Doa membasuh kaki ibu

doa membasuh kaki ibu

Umat Buddha Bangka Rayakan Hari Ibu dengan Membasuh Kaki Ibu Sutar Soemitro - Friday, 30 December 2016 12.32 PM News Sutar Soemitro Padepokan Puri Tri Agung di Sungailiat, Bangka menggelar perayaan Hari Ibu pada Kamis (22/12) dengan sebuah Dharmatalk “I Love Mom” yang dibawakan oleh Bhiksu Sakya Sugata dan moderator Wedyanto Hanggoro.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 300 orang, sebagian besar anak sekolah di Sungaliat dan sekitarnya. Tercatat ada tujuh sekolah dan dua vihara yang mengirim murid-muridnya menghadiri Dharmatalk tersebut. Acara dimulai dengan pelepasan satwa (fangsheng) di doa membasuh kaki ibu Puri. Sehari sebelumnya, siswa-siswi SD dan SMP Maria Goretti Sungailiat melakukan penanaman 30 bibit pohon cemara laut sebanyak di lingkungan sekitar Puri Tri Agung.

Suhu Neng Xiu –panggilan akrab Bhiksu Sakya Sugata– menyoroti perubahan sikap hormat anak kepada orangtua yang sudah sangat berbeda dengan zaman dahulu. Pada zaman dahulu, anak-anak sangat patuh pada orangtua dan tidak berani untuk sekadar menyahuti ketika orangtua sedang bicara, apalagi membantah.

Anak-anak memasak buat orangtua dan langsung mengambilkan minum dan memijit ketika orangtua pulang kerja.

doa membasuh kaki ibu

Sedangkan anak zaman sekarang, doa membasuh kaki ibu pulang dari sekolah langsung beringsut ke kamar sambil menutup pintu keras-keras, kemudian asyik main handphone. Ketika mama mengingatkannya untuk makan, sang anak malah menimpali dengan bersungut-sungut, “Entar! Bawel!” Tak jarang, anak-anak kadang sudah makan di luar, padahal orangtua sudah siapkan makanan. Tapi mama tidak pernah kapok, dan ia terus memasakkan makanan untuk anak-anaknya.

Begitulah kasih sayang seorang ibu, tak pernah berhenti. Suhu juga mengakui sewaktu kecil pernah bertingkah tidak pantas kepada orangtuanya, pernah marah pada orangtua. Ketika itu, tiap kali ia marah, pelukan dari mama selalu bisa membuatnya berhenti marah. Tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan pelukan mama. Suhu Neng Xiu juga bercerita tidak semua keluarga memberikan kehangatan dan kasih sayang kepada anak-anak. Ia bercerita tentang orangtua yang sering bertengkar sehingga membuat anak-anaknya tertekan, bahkan toko mereka menjadi sepi.

doa membasuh kaki ibu

Suhu menyarankan kepada putri sulung keluarga tersebut untuk membaca paritta/liam keng setiap hari dan mengajak kedua adiknya doa membasuh kaki ibu kepada kedua orangtuanya. Satu bulan kemudian, sang putri sulung bercerita padanya, “Suhu, saya dan adik-adik saya sudah rajin baca paritta, sudah rajin baca liam keng, mama berubah menjadi lebih baik. Ngomongnya tadinya kasar berubah menjadi lebih lembut, papa biasa ngomel-ngomel sekarang lebih sabar.” Tiga bulan kemudian, mamanya ikut baca paritta/liam keng, ikut sama-sama berlindung pada Buddha Dharma Sangha.

Satu tahun kemudian, adik-adiknya dapat beasiswa, papa dapat pekerjaan lebih baik, mereka pindah ke rumah baru yang lebih baik, toko jadi ramai. “Perubahan memang butuh waktu. Doa setiap hari, cinta kasih setiap hari.

Kita setiap hari berdoa semoga semua makhluk berbahagia, tapi kita dulu yang harus berbahagia, mama papa, keluarga kita bahagia,” tegas Suhu.

Suhu berpesan agar sepulang dari Dharmatalk, anak-anak dianjurkan untuk langsung mewujudkan rasa bakti kepada mama dan papa dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan selama ini dan bertekad untuk seterusnya berbakti kepada orangtua.

doa membasuh kaki ibu

Tidak semua keluarga terdapat kehangatan dan anak-anak diajarkan tentang sikap bakti secara ideal, tapi dengan anak memulai menunjukkan rasa bakti terlebih dahulu, akan membuka pemahaman orangtua untuk lebih belajar menyayangi anak-anaknya. Suhu menyebut, mungkin kebiasaan di tiap daerah berbeda. Ia memberi contoh, di Jawa, anak mencium tangan orangtua sudah biasa, tapi mungkin aneh bagi orang Sumatera. “Tapi Anda harus kasih tahu, ‘Ini loh budaya Buddhis. Ini loh yang diajarkan oleh Buddha’,” ujar Suhu.

Perayaan Hari Ibu di Puri Tri Agung semakin sempurna karena setelah Dharmatalk sejumlah ibu yang hadir mendapat hadiah yang tak ternilai: anak-anak bersujud dan membasuh kaki ibu secara bersama-sama. Tangis haru dari ibu-ibu dan anak-anak tak tertahankan, hadirin pun ikut larut dalam keharuan dan ada juga yang ikut meneteskan air mata haru. Dukung kami untuk terus mengabarkan Dharma dengan berdana di: Yayasan Cahaya Bodhi Nusantara Bank Mandiri 185-00-0160-236-3 KCP Temanggung Tulisan Terkait: • Mudita Center Rayakan Imlek dengan Namaskara ke Orangtua • 1300 Pasangan Ibu dan Anak Terharu Mengikuti Gerakan Membasuh Kaki Ibu • Umat Buddha Jawa Tengah dan DIY Rayakan Asadha dengan Atthasila • Dengan Cara Jawa, Umat Buddha Temanggung Rayakan Maghapuja • Umat Buddha Boyolali Rayakan Waisak dengan Cita Rasa Budaya Jakarta - Ingin menunjukkan bukti berbakti kepada ibunda, ada yang sampai mencuci telapak kaki ibu lalu meminum air bekas basuhan tersebut.

Apakah ini diajarkan dalam Islam? Muslim pasti mengetahui bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Dalam sebuah hadits, Nabi Doa membasuh kaki ibu SAW pun menegaskan untuk berbakti pertama kali kepada ibu baru ayah.

Bahkan anjuran berbakti kepada ibu sampai disebutkan tiga kali, baru kemudian ayah. Banyak cara untuk menunjukkan sikap bakti kepada ibu yang sudah mengandung, melahirkan dan merawat. Hukum minum air bekas cucian kaki ibu tidak diajarkan dalam Islam Foto: iStock Tak sedikit juga yang beranggapan bahwa meminum air bekas basuhan kaki ibu bisa membawa kesejahteraan pada hidup.

Apakah praktik tersebut diajarkan dalam Islam? Buya Yahya melalui channel YouTube (22/01/18) menjelaskan bahwa mencium kaki ibu dienarkan, tetapi untuk meminum air bekas basuhan kaki ibu tidak dibenarkan sama sekali. "Mencium kaki ibu adalah dibenarkan, tapi bukan meminum air bekas basuhan kaki ibu. Gak ada itu dari mana cerita itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Buya Yahyah menjelaskan bahwa selama ini tidak ada pendidikan yang mengajarkan untuk meminum air bekas kasuhan telapak kaki ibu. Sebab, air itu kotor. Baca Juga: Doyan Kepiting?

doa membasuh kaki ibu

Ini Hukum Makan Kepiting Menurut Mazhab Ulama Tidak ada dalil yang menganjurkan untuk minum air bekas cucian kaki ibu Foto: iStock "Bukan kotor yang gimana ya, tapi itu kan telapa kaki dibuat nginjak sana-sini pasti kotor. Percuma juga minum air bekas itu, tapi ngomong sama ibu masih bentak-bentak," tutur Buya Yahya. Meminum air bekas basuhan kaki itu kotor dan bisa menimbulkan penyakit.

Jadi tidak diperkenankan sama sekali. Kecuali mencium kaki ibu, kebiasaan itu pernah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Lagi pula, tidak ada dalil yang menganjurkan untuk minum air bekas cucian kaki ibu. Dan hal tersebut dinilai sebagai tindakan yang berlebihan dan berlebihan tidak diperkenankan.

Dikutip dari Dalamislam.com, hukum meminum air dari cucian kaki ibu boleh saja asalkan tidak meyakini bahwa setelah meminum air tersebut akan mendapat hal-hal baik dan pengaruhnya. Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Hukum Membuat Kue Natal bagi Seorang Muslim Simak Video " Bikin Laper: Rahasia Kenikmatan Ayam Goreng Pak Supar yang Selalu Ramai" [Gambas:Video 20detik] (raf/odi) Berita Terkait • Masya Allah!

Begini Cara Nabi Muhammad SAW Makan Kurma Agar Jari Tangan Tetap Bersih doa membasuh kaki ibu Hukum Orang Berpuasa Memberikan Makanan untuk Orang yang Tak Puasa • Begini Pandangan Islam tentang Tradisi Buka Puasa Bersama • Saat Buka Puasa, Ikuti Azan Magrib di TV atau Masjid Sekitar? • Batalkah Puasa jika Berbuka tapi Salah Lihat Jam? • Keutamaan Makan Bersama Satu Nampan Seperti Ajaran Nabi Muhammad SAW • Enak!

Ini 7 Olahan Bakso Beku Rasa Unik yang Cocok Buat Stok Puasa • Hukum Pegawai Mengambil Sisa Dagangan Makanan yang Tak Doa membasuh kaki ibu /> يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ Artinya: Wahai orang-orang yang beriman!

Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu.

doa membasuh kaki ibu

Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. sering kita melihat atau mendengar seorang anak yang membasuh atau mencuci kedua telapak kaki ibunya, hal ini adalah tradisi yang sudah turun temurun sejak dahulu kala, sebagai bukti penghormatan kita sebagai anak kepada orang tua yang telah melahirkan kita kedunia.

ritual membasuh kedua kaki ibu tidak lah boleh dilakukan sembarangan, melainkan ada cara dan tuntunannya.

doa membasuh kaki ibu

kenapa harus membasuh telapak kaki ibu, bukan membasuh rambut atau tangannya? telapak kaki adalah bagian badan yang menyatu dengan tanah sejak ia dilahirkan kedunia, kedudukannya paling rendah karena dibawah sendiri. namun telapak kakilah yang menopang seluruh kehidupan orang tersebut. dalam islam dikatakan bahwa surga ada ditelapak kaki ibu, hal ini juga yang menguatkan bahwa tradisi membasuh telapak kaki ibu adalah untuk mengharap ridho agar sang pencipta membukakan pintu surga dan pintu rizki untuknya.

tujuan daripada membasuh telapak kaki ibu adalah untuk meleburkan/ menggugurkan setiap kesalahan kita/ anak terhadap ibu dari yang terkecil hingga yang terbesar sehingga diampuni dan dimaafkan, selain itu juga doa membasuh kaki ibu wujud penghormatan kita sebagai anak atas jasa-jasa beliau kepada anaknya yang tidak mungkin bisa dibayar dengan apapun. biasanya orang yang melakukan ritual/ tradisi basuh kaki ibu adalah orang yang akan menunaikan hajat besar, mencalonkan lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, presiden, anggota dewan dan melamar/ mencari pekerjaan agar di beri kemudahan dan kelancaran serta meminta doa restu akan menikah atau mau menunakian ibadah haji.

yang tujuannya adalah untuk memasrahkan keluputan/ memohon maaf dan ampunan dari ibu agar jalan kedepan dibukakan pintu hidayah oleh Yang Maha Kuasa karena pengabdian kepada orang tua telah di tunaikan. untuk cara melaksanakan tradisi ritual membasuh kaki sebenarnya sangat simpel dan mudah, karena semua didasari oleh niat yang baik dan khusuk.

namun ada berbagai mitos yang mengatakan bahwa air bekas cucian kaki ibu tersebut agar diminum supaya lebih sah dan afdol, ada juga yang digunakan untuk raupan/mencuci muka anaknya, dll. namun disini saya hanya menerangkan tentang membasuh kaki ibu saja tidak ada petunjuk atau keharusan untuk menggunakan air bekas cuciannya tersebut.

bahkan menurut saya air bekas cucian tersebut di buang saja karena keutamaan membasuh kaki ibu adalah pada saat membasuhnya bukan saat meminum air nya. tujuan membasuh kaki ibu adalah untuk membersihkan telapak kaki ibu yang telah ia gunakan untuk mengandung, mengasuh, menasehati dan menyayangi kita hingga kita sebagai anak tumbuh besar sehat dan selamat, sebagai wujud balas kasih dan balas budi serta penghormatan dan pengabdian meskipun seujung kuku saja belum cukup untuk mengembalikan semua apa yang telah ibu berikan kepada anaknya.

namun tradisi tersebut sebagai simbol atau ritual yang sudah turun temurun dilakukan dan keharusan dari anak kepada ibunya. berikut cara melaksanakan basuhan atau membasuh telapak kaki ibu: • sebelum melakukan kita harus dalam keadaan bersih dan suci (jika perlu wudlu dahulu) • kemudian siapkan air dalam baskom atau panci secukupnya (boleh air masak, boleh juga air mentah, karena tidak ada tujuan untuk diminum) • panggil ibu untuk duduk dikursi dengan posisi badan tegap dan kedua kaki di rapatkan ( hal ini untuk memberi kemulyaan atau kewibawaan seorang ibu dihadapan anaknya) • kemudian sang anak duduk dengan telapak kaki dibelakang seperti orang shalat.

• sebelum mulai membasuh anda harus sujud sambil mencium punggung telapak kaki ibu sambil membacakan niat (niat bisa di ucapkan sesuai agama masing-masing dan dalam bahasa apa saja, ingat niat bukan hanya tujuan mu saja, melainkan anda memohon maaf atas apa yang telah anda perbuat jika melukai perasaan dan menyakiti hati ibu agar dimaafkan kemudian disambung niat tujuan anda) • kemudian setelah selesai letakan baskom/ panci berisi air di bawah telapak kaki ibu, hingga terendam sampai mata kaki • basuhlah mulai dari mata kaki hingga telapak kaki dan setiap sela-sela jari kaki dan lanjutkan kaki sebelahnya, lakukan secara khusuk dan sambil membaca niat dalam hati sesuai agama doa membasuh kaki ibu, jika islam maka bacalah shalawat nabi dan sahadat serta surat ikhlas selama membasuh hingga selesai) • setelah selesai membasuh, singkirakan air bekas cucian kaki ibu, lalu ambil kain lap yang bersih atau handuk atau lebih bagus baju yang anda kenakan untuk doa membasuh kaki ibu telapak kaki ibu.

• dengan demikian selesailah urutan-urutan ritual tradisi membasuh kaki ibu secara benar. Categories • adat jawa • aji-aji • aksara jawa • alat peninggi • angka keberuntungan • arah rejeki • arti mimpi • artimimpi • azimat • bahasa jawa • bambu petuk • bayi • bulan baik • bulan suro • bulu perindu • bunga • ciri wanita • ciri wanita baik • doa khusus pria • doa para istri • doa rezeki • dunia misteri • filosofi anak • firasat • HARI BAIK • hari doa membasuh kaki ibu • hitungan jawa • hitungan pindah rumah • hypnotis • ilmu ayat • ilmu gaib • ilmu kanuragan • ilmu kebatinan • ilmu pelet • jadwal imsakiyah • jamu • jawaban pertanyaan • jimat • KALENDER • kata bijak • kata mutiara • kejawen • kekebalan • keris • keris semar mesem • kesaktian • konsultasi • kumpulan doa • kupulan logo • KUTUKAN • loker • MAKANAN & MINUMAN • mantra • mantra pengasihan • MASALAH WANITA • mencari barang hilang • menjawab pertanyaan • minyak jafaron • minyak misik • minyak mistik • mitos • mujarobat • mustika • neptu • nogo dino • OBAT & VITAMIN • OLAHRAGA • pantangan • doa membasuh kaki ibu dagangan • pembuka aura • pengasihan umum • pengobatan kuno • perkawinan • permasalahan • pertanian • primbon bepergian • primbon haid • primbon jawa • primbon pacaran • primbon perjodohan • primbon pindah rumah • primbon rumah • primbon wanita • puasa ritual • puisi • ramalan • ramalan 2018 • ramalan 2019 • ramalan artis • ramalan jayabaya • ramalan jodoh • ramalan kehidupan • ramalan pekerjaan • ramalan shio • ritual • rumah tangga • rumus mencari weton • ruwatan • selamatan • sifat manusia • tafsir mimpi • tanaman obat • tanda kematian • tips • tradisi • ucapan ulang tahun • Uncategorized • usaha yang cocok • virus corona • weton • zodiak
Hukum mencium kaki ibu dalam islam boleh dilakukan dan boleh juga tidak.

Seperti pengibaratan surga di bawah kaki ibu itu hanya makna kiasan untuk lebih mudah dipahami oleh setiap orang bahwa ibu adalah manusia yang wajib kita hargai dan kita hormati karena pengorbanannya yang doa membasuh kaki ibu besar untuk anak-anaknya.

Baca juga : • cara rasullullah mendidik anak perempuan • amalan ibu hamil menurut islam • tanda jodoh sudah dekat menurut islam • puasa daud bagi wanita • keutamaan ibadah haji • cara menghindari syirik Dalam islam mencium kaki ibu jika niatnya karena untuk menunjukkan kasih sayang kita kepadanya sebenarnya tidak menjadi masalah. Namun apabila mencium kaki ibu dengan niat mengagung-agungkannya, itu dianggap sebuah syirik.

Mengapa demikian? karena yang boleh disembah hanyalah Allah, jika anda mencium kaki ibu untuk mengagung-agungkannya sama saja anda sedang menyembah-Nya. Hal tersebut masuk dalam kategori menyekutukan Allah dan Allah sangat membencinya. Berikut dijelaskan dalam hadits : “ Dari Doa membasuh kaki ibu bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu.

Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.” (an-Nasa`i, jilid 2, hlm.

54, ath-Thabrani jilid 1, hlm. 225, al-Hakim, jilid 4, hlm. 151, al-Mundziri, jilid 3, hlm. 214) ”Maksudnya yaitu senantiasalah (engkau) dalam melayani dan memperhatikan urusannya”. (Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih, jilid 4, hlm. 676) 1. Bisa Haram dan Bisa Juga Halal Tindakan tersebut bisa dikatakan haram apabila saat mencium kaki ibu kita mempunyai niat untuk memuja atau pun menghormati secara berlebihan, namun bukan termasuk kategori orang murtad karena tidak ada niat untuk menyembah.

Sedangkan tindakan tersebut bisa dikatakan halal apabila saat mencium kaki ibu kita hanya ingin menunjukkan rasa sayang kepada ibu ataupun hanya untuk berbakti kepada beliau. Masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan bakti kita kepadanya dan tidak harus mencium kaki beliau. Untuk itu sebaiknya tidak melakukan hal tersebut.

doa membasuh kaki ibu

Islam merupakan agama yang toleran dan sempurn. Oleh karena itu untuk menghormati kedua orang tua khususnya ibu, sudah ada cara tersendiri dan syariat-syariat yang sudah dijelaskan di Al-Qur’an.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu doa membasuh kaki ibu menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS.Al An’am : 151) Baca juga: • Kewajiban Anak Laki-Laki Terhadap Ibunya Setelah Menikah • Kewajiban Anak Perempuan Terhadap Orang Tua setelah Menikah • Ibu Rumah Tangga dalam Islam • Keutamaan Berbakti Kepada Orang tua • Ciri – Ciri Doa membasuh kaki ibu Shalehah Selain dalil Al-Qur’an diatas, ada pula dalil al – qur’an yang menjelaskan terkait mencium kaki ibu, yaitu: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14). 2. Tidak Dibenarkan Dalam Ajaran Islam Mencium kaki ibu sebenarnya terlalu berlebihan, jika kita memang menyayangi, menghormati, ataupun mengasihi cukup hanya mencium tangan ataupun wajah beliau. Itu sudah cukup mewakili rasa sayang dan hormat kepada ibu. Sebenarnya kebiasaan mencium kaki ibu berasal dari ajaran Hindhu.

Budaya yang mengharuskan para calon pengantin untuk mencium kaki kedua orang tua dan juga mertua. Hal ini juga sangat berpengaruh dengan kesehatan kita. Kaki adalah bagian yang sangat mudah berinteraksi dengan kotoran dan debu.

Jadi tidak dianjurkan untuk melakukannya, karena terkesan seperti orang sujud. Hal ini dijelaskan dalam AL-Qur’an surat An-Nisa ayat 36 penjelasannya sebagai berikut : “Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki.

Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (An-Nisa : 36) 3. Tidak Ada Penjelasan Di Dalam Al-Qur’an Ataupun Hadits Dari beberapa pengalaman saya membaca Al-Qur’an dan Hadits, tidak ada penjelasan mengenai hukum mencium kaki ibu dalam ajaran agama islam. Ada lagi pernyataan yang terlalu berlebihan mengenai membasuh kaki ibu kemudian meminum air cuciannya. Hal tersebut sangatlah tidak wajar dan tentunya tidak dianjurkan.

Namun untuk penjelasan mengenai surga terdapat di bawah kaki ibu ada penjelasan di hadits, dan hanya dijelaskan secara harfiah saja. Dalam arti hanya sebuah makna kiasan, karena pada kehidupan nyata yang kita jalani, apabila kita mencarinya di bawah telapak kaki beliau, kita tidak akan menemukannya. baca juga: • Memakai Perhiasan Dalam Islam • Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak yang Sudah Menikah • Hukum Wanita Bekerja Dalam Islam • Hukum Menikah Saat Hamil • Kewajiban Wanita dalam Islam Maksud dari kiasan tersebut adalah jika kita ingin menjadi manusia yang tergolong masuk ke dalam surganya Allah, maka kita harus mendapatkan ridho dari ibu kita.

Jangan sampai kita menyakiti hatinya. Karena ridho Allah adalah ridho ibu kita. Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 8, penjelasannya sebagai berikut : “Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al-Ankabuut : 8) Baca juga : • hikmah qurban idul adha • hukum aqiqah dalam islam • keutamaan shalat idul fitri • cara mengatasi galau dalam islam Sunan Tirmidzi 3069, berikut kutipan dari penjelasannya : Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Abu Dawud, Yazid bin Harun dan Abu Al Walid, teksnya milik Yazid dan artinya sama, dari Syu’bah dari Amru bin Murrah dari Abdullah bin Salamah dari Shafwan bin Assal, ada dua orang Yahudi, salah satunya berkata kepada temannya: Ikutlah bersamaku menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam ini, lalu kita tanyakan (sesuatu) padanya!

ia menyahut: Jangan katakan Nabi, karena ia memiliki empat mata dan ia mendengar saat engkau mengatakan Nabi. Keduanya datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan menanyakan fiman Allah subhanahu wata’ala: “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu’jizat yang nyata.” (Al Israa`: 101) Rasululah menjawab: “ Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, janganlah kalian berzina, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, mencuri, mempelajari sihir, dan janganlah kamu membawa orang tak mempunyai kesalahan kepada penguasa dengan maksud agar si penguasa membunuhnya, mamakan riba, menuduh wanita baik-baik melakukan perzinahan, dan janganlah kalian lari dari peperangan -Syu’bah ragu- dan doa membasuh kaki ibu atasmu untukmu wahai orang yahudi, janganlah melanggar hari sabtu.” baca juga: • keutamaan shalat fajar • sifat orang yang bertakwa • doa membasuh kaki ibu menikah di bulan syawal • hukum mandi junub setelah imsak lalu keduanya mencium kedua tangan dan kakinya dan berikrar: Kami bersaksi bahwa engkau adalah seorang Nabi.

Beliau bertanya: “Apa yang menghalangi kalian untuk masuk Islam?” mereka menjawab: Sesungguhnya Dawud pernah berdo’a keada Allah agar Allah senantiasa mengutus seorang Nabi dari keturunannya, dan kami takut jika kami masuk Islam kami akan dibunuh orang Yahudi. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Kemudian ada lagi menurut riwayat dari Ibnu Majah, penjelasannya sebagai berikut : Sujud merupakan bentuk ketundukan sehingga hadits di atas mengandung makna bahwa suami mendapatkan hak terbesar atas ketaatan isteri kepadanya.

Sedangkan kata:“Seandainya aku boleh menunjukkan bahwa sujud kepada manusia tidak boleh (dilarang) dan hukumnya haram.” Dari Anas bin Malik, kami bertanya kepada Nabi: “ Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh MEMBUNGKUKKAN BADAN kepada orang yang dia temui?” Rasulullah bersabda: “Tidak boleh.” Kami bertanya lagi: “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?” Nabi bersabda: “Tidak boleh.

Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan.” (HR. Ibnu Majah no 3702) Baca juga : • hukum berjabat tangan • hari yang dilarang puasa • larangan puasa hari jumat • murtad dalam islam Jika ditelaah dari penjelasan dan penjabaran saya di atas, maka dapat diambil kesimpulan yakni apabila mencium kaki ibu, mencuci kaki ibu ataupun meminum airbekas cucian kaki ibu bisa dikatakan sebagai budaya, adat istiadat dari ajaran umat hindu, umat nasrani, kaum yahudi dan tentunya bukan merupakan ajaran Islam karena Islam mempunyai tata cara menghormati orang tua yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Baca juga: • hukum berenang saat puasa • siksa neraka bagi wanita • pamer dalam islam • hukum menelan ludah saat puasa dalam islam • hukum mencicipi makanan saat puasa • hukum menafkahi orang tua setelah menikah Oleh sebab itu bagi umat muslim sekalian disarankan sebaiknya agar tidak melakukan perbuatan seperti itu karena memang perbuatan tersebut tidak terdapat dalam ajaran Islam.

Sampai disini dulu artikel kali ini yang membahas mengenai hukum mencium kaki ibu dalam islam.

doa membasuh kaki ibu

Semoga bermanfaat dan terima kasih.
• BERITA • INTERNASIONAL • NASIONAL • REGIONAL • JAWA BARAT • Bandung Raya • Priangan Barat • Priangan Timur • EKONOMI • BISNIS • KEUANGAN • INVESTASI • MAKRO • INDEX • POLITIK • HUKUM • KRIMINAL • HUKUM & TEKNOLOGI • HUKUM ACARA • ADMINISTRASI & TATA NEGARA • HUKUM INTERNASIONAL • EDUKASI • SEKOLAH • PERGURUAN TINGGI • PENDIDIKAN NON FORMAL • SOSIAL & BUDAYA • KOMUNITAS • TRADISI LOKAL • TEKNOLOGI • E-PAPER SAKTI • Apps • GADGET • INTERNET • HARDWARE • LIFESTYLE • SELEBRITI • FASHION & BEAUTY • LOVE & LIFE • HEALTH • INFO VAKSIN • PROPERTY • HUNIAN • ARSITEKTUR • ASET • OTOMOTIF • KULINER • MAKANAN • RESEP • TIPS • MUSIC • TRAVEL • FILM • SPORT • PERSIB • LIGA INDONESIA • LIGA CHAMPIONS • MOTO GP • INFO OLAHRAGA • PARAWISATA • BENCANA ALAM • TERPOPULER Kab.

Bandung, Saktimedianews.id- Minggu (3/1/2021), Di masyarakat kita sering mendengar tentang ritual mencuci kaki orang tua, menciumnya bahkan sampai meminum air kakinya, lalu apakah sebenarnya hal ini termasuk amal sholeh menurut syariat agama? Setiap amal tergantung pada doa membasuh kaki ibu, dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang diniatkannya, Rosulullah SAW bersabda “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya, setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan, siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rosulnya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rosulnya, siapa yang hijrahnya mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia dituju” (HR Bukhori dan Muslim).

Mencium dan membasuh kaki ibu jika niatnya untuk menunjukan kasih sayang kepadanya, doa membasuh kaki ibu tidak jadi masalah. Namun apabila mencium kaki ibu untuk mengagung-agungkannya, menyembahnya bahkan melebihkannya dari apapun tentu tidak dibenarkan. Memang tidak ada ayat ataupun hadits yang menganjurkan seorang muslim untuk berbakti kepada orangtua dengan cara seperti itu, tapi sejauh ini praktek cara seperti itu lebih dimaksudkan sebagai ekpresi menghormati seorang ibu atas pengorbanannya yang begitu besar terhadap anak-anaknya.

Perkara mencium kaki pernah terjadi dimasa Rosulallah SAW, ” dari Safwan Bin Asal bahwa ada dua orang yahudi bertanya kepada Rosulallah tentang tujuh ayat yang pernah diturunkan kepada Musa Alaihi Salam, setelah dijawab mereka mencium tangan dan kaki Rosulallah, lalu mereka berkata, kami bersaksi bahwasannya engkau adalah Nabi” (HR Thirmidzy). Beberapa ulama berpendapat bahwa mencium tangan dan kaki itu, khusus untuk Nabi SAW saja, namun ulama kontepoler mengatakan boleh mencium tangan dan kaki orang tua maupun orang yang kedudukannya mulia dan berilmu, jika niatnya untuk menghormati serta tidak berlebihan.

Banyak orang yang menganggap, ungkapan surga ada di kaki ibu, sehingga kaki ibu harus dicuci, dibersihkan sebagai bagian dari bakti kepada orang tua, apalagi jika sesudah mencuci kaki seorang ibu lalu meminum airnya tentu itu termasuk yang berlebihan, dalam hadist dari umawiyah bin jaimah asulami disebutkan bahwa jahimah datang kepada Rosulallah SAW dan berkata” Wahai Rosulallah saya ingin berjihad, saya datang kepadamu untuk meminta pertimbangan, Rosulallah menjawab” apakah kamu mempunyai seorang ibu” dia menjawab “Ya” Rosulallah bersabda” Tetap berbaktilah kepadanya, karena surga ada di kedua kakinya” (HR.

doa membasuh kaki ibu

Ahmnad dan Nasa’i). Ulama mengatakan jika kita ingin menjadi manusia yang tergolong masuk ke dalam surganya Allah, maka seyoganya kita harus mendapatkan ridho dari seorang ibu, merendahkan diri dihadapan ibu dan jangan sampai kita menyakiti hatinya, karena ridho Allah adalah ridho ibu kita, kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah memang benar adanya. Seorang ibu akan berbuat apaun dalam mengasihi anakanya, sementara kasih anak terhadap ibunnya belum tentu seperti itu.

Seorang anak hampir tidak mungkin membalas budi baik orang tuanya, Allah SWT memberikan selyas-luasnya kepada seorang muslim untuk membuka pintu surganya. Sampai-sampai Nabi SAW bersabda” Celaka, celaka, celaka” ada yang bertanya” Siapa wahai rosulallah” beliau menjawab” orang yang mendapat dari salah satu atau orang tuanya telah berusia lanjut tetapi tidak membuatnya masuk kedalam surga” (HR Muslim).

Bakti seorang anak terhadap orangtuanya senantiasa menjadi utang manusia selama roh masih dalam jasadnya, selama jantung doa membasuh kaki ibu berdetak, selama nadi masih berdenyut, dan selam napas masih merembus.

Oleh karena itu sangat keliru jika ada orang yang beranggapan bahwa baktinya telah usai ketika orangtuanya telah wafat, bakti seorang anak kepada orang tua senatiasa jadi hutang yang harus ditunaikan sampai ia bertemu dengan Allah SWT, orang yang telah meninggal sangat membutuhkan doa yang tulus serta permohonan ampun dari anaknya sehingga mereka mendapatkan limpahan rahmat dan ampunan dari Allah karenanya, ” Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang soleh disurga” Lantas ia bertanya wahai Rabb, mengapa aku mendapatkan ini, Allah menjawab karena permohonan ampun anakmu untukmu” (HR Ahmad).

(Jurnalis : Hamdan Editor). Sumber : Khazasanah

sungkeman orang tua , mencuci kaki ibu




2022 charcuterie-iller.com