Apa itu bipolar dan ciri cirinya

Mungkin, sebagian besar masyarakat mengenal apa itu bipolar ketika Marshanda mulai terbuka mengenai kondisi mentalnya dan disusul dengan publik figur lainnya. Apa itu bipolar? Bipolar adalah penyakit mental berupa perubahan mood yang parah.

Bukan mood swing seperti yang biasa kita alami, tapi penderita bisa mengalami siklus suasana hati yang tinggi lalu depresi. Saat depresi, mereka merasa hantaman rasa sedih, putus asa, hilang minat dan kesukaan sama sebagian besar kegiatan.

Tapi di saaat memasuki sikuls manik, mereka merasakan euforia, penuh energi dan jadi mudah tersinggung. Mengapa ini kemudian apa itu bipolar dan ciri cirinya perlu perhatian? Karena perubahan-perubahan tersebut bisa mempengaruhi tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih.

Gangguan ini bukanlah gangguan otak yang langka. Dikutip dari Bipolar Care Indonesia, angka pravelansinya cukup tinggi. Data WHO pada 2016 lalu menyebut, ada 60 juta orang terkena penyakit ini.

Bipolar memang tidak bisa disembuhkan, namun ada banyak perawatan untuk membantu mengelola gejalanya. Mengetahui apa itu bipolar penting untuk memahami apa yang dialami oleh penderita dan mengusahakan pengobatan yang terbaik bagi mereka. Apa itu Bipolar? Apa itu Bipolar © 2021 shutterstock.com/neotemlpars Penyakit bipolar membuat penderitanya merasakan mood swing yang ekstrim banget, misalnya nih jadi sedih banget, atau jadi happy babet. Saat sedih atau yang disebut pada fase depresi, mereka bakalan merada sedih banget, merasa nggak punya harapan, nggak tertarik sama apapun.

Persis kayak lagi patah hati gitu kali yah. Tapi ketika mereka berada di fase manik, mereka bakalan ngerasain semangat dan tubuh penuh dengan energi. Ekstrimnya perubahan mood ini nggak bisa diacuhkan karena bisa mempengaruhi energi, tidur, cara berpikira, penialain dan juga kemampuan mereka dalam berpikir jernih.

Seberapa cepat perubahan hati tersebut? Setiap episodenya bisa jarang berganti atau beberapa kali dalam satu tahun. Mengutip Healthline, fase depresi bisa berlangsung selama dua minggu trus episode manik bisa terjadi selama beberapa hari atau minggu.

Apa itu Bipolar dan Ciri-Cirinya Apa apa itu bipolar dan ciri cirinya Bipolar © 2021 Elijah O'Donnell from Pexels Bipolar beda dengan mood swing biasa atau perubahan mood karena hormon dan yang lainnya. Dan dengan kamu mengetahui gejala dan apa itu bipolar adalah langkah awal dan besar dalam penanganan kondisi ini selanjutnya.

Ada tiga utama gejala penyakit bipolar, yakni mania, hypomania, dan depresi Mania dan Hypomania Saat mengalami fase ini, orang dengan penyakit bipolar bakalan merasakan emosi yang tinggi.

Mereka bisa merasa impulsif, penuh euforia dan energi. Episode mania dan hypomania mencangkup tiga atau lebih gejala ini: • Optimis, gelisah • Pengingkatan aktivitas, ebergi,d an agitasi • Kepercayaan diri yang berlebihan • Kurang tidur • Muncul kebiasaan ngomong yang nggak biasa • Berpikir cepat • Pengambilan keputusan yang buruk, msialnya nih jadi suka beli beli barang yang nggak perlu, mengambil risiko seksual atau melakukan investasi yang bodoh Depresi Episode depresi pada penyakit bipolar ini mencakup gejala yang cukup parah dan bikin penderitanya menghadapi kesulitan yang nyata dalam kegiatan sehari-hari, seperti pekerjaan, sekolah, kegiatan sosial, atau hubungan.

Dalam satu episode depresi bisa mencapai lima atau lebih gejala berikut: • Suasana hati yang tertekan, kayak merasa sedih, kosong, putus asa atau menangis (pada anak-anak dan remaja, suasana hati yang tertekan dapat muncul sebagai mudah marah) • Hilangnya minat atau merasa nggak senang dengan semua - atau hampir semua - kegiatan • Penurunan berat badan yang signifikan walaupun lagi nggak berdiet, penambahan berat badan, atau penurunan atau peningkatan nafsu makan (pada anak-anak, kegagalan untuk menambah berat badan seperti yang diharapkan bisa menjadi tanda depresi) • Insomnia atau terlalu banyak tidur • Gelisah atau jadi lemot • Kelelahan atau kehilangan energi • Perasaan nggak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas • Kemampuan berpikir atau berkonsentrasi menurun, atau ragu-ragu • Memikirkan, merencanakan atau mencoba bunuh diri Obat Gangguan Bipolar Apa itu Bipolar © 2021 Fernando @cferdo on Unsplash Bisakah bipolar diobati?

Bisa, namun tak akan sembuh sepenuhnya. Pengobatan bertujuan meminimalkan frekuensi episode manik dan depresi dan untuk mengurangi keparahan gejala sehingga penderita bisa hidup dengan relatif normal dan produktif.

Pengobatan bipolar mencangkum kombinasi terapi, yang mungkin termasuk obat-obatan dan intervensi fisik dan psikologis. Penyakit ini nggak punya penyebab tunggal, namun lebih kepada hasil interaksi beberapa faktor, antara lain: • Genetika • Sifat biologis, yakni seringnya muncul perubabahan fisik pada otak • Ketidak seimbangan kimiawi • Masalah hormonal • Faktor lingkungan Memahami apa itu bipolar nggak cuman membantu kita menghadapi penderitanya namun ikut berperan dalam penghapusan stigma tentang penyakit mental.

Editor's Pick • 3 Zodiak Ini Dinilai Paling Menawan dan Mudah Membuat Hati Orang Luluh • Sempat Dikomentari BNN, Caisar YKS Akhirnya Klarifikasi Soal Mata Merah dan Beler Saat Live 24 Jam • Buka-bukaan Soal Pernikahan Sesama Jenisnya, Seleb TikTok Ragil Mahardika Akui ingin Adopsi Anak • Viral Seorang Kakek Disungkemi 256 Cucu dan Cicit dari 12 Anak, Berasa Lebaran Undang Orang Apa itu bipolar dan ciri cirinya • Ramai Diperbincangkan, Ini 10 Fakta Cerita KKN Desa Penari Asli yang Wajib Kamu Tahu!

Trending • 15 Aksi Nyeleneh Pengantin di Momen Resepsi Pernikahan, Nggak Ada Sakral-sakralnya! • 10 Potret Terbaru Nella Kharisma yang Makin Singset Usai Melahirkan, Body Goals Banget • Jadi Nominasi Pria Tertampan 2022, Ini 10 Potret Close Up Refal Hady yang Digilai Banyak Wanita • Ini Gaya Anya Geraldine Saat Liburan ke Paris, Cantik Banget Pesonanya Bak Boneka Barbie!

• 10 Potret Sitha Marino Berpakaian Terbuka dan Bergaya Dewasa, Pamer Body Goals - Kulit Mulus Memesona Gangguan bipolar merupakan gangguan mood sehingga penderitanya memiliki suasana perasaan yang labil, terkadang naik dan terkadang turun.

Maka tak heran, jika ciri-ciri bipolar paling umum adalah moody. Mereka yang mengidap bipolar bisa tampak sangat gembira pada satu waktu, lalu kemudian tampak sedih ( depresi) dalam kurun waktu tertentu.

Jadi, ciri-ciri bipolar secara umum terbagi menjadi 2 episode: mania atau naiknya mood (senang - energik) dan depresif atau turunnya mood (sedih - lemah). Setiap episode dapat terjadi dalam jangka waktu tertentu dan menghasilkan perilaku berbeda. Munculnya pun bisa beriringan dalam waktu singkat. Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami bagikan ciri-ciri bipolar berdasarkan tipenya (mania, depresif, atau keduanya).

Ciri-ciri Bipolar Tipe Mania Inilah beberapa gejala ketika penderita bipolar masuk episode mania/ naiknya mood: 1. Euforia Nah jika penderita bipolar masuk episode mania, maka ia akan mengalami euforia (perasaan gembira berlebihan). Ini membuatnya merasa sangat bersemangat dalam melakukan apapun, dan rasanya tak ada yang bisa menghentikannya untuk mencapai hal yang diinginkan (meski pada saat itu, perhatiannya juga tetap mudah teralihkan).

Beberapa penderita bipolar menggambarkan sensasi ini seperti ‘di awang-awang’. Tak peduli bagaimana situasinya, mereka tetap merasa senang. Sayangnya, perasaan ini bisa berubah seketika menjadi sebaliknya (depresif).

2. Bicara terlalu cepat Salah satu indikasi kalau seseorang sedang berada dalam episode mania adalah bicaranya terlalu cepat dan itu bisa berlangsung dalam jangka waktu lama. Namun saat berbicara, mereka rata-rata jarang membahas 1 topik saja. Sebaliknya, mereka bisa 'lompat' dari 1 topik ke topik lainnya sehingga membuat bingung pendengar di sekitarnya.

Tentunya ciri-ciri bipolar ini merupakan efek dari semangat serta energi yang sedang memuncak tadi. Tak kenal istirahat dan menilai diri sendiri terlalu tinggi juga termasuk pertanda bahwa seseorang sedang mengalami episode mania. 3. Pikiran terus on Tak hanya saat berbicara, dalam pikirannya pun - penderita bipolar yang berada dalam episode mania seringkali susah fokus pada 1 hal saja. Hal ini dikarenakan pikiran mereka seolah dipenuhi dengan banyak hal.

Sayangnya, kondisi susah fokus ini membuatnya terhambat untuk mencapai target terpenting saat itu. Namun selama fase hipomania, penderita bipolar biasanya mampu mengendalikan pikiran mereka yang kacau. Oleh karenanya pada tahap ini, mereka biasanya lebih produktif. 4. Meningkatnya aktivitas fisik Seringkali, respon kelebihan energi pada episode mania seperti terlihat bersemangat atau berbicara cepat saja tidak cukup mampu jadi pelampiasan penderita bipolar. Untuk itu, mereka juga sering 'lari' kepada olahraga atau aktivitas fisik lainnya.

Jadi bila Anda mengenal seseorang yang tiba-tiba bersemangat olahraga, bahkan berlebihan saat melakukannya, maka bisa jadi ia mungkin mengidap bipolar. Di samping olahraga, penderita bipolar yang berada dalam episode mania juga bisa berlebihan dalam hal aktivitas seksualnya. Ia mungkin jadi lebih apa itu bipolar dan ciri cirinya berhubungan intim tanpa memikirkan dampaknya (terinfeksi penyakit menular seksual atau kehamilan yang tak diinginkan). 5. Ceroboh saat memakai obat-obatan atau alkohol Kadangkala, penderita bipolar juga bisa lari ke obat-obatan dan alkohol dengan begitu mudahnya.

Mereka tak lagi memikirkan masak-masak konsekuensi dari penggunaan kedua barang tersebut. Yang lebih parah lagi adalah, konsumsi keduanya justru semakin membuat mood tidak stabil. Lebih dari itu, obat-obatan dan alkohol juga dapat meningkatkan kegelisahan, yang mana ini bisa memperparah ciri-ciri bipolar. Karenanya tak heran jika berhenti minum alkohol dan obat-obatan merupakan bagian dari program perawatan gangguan bipolar. 6. Tak butuh banyak tidur/ istirahat Seperti disebutkan tadi, episode mania sarat dengan luapan energi, semangat, dan kebahagiaan.

Perasaan bergairah terus-menerus semacam ini tentulah membuat seseorang sulit atau enggan tidur. Meski jam tidurnya berkurang, namun penderita bipolar jarang merasa lelah atau mengantuk. Sayangnya lagi, gejala ini sering dianggap sebagai insomnia belaka. Padahal keduanya berbeda sebab penderita insomnia pastilah kerap merasa letih dan mengantuk, namun tidak demikian dengan penderita bipolar. Baca juga: • Penyebab Insomnia yang Membuat Anda Susah Tidur • 23 Cara Mengatasi Insomnia Bagi Anda yang Susah Tidur Ciri-ciri Bipolar tipe Depresif Gangguan bipolar saat berada dalam episode depresif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1.

Mudah lelah Kebalikan dari gejala mania, seseorang yang apa itu bipolar dan ciri cirinya episode depresif justru seringkali merasa tak berdaya dan lelah. Inginnya sih pergi tidur saja, tetap tidur, dan rasanya malas melakukan apapun sepanjang hari itu. Selain lelah secara fisik, penderitanya juga kerap merasa down secara mental sehingga membuat mereka tak ingin melakukan apapun termasuk hobi yang disukainya.

2. Mengalami sakit kronis tanpa penyebab yang jelas Penderita bipolar juga bisa merasa sakit pada tubuhnya, entah itu sakit kepala berat, nyeri otot, atau ketidaknyamanan di bagian tubuh lainnya. Kadangkala penyebab sakitnya memang sungguh ada, namun itu dilebih-lebihkan. Untuk mengatasi sakit yang dirasakannya, penderita bipolar biasanya dianjurkan untuk minum obat antidepresan. Baca juga: 15 Penyebab Badan Sakit Semua dan Tips Mengatasinya 3.

Sedih atau hilang harapan Ciri-ciri bipolar pada episode depresif berikutnya adalah perasaan sedih atau tanpa harapan yang mendalam. Ini membuat penderita tak hanya depresi, namun juga kehilangan minat terhadap hal yang disukainya, termasuk berhubungan intim dengan pasangan.

4. Sering berpikir untuk bunuh diri Pada kasus berat, penderita bipolar yang berada dalam episode depresif bisa berpikir untuk bunuh diri. Hal ini tentunya sangat berbahaya apalagi gangguan ini sering membuat penderitanya bertindak kompulsif. Ciri Bipolar Tipe Mania dan depresif Kedua episode pada gangguan bipolar bisa terjadi bersamaan, berikut ciri-cirinya: 1. Moody Seperti disebutkan di awal tadi, mood yang berubah-ubah merupakan ciri-ciri bipolar paling umum.

Penderitanya bisa merasa senang selama beberapa hari hingga berbulan-bulan lamanya, tapi begitu juga dengan kebalikannya (depresif). Seringkali penderita bipolar juga mengalami fase hipomania, episode mania ringan yang tak terlalu memengaruhi perilaku sehari-hari.

Ini membuat mereka tampak seperti orang biasa - hanya saja tetap, pada akhirnya nanti mereka bisa menghasilkan perilaku berbeda. Selain itu, normal juga untuk penderita bipolar mengalami ketidakstabilan mood yang membawanya masuk dari 1 episode ke episode lainnya. 2. Mudah terluka/ tersinggung Penderita bipolar juga memiliki kecenderungan mudah tersinggung terhadap topik atau situasi yang sebenarnya biasa saja.

Karenanya cara merawat gangguan bipolar ini seringkali berfokus pada terapi menstabilkan mood. Seberapa parahnya tingkat moody seringkali dipakai para ahli sebagai tolok ukur untuk mencari tahu berhasil-tidaknya perawatan yang diterapkan pada penderitanya. 3. Sering bolos sekolah atau kerja Ciri-ciri bipolar lainnya adalah tidak mampu mengikuti jadwal/ rutinitas yang sudah ada, entah itu di sekolah, pekerjaan, dalam komitmen, atau lainnya.

Ketika berada apa itu bipolar dan ciri cirinya episode mania, penderita bipolar bisa bolos kerja dengan alasan sepele, misalnya karena terlalu sibuk melakukan hal lain yang dianggapnya lebih penting atau hanya karena mereka tidak bisa fokus pada tugasnya saat itu.

Sebaliknya selama episode depresif, seseorang bisa merasa sangat malas untuk bangun dari tempat tidurnya. Pada saat itu, ia bahkan bisa menganggap segala sesuatu (termasuk karirnya) tidak penting. Jika ada kenalan maupun anggota keluarga yang mengalami ciri-ciri bipolar tadi, jangan remehkan gangguan satu ini. Segeralah mencari pertolongan dari dokter psikiatri agar gangguan bipolar tak sampai mengganggu aktivitas dan merusak masa depan. Fountoulakis KN, et al.

The International College of Neuro-Psychopharmacology (CINP) treatment guidelines for bipolar disorder in adults (CINP-BP-2017), part 2: Review, grading of the evidence and a precise algorithm. International Journal of Neuropsychopharmacology. In press. http://ijnp.oxfordjournals.org/content/early/2016/11/05/ijnp.pyw100.long. Maassen, Eva & Regeer, B. & Regeer, Eline & Bunders, Joske & Kupka, Ralph. (2018). The challenges of living with bipolar disorder: a qualitative study of the implications for health care and research.

International Journal of Bipolar Disorders. 6. 10.1186/s40345-018-0131-y. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/328770529_The_challenges_of_living_with_bipolar_disorder_a_qualitative_study_of_the_implications_for_health_care_and_research) Cassidy, Frederick & Ahearn, Eileen & Apa itu bipolar dan ciri cirinya, Bernard.

(2001). Substance abuse in bipolar disorder. Bipolar Disorders, 3(4), 181-188. Bipolar disorders. 3. 181-8. 10.1034/j.1399-5618.2001.30403.x. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/11794655_Substance_abuse_in_bipolar_disorder_Bipolar_Disorders_34_181-188) Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Halodoc, Jakarta - Bergejolaknya emosi seseorang secara berlebihan bisa menjadi ciri bipolar. Gangguan yang satu ini sering dianggap sebagai sebuah bentuk kelainan.

Padahal, bipolar adalah sebuah gangguan kesehatan yang dialami oleh seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara drastis. Naik turunnya emosi seseorang ini merupakan dua episode gangguan bipolar di mana fase naik (episode mania) adalah ketika pengidap menjadi tampak sangat bersemangat dan berbicara dengan cepat. Sementara fase turun (episode depresi) adalah saat seseorang terlihat sedih serta kehilangan semangat dalam beraktivitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, ada juga pengidap gangguan bipolar yang mengalami kondisi normal meskipun berada di antara dua episode tersebut. Keadaan ini dapat berputar dengan cepat di mana tiba-tiba si pengidap bisa mengalami depresi atau malah sebaliknya. Perubahan gejala bipolar pun bisa terjadi di saat yang bersamaan dan situasi ini disebut sebagai periode campuran ( mixed state).

Walaupun sulit dideteksi, ada beberapa ciri bipolar yang mudah diketahui. Apa saja? Yuk, simak penjelasan berikut ini: Ciri-ciri Bipolar Episode Mania Keadaan ini biasanya terjadi selama kurung waktu sejam, sehari, bahkan seminggu.

Mereka yang berada pada episode ini akan memperlihatkan perilaku ekstrem dan tak terkendali. Beberapa cirinya antara lain: • Menunjukkan kegembiraan yang berlebihan. • Berbicara dengan sangat cepat dan sulit untuk dipahami.

• Mengalami insomnia bahkan tidak tidur semalaman. • Tidak mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang khayalan. • Susah diam, bergerak secara terus menerus atau berjalan mondar mandir. • Berubah menjadi lebih waspada terhadap lingkungan di sekitarnya, seperti memerhatikan barang jatuh, sentuhan dari orang lain, hingga bunyi-bunyian di sekelilingnya.

Ciri-ciri Bipolar Episode Depresi Berbanding terbalik dengan episode mania, pengidap bipolar yang berada di situasi episode depresi cenderung menampakkan kesedihan serta keputusasaan yang tidak wajar. Ada berbagai tanda ciri bipolar episode depresi, yakni: • Hilangnya ketertarikan terhadap aktivitas yang sedang dilakukan.

• Tampak tak bertenaga dan berenergi secara tiba-tiba. • Berubahnya pola makan secara drastis, baik meningkat hingga hilangnya nafsu makan. • Menarik diri dari lingkungan serta orang-orang terdekat. • Mengalami gangguan terhadap daya ingat dan kesulitan focus.

• Berbicara dengan sangat lambat sehingga tampak seperti pembicaraan jadi berputar-putar. Penyebab Bipolar Hingga saat ini, penyebab terjadinya gangguan ini masih sulit untuk dirumuskan, namun secara umum bipolar disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat yang berfungsi apa itu bipolar dan ciri cirinya mengontrol otak.

Pengidap bipolar pun dihubungkan dengan faktor keturunan. Adapula berbagai faktor yang dapat menyebabkan risiko terjadi bipolar meningkat, antara lain stres tinggi, pengalaman traumatik, serta kecanduan minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

Pengobatan Bipolar Sementara untuk mengobati bipolar hanya dapat dilakukan dengan tujuan menurunkan frekuensi naik turunnya emosi seseorang agar pengidap bisa hidup dengan normal, serta membaur dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tidak hanya dengan memperbaiki pola hidup, pengobatan bipolar juga dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang dipadukan dengan terapi psikologis.

Untuk melakukan terapi ini, segera diskusikan dengan dokter di Halodoc. Gunakan aplikasi Halodoc untuk berinteraksi dengan dokter. Kamu bisa menggunakan pilihan komunikasi chat, voice, atau video call untuk berdiskusi dengan dokter ahli yang ada di Halodoc lewat layanan Contact Doctor. Segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: • Kena Flu Saat Hamil Bisa Sebabkan Anak Bipolar • Bipolar Disorder Terjadi karena Faktor Genetik? • 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu Bipolar menjadi terkenal setelah ada salah satu artis di Indonesia yang menderita penyakit ini.

Publik sempat dihebohkan dengan artis yang memiliki perilaku yang berubah drastis, ternyata perubahan perilakunya tersebut dipicu oleh penyakit bipolar. Jika tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami masalah kejiwaan yang serius. Memang penyakit ini tidak mendominasi di negara Indonesia seperti penyakit jantung, stroke bahkan kanker meski begitu penyakit ini tidak boleh disepelekan. Gangguan bipolar merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan kejiwaan dimana penderitanya bisa mengalami perubahan mood yang drastis.

Contohnya saja adalah orang yang tadinya murung bisa menjadi tiba tiba sangat bahagia begitupula dengan sebaliknya. Penyebab penyakit ini didominasi dengan depresi yang berkepanjangan kemudian mengganggu kejiawaan orang tersebut. Berikut ini adalah ciri ciri bipolar yang harus diwaspadai oleh masyarakat luas : • Suka Murung Suka murung merupakan salah satu ciri orang yang mengalami bipolar. Selain tanda dari bipolar, suka murung ini merupakan ciri ciri depresi.

Memang bipolar merupakan efek dari depresi yang tidak segera diatasi sehingga gangguan kejiwaan bisa muncul. Oleh sebab itu kita harus tahu apa saja yang menjadi ciri ciri depresi sehingga depresi bisa segera diatasi dan tidak berubah menjadi bipolar.

Baca : Cara mencegah depresi – Penyebab depresi • Sedih Berlebihan Ciri ciri bipolar lainnya adalah dia akan merasakan sedih yang berlebihan. Sedih yang berlebihan itu seperti dia menangis terus menerus bahkan bisa berjam-jam. Tidak jarang pula orang yang terkena bipolar ini suka mengurung diri di kamar.

Di dalam kamar dirinya akan merenung bahkan tidak jarang menangis menjadi jadi. • Mengamuk Orang yang terkena bipolar sesekali bisa mengamuk terhadap orang yang ada di sekitarnya, tidak jarang kenangan kenangan buruknya semasa kecil sampai dengan dewasa melebur menjadi satu.

Dia ingat betul siapa yang membuatnya merasa begitu buruk dan terjatuh. Ingatan ingatan buruknya tentang hal yang tidak menyenangkan membuatnya mudah sekali untuk mengamuk. Baca : Gejala depresi – Makanan dan minuman ampuh pengusir depresi • Mudah Marah Orang yang mengalami gejala bipolar akan mudah sekali marah.

Sama halnya dengan orang stres dan depresi dia akan mudah sekali marah tepatnya hatinya sensitif. Orang yang hatinya sensitif semua hal akan terasa apa itu bipolar dan ciri cirinya mengenakkan dan tidak cocok di hatinya.

Hal tersebutlah membuat orang yang terkena bipolar akan mudah sekali marah. Oleh sebab itu orang yang berdekatan dengan penderita bipolar sebaiknya menjaga perkataan dan berhati hati dalam bekomunikasi dengannya.

Baca : Makanan sehat untuk menghilangkan stres – Cara menghilangkan stres berat – Penyebab stress • Senang Berlebihan Ciri ciri bipolar lainnya adalah dia sangat senang berlebihan. Orang yang terkena bipolar biasanya ketika dia merasa senang atau bisa meraih sesuatu yang dia inginkan, dia akan merasa senang berlebihan. Bahkan cara mengungkapkan kesenangannya dinilai teralu berlebihan atau lebay bagi orang kebanyakan.

Hal itu disebabkan oleh perubahan syaraf yang ad di otak. Senang berlebihan meruapka ciri bipolar dalam fase naik. • Bersemangat Anda bisa mengetahui orang yang terkena bipolar di sangat terlihat dari tingkah lakunya atau gerak geriknya. Saat fase naik selain senang berlebihan, penderita bipolar akan merasa sangat bersemangat.

Semangatnya terasa menggebu gebu terutama ketika dia memiliki keinginan yang ingin diraihnya. Baca : Gejala bipolar sindrome • Enerjik Fase mania membuat penderita bipolar memiliki emosi yang naik sehingga semangatnya terasa meletup letup.

Semangatnya yang meletup letup membuat pendeirta bipolar akan merasa sangat enerjik untuk melakukan hal-hal yang ada di dalam pikirannya. Saat dia enerjik, energinya seperti tidak pernah habis untuk melakukan ini itu, padahal jika orang normal yang melakukannya tentu orang normal tersebut akan sangat merasakan kelelahan.

Baca : Penyebab cepat lelah saat bekerja – Cepat lelah dan jantung berdebar debar • Bicara dengan Cepat Ciri bipolar lainnya dalam fase mania dia sering sekali bicara dengan cepat.

Dia bisa berbicara banyak kata dalam beberapa detik. Orang lain memerlukan waktu yang lama untuk mencerna kalimat yang diuangkapkannya.

Bicara dengan cepat yang diakukannya akibat sikapnya yang enerjik saat fase mania datang. • Nafsu Seks Meningkat Orang yang terkena bipolar saat apa itu bipolar dan ciri cirinya mania dia akan memiliki nafsu seks yang meningkat. Meski tidak ditunjang dengan obat obatan tertentu, libido orang yang sedang dalam fase mania bipolar akan sangat bergairah dan memiliki nafsu yang meningkat.

Oleh sebab itulah orang penderita bipolar akan mampu melakukan hubungan seks dalam waktu yang lama. Hal itu ditunjang dengan sifat enerjiknya yang datang saat fase mania. Baca : Penyakit menular seksual – Terapi impotensi untuk pria • Memiliki Pikiran yang Berubah Ubah Bipolar yang berhubungan dengan otak akan menyebabkan penderitanya memiliki pikiran yang berubah ubah misalnya saja adalah dia memiliki pendapat A, selang beberapa waktu kemudian dia memiliki pendapat B.

Jalan pikirannya juga berubah ubah saat bipolarnya kambuh. Oleh sebab itu jalan pikiran orang yang terkena bipolar akan susah ditebak. • Insomnia Penderita bipolar akan kesulitan tidur dan dia terkena insomnia. Jam tidurnya berkurang drastis akibat semangatnya yang berlebih dan enerjiknya. Waktu tidurnya berkurang akibat dia senang melakukan aktivitas yang berlebihan sehingga tidur menjadi hal yang dipikirkan belakangan oleh penderita bipolar tersebut.

Baca : Manfaat mau untuk penderita insomnia – Penyebab insomnia – Dampak insomnia • Mengebut Wujud enerjiknya dan semangatnya yang berlebihan membuat orang yang terkena bipolar suka mengebut ketika membawa kendaraan pribadi. Ketika bipolar kambuh, penderita bipolar dilarang untuk membawa kendaraan pribadi sebab bisa membahayakan dirinya sendiri dan juga membahayakan orang lain.

• Egois Pada kasus bipolar dalam fase mania penderitanya akan sangat egois. Dia merasa dirinyalah yang paling benar, semua pendapatnya dan perilakunya dianggap sebagai sesuatu yang benar sebab egonya yang sangat tinggi.

Jika ada orang yang menegurnya karena sikat, tutur kata dan lainnya dia tidak mau kalah dan akan mudah sekali tersinggung. Hatinya sangat sensitif sehingga jika ada hal sekecil apapun yang menyinggung perasannya dia akan marah dan mengamuk. Sifat egoisnya saat kambuh membuatnya sangat keras kepala. • Terlalu Percaya Diri Orang yang mengalami bipolar dirinya memiliki percaya diri yang berlebihan misalnya saja dia bangga akan kemampuan dirinya sendiri, dia menganggap bahwa dirinya itu adalah penting, menganggap dirinya dibutuhkan banyak orang dan masih banyak lagi lainnya.

• Sembrono Sifat lainnya yang bisa menjadi ciri dari penderita bipolar berupa sifatnya yang sembrono. Dia bisa melakukan hal hal diluar nalar berupa menghabiskan tabungannya dalam sekejap, bersifat hal hal diluar nalar yang bisa merugikan orang lain bahkan merugikan dirinya sendiri. Dia juga suka melakukan hal hal yang dinilai gila oleh orang lain.

Baca: Penyebab orang menjadi gila – Jenis jenis penyakit sakit jiwa • Halusinasi Orang yang mengalami halusinasi atau apa itu bipolar dan ciri cirinya tidak hanya terjadi pada orang yang sakau akibat narkoba, namun orang bipolar pada fase mania pun bisa mengalami halusinasi. Penderita bipolar suka berpikiran macam macam seolah olah apa yang dia pikirkan benr benar terjadi padahal hal tersebut hanya berasal dari pikiran buruknya semata.

Halusinasi yang dia alami menambah buruk tigkah lakunya. Baca : Mencegah narkoba di kalangan pelajar – Cara mengatasi kecanduan narkoba • Merasa Bersalah Fase depresi pada orang yang mengalami bipolar akan ditandai dengan perasaan bersalah.

Memang orang yang mengalami bipolar mudah sekali mengalami perubahan mood dan perubahan suasana hati secara tiba tiba.

Penderita bipolar akan meraskan penyesala yang dalam dan juga berlarut larut. • Pesimis Jika dalam fase mania penderita bipolar akan bersemangat dan enerjik dalam melakukan berbagai macam aktivitas, saat fase depresi penderita bipolar akan pesimis dengan kemampuannya dan dia merasa tidak mampu melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Rasa semangat, enerjik dan terlalu percaya diri pada fase mania bisa berubah dengan tiba tiba berubah menjadi rasa pesimis.

• Selalu Timbul Keinginan Bunuh Diri Orang yang mengalami bipolar akan selalu terbesit keinginannya untuk melakukan bunuh diri akibat depresi yang dirasakannya. Rasa pesimis, rasa bersalah dan berbagai macam perasaan yang muncul akibat fase depresi membuat penderita bipolar akan selalu ti mbul keinginan bunuh diri. Selain timbul keinginan untuk bunuh diri, orang yang mengalami bipolar akan berusaha untuk menyakiti diri sendiri misalnya melukai tubuhnya dengan benda tajam, membenturkan kepala ke tembok dan masih banyak lagi lainnya.

Baca : Cara meningkatkan mood – Cara menjaga kesehatan mental • Sulit Konsentrasi Saat depresi orang yang mengalami bipolar akan kesulitan dalam berkonsentrasi. Orang yang terkena bipolar terlalu banyak hal yang dipikirkannya sehingga dia sulit untuk konsentrasi dalam satu hal. Pikirannya saat fase depresi akan terpecah belah sehingga dia sulit mengfokuskan diri dalam satu hal.

Baca : Cara meningkatkan fokus dan konsentrasi – Cara meningkatkan daya ingat • Penurunan Produktivitas Gangguan bipolar yang dialami akan membuat orang yang terkena bipolar mengalami penurunan kualitas hidup dan juga produktivitasnya.

Jika dalam fase mania mungkin penderita bipolar masih bisa menjalakan produktivitasnya dan aktivitasnya, namun jika penderita bipolar dalam fase depresi penderita akan sulit sekali dikenali dan sulit diarahkan sehingga produktivitasnya menjadi semakin menurun. Baca : Cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi • Hubungan dengan Orang Terdekat Tidak Harmonis Akibat ulah dan perilaku yang ditimbulkannya, hubungan penderita bipolar dengan orang orang yang ada di dekatnya menjadi tidak harmonis.

Penderita bipolar akan selalu berulah di dalam rumah maupun diluar rumah. • Malas Bersosialisasi Orang yang mengalami bipolar akan menarik diri dari kehidupan sosial. Penderita bipolar sangat asyik dengan kehidupannya sendiri. Dia tidak suka di tengah kerumunan apa itu bipolar dan ciri cirinya orang dan dia tidak suka bergaul dengan orang banyak atau masyarakat luas.

Orang yang mengalami bipolar juga merasa pesimis atau berpikiran negatif terhadap orang orang yang ada di sekitarnya. Dia banyak menaruh curiga terhadap orang yang di sekelilingnya. Pengobatan Pengobatan bipolar memakan waktu yang apa itu bipolar dan ciri cirinya, meski sudah terlepas dari pengobatan orang yang menderita bipolar biasanya akan diaasi oleh dokter.

Dokter akan mengawasi gerak gerik penderita bipolar tersebut aakah dirinya sudah benar benar sembuh atau masih memiliki penyimpangan perilaku. Pengawasan yang dilakukan oleh dokter ini bertujuan agar penderita bipolar bisa hidup dengan normal tanpa harus melalui berbagai macam fase seperti fase mania dan juga fase depresi.

Pengobatan yang tepat bisa membuat penderita bipolar bisa hidup dengan normal kembali tanpa harus mengalami perubahan fase. Berikut ini adalah pengobatan yang bisa dilakukan untk mengatasi dan mengobati penderita bipolar : • Terapi Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan terapi.

Terapi ini biasanya berhubungan dengan psikologis. Pasien bipolar akan dikenalkan dengan berbagai macam maslaha kejiwaan yang dia alami.

Pasien bipolar juga akan diperkenalkan dengan berbagai macam hal yang bisa menjadi pemicu perubahan fase baik perubahan pikiran pasien dan perbahan perilaku pasien. Mengubah mindset akan diajarkan saat terapi. Terapis akan mengajarkan bagaimana caranya mampu mengubah pikiran negatif menjadi pikiran yang positif. Tidak hanya itu saj, terapis juga akan mengajarkan bagaimana caranya menerapkan pola makan, pola tidur dan juga berolahraga.

• Obat Cara kedua yang bisa digunakan untuk mengobati bipolar adalah dengan obat. Tentu saja penderita bipolar tidak bisa lepas dengan obat obatan. Jenis obat obatan yang akan diberikan penderita bipolar adalah sebagai berikut ini : • Antikonvulsan. • Lithium. • Antidepresan. • Antipsikotik. ( Baca : Obat cacing kremi – Obat penyempitan pembuluh darah ) Itulah ciri ciri bipolar yang harus diwaspadai.

Jika anda menemukan orang yang ada di sekitar anda mengalami ciri ciri tersebut segeralah bawa ke pihak medis agar mendapatkan penanganan dan perawatan. Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya? • 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
Jika mengalami perasaan yang tidak menyenangkan (stress), apa itu bipolar dan ciri cirinya akan merasa tertekan, kehilangan harapan, dan lebih parah lagi pasien tidak memiliki keinginan untuk melakukan kegiatan apapun Tetapi jika merasakan mood bahagia pasien akan merasa sangat bersemangat dan bergairah untuk melakukan kegiatan apapun Kondisi seperti ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan pribadi, kehilangan atau rendahnya motivasi dan produktivitas saat berkerja Jika merasa ada perubahan mood extreme seperti ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat Siapa Saja Yang Apa itu bipolar dan ciri cirinya Terkena Gangguan Bipolar Ini?

Gangguan ini biasa terjadi atau sering muncul pada masa awal atau akhir remaja, terkadang gangguan ini muncul pada saat dibawah umur 25 tahun, Tetapi tidak berkemungkinan kondisi ini dapat terjadi pada anak dan orang dewasa, berkonsultasi dengan dokter akan lebih tepat Tanda Dan Gejala Bipolar Disorder Saat seseorang mengalami gangguan bipolar, ia akan merasakan emosional yang hebat, ini akan terjadi pada waktu tertentu, biasanya disebut Episode Mood, setiap episode mood akan menunjukkan perubahan drastis pada perilaku normal orang tersebut, Episode mood ini tergolong menjadi 2 mood yaitu episode bahagia dan depresi (sedih), 2 mood ini muncul pada waktu berbeda dan terkadang bersamaan Ini adalah beberapa gejala gangguan bipolar untuk episode mood bahagia Gejala Episode Bahagia adalah • Merasa Terlalu Bergairah, semangat dan bahagia • Terlalu Sensitif dan mudah banget tersinggung • Terlalu banyak makan dan kurang tidur • Sering melakukan kegiatan yang beresiko dan gegabah • Bicara terlalu cepat dan sering merubah topik pembicaraan • Mengalami penurunan kemampuan memberi penilaian atau membuat keputusan Sedangkan dalam episode depresi,beberapa tanda dan gejalanya adalah • Merasa kehilangan harapan dan bersedih secara berlebihan untuk jangka panjang • Tidak ingin melakukan melakukan kegiatan apapun • Tidak nafsu makan atau sedikit makan • sering merasa ngantuk dan malas • Merasa minder dan terlalu percaya diri • Sulit Berkonsentrasi Faktor Utama Penyebab Gangguan Bipolar Sebenarnya gangguan bipolar ini masih belum cukup teridentifikasi dan masih belum jelas faktor utama penyebabnya, Akan tetapi para peneliti saat ini sudah mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan Ini antara lain adalah : • Kondisi Pada Otak.

ketidak seimbangan neurotransmitter atau bisa disebut zat pengontrol fungsi otak, transmitter ini merupakan zat-zat mempengaruhi mood • Faktor Keturunan (genetik). Beberapa penelitian berpendapat gangguan bipolar dapat juga dipengaruhi oleh faktor keturunan • Pengaruh Lingkungan, Stress dan Trauma Berlebihan.

Faktor yang satu ini merupakan salah satu penyebab yang paling sering dialami setiap orang. Pengobatan Yang Harus Dilakukan Jika pengidap merasakan perubahan mood dalam waktu jangka lama dan dalam kondisi parah, sebaiknya langkah upaya untuk mencegah dan pengobatan bagi pengidap adalah melakukan terapi obat atau berkonsultasi dengan dokter dekat.

Tujuan pengobatan ini adalah untuk menurunkan frekuensi fase-fase perubahan mood mania dan depresi agar pengidapnya dapat hidup secara normal dan berbaur dengan lingkungan Itulah penjelasan tentang penyakit bipolar serta penyebab dan cara pengobatannya, jika ada pertanyaan lebih lanjut baiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat.

Terima Kasih Semoga Bermanfaat 🥰
Gangguan Bipolar atau Bipolar Disorder adalah perubahan mood atau suasana perasaan yang ekstrim pada seseorang.

Pada satu masa seseorang memiliki keadaan emosi memuncak dan amat bahagia atau disebut manik, namun pada waktu yang lain berubah menjadi sebaliknya, hanya hipomanik bahkan menjadi sangat depresi. Oleh sebab itu gangguan bipolar ini juga dapat disebut dengan “manic depression”.

Kedua mood ini dapat berubah-ubah tanpa terkontrol. Perubahan mood seperti ini dapat terjadi beberapa kali dalam satu tahun, bahkan bila kondisinya parah dapat terjadi beberapa kali dalam seminggu. Kondisi manik atau emosi yang memuncak tidak selalu ditandai dengan orang yang selalu marah-marah.

Dalam hal ini dikatakan manik, dimana tidak hanya berupa marah-marah, tetapi juga luapan ekspresi yang berlebihan. Contoh beberapa gejala dari orang yang mengalami episode manik, apa itu bipolar dan ciri cirinya lain : • Merasa sangat senang berlebihan atau euphoria • Kepercayaan diri yang sangat meningkat • Memiliki banyak energi • Melakukan aktivitas yang jauh lebih banyak atau lebih aktif dari biasanya • Waktu tidur yang sangat sebentar • Berbicara sangat cepat mengenai banyak hal yang berbeda-beda • Mudah marah dan tersinggung • Memiliki pemikiran yang sangat cepat dan berubah-ubah • Merasa dapat melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan • Melakukan hal yang beresiko tinggi, seperti menghambur-hamburkan uang, seks bebas, melakukan hal-hal ekstrim lainnya diluar kebiasaan sehari-hari Sedangkan seseorang yang sedang mengalami mood depresi dapat diketahui terutama dari aktivitas hobinya.

Hobi yang biasa dilakukan, tidak lagi dilakukan atau hilang minat sama sekali. Selain itu dapat juga dijumpai gejala-gejala sebagai berikut : • Merasa sangat sedih, hampa, atau putus asa • Tidak bersemangat atau tidak memiliki energi • Tidak mau melakukan aktivitas apapun • Memiliki gangguan tidur, bisa waktu tidur yang terlalu sediki atau bahkan terlalu lama • Merasa tidak dapat menikmati hal apapun • Merasa cemas • Sulit berkonsentrasi • Sering lupa • Merasa lemas terus menerus • Mudah menangis berlebihan tanpa alasan yang masuk akal • Mengurung diri di dalam kamar • Sering berpikir tentang kematian atau keinginan untuk bunuh diri Gangguan bipolar dapat pula terjadi perubahan mood yang tidak terlalu ekstrim.

Sebagai contoh, beberapa kasus gangguan bipolar dengan episode hipomanik dimana gejala-gejalanya lebih ringan dari manik. Pada episode hipomanik, seseorang dapat merasa sangat baik, sangat produktif dan segala sesuatunya berjalan baik, tidak ada kesalahan.

Akan tetapi keluarga dan orang-orang di sekitarnya dapat merasakan adanya perubahan mood atau perubahan aktivitas dari orang-orang dengan gangguan bipolar. Episode hipomanik biasanya hanya berlangsung selama 4 hari, sedangkan episode manik dapat berlangsung minimal 1 minggu.

Tanpa adanya penanganan yang tepat, maka orang yang dengan gangguan hipomanik dapat berkembang menjadi manik.

Bipolar disorder merupakan kondisi murni karena gangguan mental, bukan karena penyebab lain seperti efek samping penggunaan alcohol, obat-obatan, atau pengaruh penyakit tertentu. Penyebab dan Faktor Resiko bipolar disorder Terjadinya gangguan bipolar diyakini tidak hanya disebabkan oleh 1 faktor saja, melainkan banyak faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan bipolar, diantaranya : • Struktur dan fungsi otak Mekanisme kerja otak pada orang dengan gangguan bipolar dengan orang normal atau dengan gangguan mental lain, memiliki karakteristik sendiri-sendiri.

Hal ini penting untuk diketahui untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk tiap-tiap gangguan mental. • Genetik Ada kecenderungan bahwa gangguan bipolar dipengaruhi oleh faktor genetik, namun tidak selalu.

Apabila ada 2 bayi kembar identik, salah satu bayi mengalami gangguan bipolar, maka bayi yang satu lagi belum tentu akan mengalami gangguan bipolar juga walaupun memiliki genetik yang sama. • Keturunan Anak yang memiliki riwayat keluarga, orang tua atau saudara kandung dengan gangguan bipolar, maka cenderung akan memiliki gangguan bipolar juga.

Penegakan Diagnosis Orang dengan bipolar disorder cenderung datang ke dokter pada saat mengalami episode depresi, dibandingkan dalam keadaan hypomanik atau manik. Oleh karena itu melakukan anamnesa yang lengkap mengenai apa itu bipolar dan ciri cirinya pasien perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan diagnosis. Penegakan diagnosis dan terapi yang tepat dapat membantu orang-orang yang dengan gangguan bipolar agar memiliki kehidupan yang lebih baik dan tetap produktif.

Dokter harus tetap memeriksa seluruh kondisi tubuh pasien untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan akibat penyakit lain. Apabila tidak ada penyakit lain, maka penengakan diagnosis pasti dan pengobatan yang tepat harus dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa. Pengobatan bipolar disorder Bipolar disorder merupakan gangguan psikologis yang mengganggu dan bersifat jangka panjang. Akan tetapi pasien dapat mengontrol moodnya melalui rencana pengobatan yang baik. Gangguan bipolar dapat dikontrol menggunakan obat-obatan dan layanan konseling ( psikoterapi).

Beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan bipolar adalah : • Mood stabilizer atau obat penenang • Obat anti- psikosis • Obat anti- depresi • Obat tidur Setiap obat-obatan memiliki efek samping. Oleh karena itu penggunaan obat-obatan tersebut tidak boleh sembarangan, harus berdasarkan anjuran dan pengawasan dokter. Penghentian meminum obat secara tiba-tiba juga tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan gejala bipolar yang lebih parah.

Psikoterapi Kombinasi antara psikoterapi dan penggunaan obat-obatan dapat menjadi terapi yang efektif pada gangguan bipolar. Psikoterapi dapat dilakukan terhadap pasien dan juga keluarganya.

Hal-hal yang dapat diberikan dalam psikoterapi dapat berupa dukungan, informasi, dan juga panduan untuk mengatasi gangguan bipolar. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins.

(gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya. Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti.

Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app

Tanda & Gejala BIPOLAR, KAMU TERMASUK?




2022 charcuterie-iller.com