang dapat kami sarankan untuk para pembaca adalah bahwa dalam memdalami atau bila kita akan melakukan gerakan lempar lembing selain memperhatikan kesiapan fisik juga harus memperhitungkan prinsip-prinsip biomekanika yang terjadi dalam gerakan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA Purnomo, Gerakan lempar lembing seharusnya ke arah. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta. Mahayana, Mukti. (2009).

Biomekanika. Dari: http://moektimaha17.wordpress.com/2009/11/03/biomekanika/ Lempar Lembing. Dari: http://www.moccasport.co.cc/2009/02/lempar-lembing_14.html
Olahraga lembar lembing merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Olahraga ini membutuhkan teknik, kecepatan, dan kekuatan untuk dapat melemparkan lembing sejauh mungkin. Lempar lembing ini berasal dari dua kata, lempar yang berarti membuang jauh, dan lembing yang berarti tongkat berujung runcing. Melempar adalah proses pemindahan benda dari satu tempat ke tempat lain dengan sekuat tenaga agar benda mencapai jarak maksimal.

Melempar ini adalah unsur terpenting dalam kegiatan olahraga lempar lembing. Menurut PASI (1988), lempar lembing adalah salah satu olahraga dalam cabang atletik yang menggunakan alat bulat panjang berbentuk tombak dengan melempar sejauh-jauhnya.

Sedangkan menurut Jerver (1996), lempar lembing merupakan suatu gerakan sentuhan tangan dengan menggunakan benda berbentuk panjang yang dilempar sejauh mungkin. Buku tersebut adalah buku pendidikan jasmani dan olahraga untuk SMP atau MTS kelas IX. Mengetahui olahraga lempar lembing ini tidak akan lengkap jika kita tidak mengetahui bagaimana sejarahnya.

Di balik olahraga yang mendunia ini, lempar lembing memiliki sejarah pada zaman kuno. Berikut adalah sejarah olahraga lempar lembing. Daftar Isi • Sejarah Olahraga Lempar Lembing • Teknik Olahraga Lempar Lembing • Anda Mungkin Juga Menyukai • 1. Teknik Memegang Lembing • a. Gaya Amerika • b. Gaya Finlandia • c. Gaya Penjepit • 2. Teknik Membawa Lembing • 3. Teknik Lari Lempar Lembing • 4. Teknik Melempar Lembing • Peraturan Umum dalam Lempar Lembing • 1.

Peralatan Lempar Lembing • 2. Lintasan Awalan Lempar Lembing • 3. Lengkungan Batas Lempar Lembing • 4. Area Pendaratan Lempar Lembing • 5. Penilaian Lempar Lembing • Persyaratan Lemparan Lembing yang Sah • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait • • Buku Terkait • Materi Terkait Sejarah Olahraga Lempar Lembing Kegiatan lempar lembing sering kali dilakukan oleh manusia pada zaman kuno untuk berburu binatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia juga menggunakan lembing ini untuk berperang.

Gerakan lempar lembing seharusnya ke arah dijadikan sebagai olahraga, kegiatan lempar lembing ini lebih digunakan untuk beraksi dan melindungi diri. Setelah berabad-abad kemudian, lempar lembing dijadikan olahraga seperti sekarang. Lempar lembing ini sudah diperkenalkan sejak olimpiade pada masa kuno sebagai bagian dari Pentathlon pada 708 SM. Selanjutnya olahraga ini juga muncul di Jerman dan Swedia pada tahun 1870-an.

Lalu olahraga lempar lembing ini secara resmi menjadi bagian dari cabang atletik pada olimpiade modern sejak tahun 1908 (pria) dan tahun 1932 (wanita). Selain itu ada dua perkembangan yang telah memengaruhi perkembangan dari olahraga lempar lembing ini.

Yang pertama adalah menggunakan cakram sebagai alat putaran untuk melempar. Metode tersebut menghasilkan jarak yang baik untuk melempar, namun metode tersebut juga sering dilarang. Yang kedua adalah aturan agar atlet tidak membelakangi arah lemparan. Teknik Olahraga Lempar Lembing Lempar lembing ini adalah sebuah olahraga cabang atletik yang mengutamakan gerakan lengan dan otot. Oleh karena itu perlu dilakukan latihan dan teknik yang tepat untuk memaksimalkan lemparan dan juga mengurangi cedera pada lengan.

Sebelum melakukan latihan teknik lempar lembing ini diharuskan untuk pemanasan agar seluruh badan termasuk lengan sudah renggang dan tidak kaku saat digerakkan. Sumber: Kompas.com Memegang lembing dengan baik dan benar merupakan kunci dari lemparan yang bagus. Pada bagian lembing pastinya terdapat lilitan tali yang gunanya sebagai tempat yang dianjurkan untuk memegang lembing.

Pada titik itulah tempat yang paling efektif dalam memegang lembing. Ada tiga gaya untuk memegang lembing yaitu, gaya Amerika, gaya Finlandia, dan gaya penjepit. Berikut gaya-gaya untuk memegang lembing. a. Gaya Amerika Gaya Amerika ini adalah gaya yang mudah dilakukan, khususnya untuk pemula yang baru ingin belajar lempar lembing.

Selain pemula, masyarakat dan pendidikan juga menggunakan gaya ini untuk memegang lembing karena daya dorong yang dihasilkan oleh ibu jari dan jari telunjuk lebih tinggi.

Cara memegang lembing dengan gaya Amerika adalah dengan memegang lembing pada bagian tali di antara gerakan lempar lembing seharusnya ke arah telunjuk dan ibu jari, gerakan lempar lembing seharusnya ke arah telapak tangan dan jari lainnya menggenggam tongkat seperti biasa. Gaya pegang ini juga lebih mudah dilakukan daripada gaya Finlandia. Biasanya orang-orang yang memegang gaya Finlandia adalah atlet elit saja. Secara umum gaya pegang lembing Amerika dan Finlandia masih digunakan sampai sekarang karena memiliki dorongan yang sama kuat, hanya berbeda teknik memegang saja.

b. Gaya Finlandia Cara memegang lembing dalam gaya Finlandia ini adalah memegang lembing pada bagian lilitan tali dengan jari tengah dan ibu jari yang bertemu, lalu diikuti oleh sisa jari lainnya yang menggenggam, namun jari telunjuk tetap lurus mengikuti lembing. Gaya memegang lembing yang satu ini mirip dengan gaya Amerika, namun telunjuk yang lurus harus diulur agak ke belakang untuk mengontrol saat ingin melemparkan lembing. c. Gaya Penjepit Gaya penjepit ini caranya dengan memegang lembing pada bagian lilitan tali dengan jari telunjuk dan jari tengah berada di antara lembing dengan posisi menjepit.

Gaya memegang lembing ini untuk mencegah terjadinya luka di siku karena salah melempar. Tetapi karena lilitan tali yang tipis tersebut dapat memicu juga masalah saat melempar.

2. Teknik Membawa Lembing Setelah bisa menentukan mana gaya memegang lembing yang cocok untuk kalian, langkah berikutnya adalah teknik membawa lembing dengan benar. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya. • Pegang lembing dan posisi kan lembing berada di atas bahu. Dalam hal ini posisi siku harus mengarah ke depan.

Lalu arahkan lembing ke depan dengan kemiringan 40 derajat ke area lemparan yang dituju. • Pada saat melakukan langkah pertama, usahakan agar pinggul kalian tegak lurus dengan area target. Sebelum melempar, umumnya pemula akan melakukan lari 10 langkah, sedangkan atlet biasanya bisa sampai 13 hingga 18 langkah. • Selama berlari, kalian harus memastikan posisi memegang lembing harus sesuai dengan teknik awal.

• Ketika kamu telah mencapai langkah akhir, putar kaki yang berlawanan dengan tangan kamu yang memegang lembing, lalu arahkan pinggul kalian ke target lempar lembing. • Selanjutnya, lakukan gerakan kaki menyilang sambil menarik lembing ke belakang. Dalam hal ini posisi tubuh harus condong ke belakang untuk siap-siap melempar lembing di area target. 3. Teknik Lari Lempar Lembing Sumber: masterpendidikan.com Ketika kalian sudah paham bagaimana cara memegang lembing, selanjutnya adalah bagaimana teknik berlari ketika ingin melemparkan lembing.

Di bawah ini adalah langkah-langkahnya. • Saat awal berlari, pastikan kalian berlari sambil membawa lembing dengan posisi lembing berada di atas kepala, lengan ditekuk ke depan, dan telapak tangan menghadap ke atas. Seperti pada awal posisi memegang lembing. Yang kalian harus ingat juga adalah posisi lembing harus sejajar di atas garis paralel dengan tanah.

• Pada bagian akhir dari awal terdiri dari langkah silang yang disebut dengan cross steps. Selain itu ada beberapa cara lainnya seperti, jingkat ( hot steps), langkah silang ( cross steps), langkah silang belakang ( rear cross steps). • Pada cara cross step, saat kaki kiri diturunkan, lalu bahu diputar ke arah kanan secara perlahan. Setelah itu lengan kanan bergerak ke belakang. Pada saat yang bersamaan ini titik gravitasi turun selama melakukan awalan lari.

• Perputaran bahu dan meluruskan lengan ini terus bergerak ke belakang tanpa terputus hingga melewati atas kaki kiri. Hal tersebut menghasilkan tubuh yang condong ke belakang. • Pandangan mata kalian harus lurus ke depan. Lalu, saat gerakan lempar lembing seharusnya ke arah kanan mendarat dengan posisi ditekuk lalu diakhiri oleh langkah silang.

Setelah itu, angkatlah tumit kanan saat lutut bergerak maju, lalu buka kedua tungkai dengan melangkahkan kaki kiri sejauh mungkin ke depan dan injak ke arah kiri sedikit. • Dalam kondisi ini tetap jaga lembing dalam genggaman yang berada pada posisi setinggi bahu. Pergelangan tangan kalian harus terjaga dengan posisi menghadap ke atas agar ekor lembing tidak menyentuh tanah.

• Lalu pada fase terakhir ini, saat kaki kiri sudah diturunkan dalam akhir lemparan, lalu pinggul berputar ke depan dan ditandai dengan putaran ke dalam kaki kanan dan lutut. Setelah itu segeralah membuka bahu kiri, dan siku kanan di putar ke arah atas, lembing diluruskan di atas lengan dan bahu ke arah target. • Lalu tekan kaki kiri seperti melompat dan disusul dengan kaki kanan ke dalam, lalu meluruskannya sambil lutut kanan juga ikut lurus sehingga membentuk posisi membujur dari badan, dan siap untuk melempar.

4. Teknik Melempar Lembing Sumber: wikipedia Berikut adalah beberapa langkah untuk melempar lembing. Teknik ini bisa digunakan jika kamu ingin melempar lembing tanpa awalan lari. • Kamu harus meluruskan lengan dan mencondongkan badan ke belakang. Jangan lupa untuk tetap pertahankan pandangan ke area target. • Gunakan kaki depan sebagai tumpuan, lalu dorong dengan kaki lainnya.

Ubah titik gravitasi dan berat badan ke depan sambil bersiap untuk melemparkan lembing. • Pada saat yang bersamaan, kamu bisa melemparkan lembing ke arah atas depan.

Lepaskan lembing yang kamu pegang saat posisi tangan berada di depan kaki tumpuan. • Lemparlah lembing sekuat tenaga, dan tetap jaga keseimbangan tubuh ketika melempar. Buku tersebut merupakan buku jasmani dan olahraga untuk SMP dan MTS kelas VIII. Peraturan Umum dalam Lempar Lembing Internationa Association of Athletics Federations (IAAF) telah menentukan sejumlah aturan terkait lempar lembing.

Berikut adalah peraturan umum dalam olahraga lempar lembing. 1. Peralatan Lempar Lembing Dalam alat lembing terdiri dari tiga bagian yaitu, mata lembing, badan lembing, dan juga tali lembing. Badan pada lembing terbuat dari metal, lalu mata lembing lancip dengan ujung yang panjang. Spesifikasi lembing pura dan putri memiliki beberapa perbedaan. Aturan spesifikasi yang telah ditetapkan ini untuk menjamin lembing dapat melayang dan menancap dengan baik dan benar. Dalam hal ini, manajer teknik harus berhati-hati dalam menjamin semua lembing agar sesuai dengan aturan yang sah.

Berat lembing untuk putra adalah 800 gram, sedangkan putri sebesar 600 gram. Panjang lembing untuk putra adalah 2.60 m sampai 2.70 m. Sedangkan lembing putri memiliki gerakan lempar lembing seharusnya ke arah 2.20 m sampai 2.30 m.

Dalam lomba kejuaraan dunia atau regional, peserta harus menggunakan lembing gerakan lempar lembing seharusnya ke arah telah disediakan oleh panitia. Namun pada perlombaan lainnya dalam tingkatan yang lebih kecil, peserta boleh membawa lembingnya sendiri asal telah diperiksa dan diberi tanda oleh panitia. 2. Lintasan Awalan Lempar Lembing Menurut aturan yang berlaku, panjang lintasan awalan lempar lembing tidak boleh lebih dari 36.50 m dan tidak kurang dari 30 m.

Lintasan ini harus diberi tanda dengan dua garis paralel 4 m terpisah dengan lebar garis 5 cm. 3. Lengkungan Batas Lempar Lembing Lengkungan untuk batas lempar lembing ini dibuat dari kayu meta yang dicat putih dan dipasang datar dengan tanah.

Lengkungan ini merupakan suatu busur yang memiliki garis tengah dengan radius 8 m. Garis lengkungannya berukuran 7 cm.

Sepanjang 0.75 m dibuat sebagai perpanjangan dari lengkungan lempar dan siku-siku terhadap paralel lintasan lari awalan. 4. Area Pendaratan Lempar Lembing Area pendaratan ini ditandai dengan busur yang ditarik dan dititik pusatkan dengan sudut 28.96 derajat.

5. Penilaian Lempar Lembing Dalam penilaiannya, lempar lembing ini menggunakan bendera sebagai suatu gerakan lempar lembing seharusnya ke arah. Bendera putih digunakan jika lemparan dilakukan dengan benar dan menancap sukses di area pendaratan. Sedangkan bendera merah digunakan untuk menandakan bahwa lemparan yang dilakukan itu salah. Suatu lemparan lembing diukur dari tanda yang terdekat dengan mata lembing sampai ke bagian dalam lingkaran, lalu mengukur tanda antara tanda tersebut.

Beberapa unsur penilaian adalah bagaimana cara memegang lembing yang benar dan pendaratan lembing yang paling jauh dan tepat. Muhajir (2007) mengatakan bahwa, lemparan dapat dikatakan sah apabila lembing telah menggores atau menancap di area pendaratan. Lemparan dikatakan tidak sah jika sewaktu peserta melempar, kaki menyentuh lengkung lemparan. Sedangkan Ballesters mengatakan bahwa lemparan akan dianggap sah jika mata lembing menyentuh tanah sebelum bagian lembing yang lain, dan sepenuhnya harus jatuh ke dalam area pendaratan.

Persyaratan Lemparan Lembing yang Sah • Lembing harus dipegang pada lilitan tali, serta harus dilempar dari atas bahu dan bagian teratas dari lengan. • Lemparan tidak sah jika mata lembing tidak menggores terlebih dahulu pada area pendaratan sebelum bagian lainnya. • Pelempar tidak boleh memotong salah satu jalur paralel ketika sedang melempar lembing.

• Lemparan dihitung tidak sah jika pelempar menyentuh garis lempar siku-siku terhadap garis paralel dengan tubuh dari pelempar. • Setelah gerakan awal lemparan sampai lembingnya telah dilepaskan dan melayang, pelempar tidak boleh memutar tubuhnya hingga membelakangi area pendaratan. • Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur awalan sebelum lembing dilempar ke area pendaratan.

Dari sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan, dari belakang lengkung lempar, dan garis perpanjangan. • Lembing harus mendarat pada area pendaratan dan memberi tanda pendaratan, tidak harus menempel hingga melubangi rumput. • Tidak boleh menggunakan alat bantu untuk merekatkan tangan agar lemparan pada lembing menjadi lebih baik.

Bahkan memakai sarung tangan juga tidak boleh. • Atlet hanya memiliki waktu selama 1 menit untuk melakukan lempar lembing. Jika 15 detik terakhir atlet masih belum melempar maka wasit akan mengibarkan bendera kuning sebagai peringatan.

Poin tidak akan dihitung jika telah melebihi batas waktu. • Umumnya, atlet melakukan percobaan melempar dengan tiga kali kesempatan dalam sebuah kompetisi. Bahkan di beberapa kesempatan, atlet dapat memiliki kesempatan enam kali percobaan. • Jika poin antar atlet berujung seri, maka harus dilakukan lemparan sekali lagi. Atlet dengan lemparan terbaik akan keluar sebagai pemenang. • Wasit menentukan pemenang dari lemparan yang sah dan jarak terjauh. Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK dan Sederajat kelas X, disusun berdasarkan Kurikulum 2013 yang revisi terbaru.

Disajikan dengan memperhatikan keterkaitan ilmu teknologi, kesehatan, lingkungan, dan masyarakat. Materi buku ini mengungkapkan beberapa teknik atau metode ketrampilan mental yang harus dikuasai oleh peserta didik.

• Pengertian Kebugaran Jasmani • Gerakan Non Lokomotor • Unsur Kebugaran Jasmani • Permainan Sepak Bola • Teknik Dasar Sepak Bola • Tujuan Permainan Sepak Bola • Manfaat Permainan Sepak Bola • Ukuran Lapangan Sepak Bola • Lari Jarak Pendek • Permainan Bola Basket • Tujuan Permainan Bola Basket • Permainan Bola Kasti • Pengertian Pencak Silat • Pengertian Olahraga Renang • Pengertian Permainan Bola Voli • Pengertian Senam Irama • Jenis-jenis Senam Lantai • Macam Gerakan Senam Lantai • Manfaat Lompat Tali • Manfaat Sit Up • Lari Jarak Pendek • Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga • Olahraga Lempat Lembing Nah Grameds, itulah penjelasan mengenai olahraga lempar lembing yang di dalamnya terdapat sejarah, teknik, peraturan, dan persyaratan untuk lempar lembing.

Jika kalian tertarik berlatih lempar lembing, kalian bisa mempelajari dari artikel di atas. Sebelum melakukan kegiatan olahraga tentunya kita harus melakukan pemanasan. Apabila kalian ingin belajar pemanasan yang baik dan benar, kalian bisa membeli buku-buku bahkan peralatan olahraga di Gramedia.

Gramedia sebagai #SahaatTanpaBatas menyediakan buku-buku yang mungkin kalian inginkan. Yuk, beli bukunya sekarang juga! Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 102 • Blog 23 • Business 25 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 12 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 83 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 21 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 6 • Pkn 71 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 33 • SBMPTN 1 • Sejarah 85 • Sosial Budaya 100 • Sosiologi 54 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Jawaban: Sikap yang akan digunakan untuk melempar lembing adalah berdiri dengan kaki terbuka ke arah menyamping dengan arah lemparan ke bahu kiri di depan.

Tangan yang akan melempar diletakkan di samping dengan sedikit serong ke bawah. berat badan yang ada di kaki kanan akan dibengkokkan ke arah luar. Maap Kalo Salah:>

Video Pembelajaran Teknik Dasar Lempar Lembing




2022 charcuterie-iller.com